
“That's fast..” Dino berkata, ini bukan pertama kalinya dia berpikir seperti ini. Tapi kali ini, tanpa sadar dia berkata terlalu keras.
“Baru sadar? Bukan tanpa alasan aku memilih mereka. Kau harus berusaha lebih keras kid. Ritme tim ini sudah terbentuk. Jangan sampai tertinggal.” Ron berkata dengan nada khasnya.
“Aku tidak tampil, karena ini bukan waktunya. Saat melawan bos nanti, aku akan bersinar. Lihat saja, sebagai tank, tugasku di depan bos..”, Dino berkata.
“Ho, asal jangan terlalu bersemangat saja. Jangan sampai kau mati.” Ron menjawab dengan senyum menantang.
“Kalau aku sampai mati, bukankah itu menunjukkan kalau kau yang tidak kompeten.” Dino membalas dengan senyum menantang.
Ali dan Fiona di depan mereka hanya dapat menahan tawa, seraya berjalan mendekati Ratih dan Dika, yang menunggu loot crystal muncul.
Ron hanya terdiam di belakang, tidak percaya telah kalah bicara dengan Dino. ‘cheeky boy' Ron bergumam, dia hanya dapat tersenyum pahit.
“Lihat apa yang kami dapat, Ron. Kau akan tertarik.” Dika berkata di channel party.
“Aku akan segera datang. Apa yang kau temukan?”, Ron
Dika menjawab,” Kau lihat dulu..”, sambil menyerahkan sebuah shadow core pada Ron.
Dengan antisipasi, Ron melihat informasi shadow core itu.
[Goblin legacy shadow core lvl 2: dapat digunakan level up ke level 2. Mengajarkan skill: Heroic song]
Heroic song: saat dinyanyikan, semua sekutu yang mendengarnya akan mendapatkan buff tertentu. Saat melakukan insta skill, tidak akan menghentikan lagu.
“Guys, sepertinya ini tidak untukku. Hal seperti menyanyi agak tidak cocok untukku.”, Ron mengatakan dengan suara bergetar.
“Sejujurnya, ini skill yang sangat bagus. Dari deskripsinya, lagu di skill ini lebih dari 1. Potensi skill ini sangat tinggi. Sayang aku bukan auxiliary player. Aku akan mempelajarinya dengan senang hati, karena ini akan memperkaya taktik tim.” Dino mengatakannya dengan nada ironis, seakan-akan dia menyesal tidak bisa mempelajarinya.
“Ok Dino, kau menang. Aku tidak akan melupakan hari ini.” Ron berkata dengan suara menahan marah.
Ron adalah seorang yang realistis, bahkan cenderung pragmatis. Dia akan melakukan apapun selama tidak menyentuh prinsipnya demi keuntungan yang lebih besar.
Tanpa Dino ingatkan, Ron akan mempelajarinya. Karena Ron merasa, skill ini akan menjadi ciri khasnya ke depan. Siapa yang tidak ingin menjadi unik, terlebih dengan karakter Ron yang narsistik.
Sebelumnya, Ron sempat merasa iri dengan trait Ali. Saat ini, dia diberi kesempatan untuk menjadi pemain yang unik, tentu Ron akan mempelajari skill ini.
'Lagipula, suaraku begitu merdu.’ Gumam Ron
Ron lalu mengambil 5 blank shadow core dan menggunakannya. Langsung mengisi exp-nya 99,99%. Lalu menggunakan legacy shadow core itu.
Saat Ron level up. Dilihat lagi skillnya.
Heroic song lvl 1: saat dinyanyikan, semua sekutu yang mendengarnya akan mendapatkan buff tertentu. Saat melakukan insta skill, tidak akan menghentikan lagu. Efek akan bertambah secara signifikan jika dimainkan dengan instrumen.
Lagu yang tersedia:
• Angkat perisaimu : Demage yang diterima sekutu yang mendengarkannya akan berkurang 20%. Berlangsung selama lagu dinyanyikan. Konsumsi mana, 1 mana per 5 detik.
Ron puas dengan efek skill ini. Lalu Ron mencoba menyanyikan dengan pelan.
“Wahai prajurit, pahlawan bangsa..
Tegakkan tubuhmu, rapatkanlah barisan..
Musuh tlah datang, lintasi perbatasan..
Hanya padamu, kami sandarkan harapan..
Angkat perisamu!!
Pertahankan barisan!!
Jangan kau gentar, hadapi serangan..
Ayunkan pedangmu!!
Hancurkanlah musuhmu!!
Sejenak lagi, kemenangan kan datang”.
