VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep.12 Pegasus, Griffin dan Summoning Art


__ADS_3

Adventurer Union masih ramai, saat tim 2 memasuki gedungnya. Banyak pemain baru terlihat antri di counter untuk menerima misi.


Saat tim 2 memasuki adventure union, terjadi kegaduhan diantara para pemain.


“Ho.. lihat! Pemain level 2.”, Seorang pemain laki-laki berkata.


“Kau lihat nama mereka. Mereka anggota Clan.” Pemain lain menimpali.


“Dengan datang ke perbatasan, aku berharap kompetisi yang tidak terlalu sengit, ternyata ada paus di sini.” Pemain lain berkata.


“Datang dan berlututlah commoners.. Raja Ron datang..” Ron berkata di party channel.


“Cih.. beraninya ngomong di party channel. Kalau berani katakan langsung”, Dino meledek Ron di party channel.


“Bisakah kau membiarkanku larut dalam vanity sebentar saja. hanya hari ini kita dapat perlakuan seperti ini. Besok akan ada beberapa pemain yang juga level 2.” Ron