Mendengar nyanyian Ron, darah para anggota tim 2 seakan mendidih, seakan tidak ada musuh yang dapat mengalahkan mereka.
“Wow.. mengagumkan” Ratih berkata dengan takjub.
“Suaramu cukup bagus, kau tahu itu Ron”. Dika menambahkan.
“Lumayan”, Dino pun mengakui.
“Efeknya luar biasa kapten”, Ali memuji
“Kau harus menyanyikannya di setiap pertempuran kapten” Fiona bahkan bertepuk tangan.
__ADS_1
“Ok, ada lagi yang bagus?” Ron berkata, mencoba mengalihkan pembicaraan. Walaupun Ron merasa cukup senang mendengar pujian, kali ini dia merasa malu.
“Ada, tapi ini untuk Ratih.” Dika menjawab.
Ratih lalu menunjukkan pisau yang sekilas terlihat buruk. Tapi melihat efeknya, Ron harus mengakui, ini cukup bagus.
Lvl 2 Goblin knife (bronze): pisau yang dibuat oleh goblin blacksmith. Mengingat kemampuannya, pisau ini bisa dikatakan masterpiece. Kekuatan +6, penetrasi armor dengan level 2 ke bawah. Syarat memakai: kekuatan 15.
“Pisau ini cukup bagus, terlebih lagi dengan penetrasi armor.” Ron lalu menyerahkan lagi pisau itu pada Ratih.
“Ok, mari kita ke kebun Goblin, terlebih dahulu.” Ron memutuskan.
.......
Seperti biasa, Ratih masuk kondisi stealth dan memantau musuh. Anggota tim yang lain menyusuri lorong dengan hati-hati, agar tidak dideteksi oleh goblin.
“Ada 2 Goblin di mulut lorong. Yang lainnya, sedang bekerja di ladang.”
“Ok, kau tetap sembunyi Ratih, bertindaklah saat sudah di dalam. Untuk 2 Goblin ini, biarkan Dino dan Dika yang bekerja. Ali dan Fiona, kalian support.”
“Ok” Mereka menjawab.
Mendekati ujung lorong, mereka tidak bersembunyi lagi, Dino dan Dika langsung berlari. Dino menggunakan skill Roar, tapi sayang, kedua goblin tidak terkena stunned.
Ali menyerang dengan ice Arrow ke salah satu goblin, begitu juga Fiona. Goblin itu terkena slow. Fiona tetap menyerang goblin itu, tapi Ali menyerang goblin lain, sehingga goblin lain juga terkena slow.
Dika datang lebih cepat, menyerang menggunakan continuous stabs pada goblin yang diserang Ali pertama kali, 2 kali kritikal. setelah panah Fiona mengenai goblin itu untuk ke 3 kali, goblin itu mati.
Goblin yang lain merasa kalah jumlah, ingin mundur ke kebun. Tapi karena terkena slow, kecepatannya seperti merangkak.
Dino dibelakangnya lalu memukul goblin itu dan mendorongnya ke tembok dengan perisainya.
Dika, setelah membunuh goblin sebelumnya, membantu Dino menyudutkan goblin itu. Dengan kerjasama antara keduanya, goblin itu mati.
Menyadari bahwa ada penyerang, ketiga goblin berkumpul. Dengan bersenjata tombak dan pisau, mereka bertahan.
Dino dan Dika, setelah selesai membunuh kedua goblin, berjalan mendekati ke tiga goblin.
Ali dan Fiona terus menyerang ke tiga goblin. Ketiganya telah terkena slow.
Saat Dika dan Dino berjarak 5 meter dari goblin. Terdengar Heroic song dari Ron.
Seakan sebagai isyarat. Dino dan Dika menerjang goblin. Saat goblin bersiap menyerang balik. Ratih menikam goblin dengan hp terendah, kritikal, dan stunned, Ratih terus menikam goblin dan mengakhiri hidup goblin itu dengan menggorok lehernya.
Sementara Ali dan Fiona terus memberikan support. Akhirnya kedua goblin mati.
Selesai bertarung, mereka menunggu loot crystal muncul. Sambil menunggu, mereka melihat-lihat kebun.
Ratih memeriksa sejumlah tanaman di kebun. Ratih menyimpulkan bahwa ini adalah sumber makanan utama para goblin.
Daun tanaman ini kecil dan berwarna putih pucat. Tinggi pohonnya sekitar 1,5 meter.
Ratih memetik buah yang terlihat sudah ranum. Buah itu berwarna putih dan sebesar apel.
Ratih lalu menggigitnya. Rasanya manis dengan sedikit asam. Dagingnya memiliki kandungan banyak air. Setelah memakannya, ada sensasi segar dan dingin di mulut dan tenggorokan. Rasa buah ini seperti rasa jus apel ditambahkan daun mint.
[Kau menemukan tanaman spesies baru, yang belum pernah ditemukan di benua Sol. Apakah kau akan memberi nama tanaman ini?]
“Hey Ron, sistem mengatakan bahwa ini spesies baru. Dan bertanya apakah aku akan menamakannya. Bagaimana menurutmu?” Ratih bertanya.
Semua anggota tim 2 lalu datang dan memeriksa tanaman itu. Sebagian memetik buah dan memakannya., Tapi tidak ada pemberitahuan sistem. Tapi mereka tetap memakannya, karena rasanya benar-benar baru.
“Sepertinya hanya botanist yang dapat menamakannya.” Ron berkata.
“Aku harus menamakannya apa?” Ratih bertanya kepada yang lain. Lalu menoleh ke Ali.
“Hmm, karena rasanya ada sensasi dingin dan segar seperti mint dan buah apel, bagaimana jika minaple?” Ali menjawab.
“Itu nama yang bagus.” Ratih berkata, lalu memasukkan nama itu.
[Selamat, anda telah menemukan dan memberi nama spesies tanaman baru. Tolong bawa sampel tanaman ini ke adventurer union. Untuk mendapatkan hadiah dan pengakuan Aliansi Tenggara.]
“Woa.. bukankah ini masih hari pertama server dibuka? Apakah pencapaian seperti ini tidak terlalu awal?” Dino berkata.
“Anggap saja ini hadiah pembuka Legacy pada kita. Ratih, jangan lupa bawa beberapa batang, daun dan buah.” Ron menjawab, dia tidak terlalu memikirkannya.
“Ok, mari kita buka loot crystal.” Ali mulai membuka crystal loot di depannya.
5 koin 1 deka, legacy shadow core, dan telinga goblin.
“Hey Dino, ini saatnya woa..”Ron lalu berkata.
“Woa.. kau puas” Dino berkata, sambil tersenyum.
__ADS_1
Kejutan tidak berakhir. 2 lagi legacy shadow core ditemukan setelah itu. Dari 5 goblin 3 legacy shadow core ditemukan. Dino harus mengatakan 'Woa' 2 kali lagi, dan semua anggota tim 2 tertawa atas tingkah Dino, bahkan Ron sudah tidak terlalu marah pada Dino.
3 legacy shadow core itu masing-masing..
[Goblin legacy shadow core lvl 2: dapat digunakan level up ke level 2. Mengajarkan skill: Gliding]
Gliding: meluncur secara cepat seperti di permukaan es yang licin. Dapat menentukan arah secara bebas.
[Goblin legacy shadow core lvl 2: dapat digunakan level up ke level 2. Mengajarkan skill: Alert (pasive)]
Alert (pasive): memperingatkan pemilik skill, jika dia menjadi target serangan yang akan dilakukan musuh.
[Goblin legacy shadow core lvl 2: dapat digunakan level up ke level 2. Mengajarkan skill: Untargetable]
Untargetable: dalam 5 detik, tidak dapat ditarget oleh serangan musuh
“Ketiganya adalah skill yang bagus, untuk Gliding, aku sarankan Fiona memakainya. Untuk Untargetable dan alert cocok untuk Dika. Tapi ku saranku, pilih alert. Untuk Untargetable, bagaimana jika kita simpan dulu. Karena kita cuma punya 12 blank shadow core. Jadi Fiona dan Dika diprioritaskan lebih dulu. Alasan lainnya, adalah 2 musuh selanjutnya tipe fisik dan spirit. Mungkin nanti akan keluar yang lebih cocok untuk kalian berdua.]
“Ok” Ali dan Dino mengangguk.
Setelah itu, Fiona dan Dika masing-masing menggunakan 5 blank shadow core. Setelah itu, mereka menggunakan legacy Shadow core seperti yang disarankan Ron.
Setelah mereka naik ke level 2. Mereka memeriksa kembali skill mereka.
Fiona memeriksa Gliding.
Gliding: meluncur secara cepat seperti di permukaan es yang licin. Dapat menentukan arah secara bebas. Konsumsi mana: 1 mana per 5 meter.
Selanjutnya, Dika memeriksa alert.
Alert: memperingatkan pemilik skill jika dia menjadi target serangan yang akan dilakukan musuh. Peringatan ini akan tetap diberikan selama pemilik skill dalam jangkauan serangan musuh.
Setelah istirahat sebentar, Tim 2 Berjalan kembali ke persimpangan lorong.
Ratih, sekali lagi masuk ke Stealth dan pergi ke ruangan bos
Setelah memeriksa ruangan bos, Ratih terkejut. Goblin shaman seperti melakukan ritual di altar. Dan goblin captain Todo, berdiri menghadap pintu lorong, seperti menunggu kedatangan mereka.
“Kapten. Sepertinya mereka menyiapkan sesuatu. Mungkin membuka portal ke dunia mereka.” Ratih berkata. Terdengar, bahwa dia sedang panik.
“Ok, kau bersiaplah. Kami akan segera datang.” Ron berkata, tapi suaranya menunjukkan ketenangan.
Ratih lalu memasuki ruangan bos. Dia bersembunyi di dekat goblin shaman, bersiap menyerang dan menghentikan ritual yang sedang berlangsung.
1 menit kemudian, tim 2 datang dengan berlari.
Dino dan Dika langsung menuju Todo. Ron lalu menyanyikan Heroic song, Sedangkan Ali, disampingnya melontarkan ice Arrow, mengenai Todo. Dan Todo mengalami slow.
Fiona lalu berlari ke samping, ingin menempati posisi yang lebih baik menyerang goblin shaman.
Todo walaupun merupakan raksasa bagi goblin, tapi tingginya hanya sekitar 1,9 meter. Dengan armor terbuat dari kulit, dan helm dari tengkorak hewan buas, mungkin beruang, Todo meraung lalu berlari menabrak Dika. Ini adalah skill Rush. Tapi karena terpengaruh status slow, kecepatannya berkurang.
Dino tidak bertindak diam, diangkatnya perisainya dan berlari menghadang Todo sambil menggunakan skill Roar.
Seketika itu, Kecepatan Todo berkurang, dan berhenti. Dia terkena stunned.
Dino lalu mengayunkan kapaknya ke kepala Todo, hp Todo berkurang sedikit, tapi yang lebih buruk datang. Ternyata Hp Dino juga berkurang, walaupun sangat sedikit, ini menunjukkan Todo punya skill sejenis Thorns Armor, fungsinya adalah mengembalikan sebagian damage ke penyerang.
Dika maju dengan skill continuous stabs. 2x kritikal. Hp Todo berkurang sekitar 3%. Tapi akibatnya Hp Dika berkurang, sekitar 10%.
Melihat hal itu Ali terus memberikan support, saat ini Status slow Todo sudah tertumpuk 2x. Ali berusaha agar status slow pada Todo selalu tertumpuk 3x.
Di belakang Todo, goblin shaman terus melakukan ritual. Saat Todo melakukan Rush, Ratih menikam goblin shaman. Tapi tanpa terduga, Ratih terpental. Ada semacam barrier yang melindungi goblin shaman.
Dalam party channel, Ron berkata, “Ubah strategi, bunuh Todo dulu. Ritual itu tidak bisa dihentikan.”
Maka Ratih dan Fiona ikut menyerang Todo. Todo, yang dikeroyok tim 2, hanya berusaha bertahan. Tapi walaupun Todo hanya bertahan, Hp Dino, Ratih dan Dika selalu turun. Sehingga, Ron sibuk mengontrol Hp mereka, agar tidak turun kurang dari 70%.
Tiga menit berselang, Tim berhasil menurunkan Hp Todo dibawah 30%.
“Gawat, portal akan segera terbuka”, Fiona yang selalu memantau goblin shaman, melihat kubus di atas altar bersinar. Di depan altar, retakan dimensi terjadi. Saat ini hanya sebesar bola tenis, dan terus melebar.
“Kita kehabisan waktu. Full power.” Ron berkata, suaranya agak tegang.
Dika lalu menggunakan skill continuous stabs, dan yang lainnya menyerang membabi buta.
3 detik kemudian, ice arrow kritikal, sehingga efek slow serangan ini bertambah jadi 7 detik. Melihat harapan, Ali terus melemparkan ice arrow, hingga tertumpuk 5x. Lalu tubuh Todo kaku. Dia terkena status Frozen, tidak bisa melakukan apapun selama 15 detik. Tapi itu cukup.
Anggota tim memborbardir Todo hingga HP-nya 0. Akhirnya, tubuh Todo terkulai kaku.
Tapi mereka tidak bisa senang terlalu lama.
Bammm....
__ADS_1
Portal terbuka, darinya mana meledak dan membentuk gelombang mana yang menyapu tim 2 seperti badai.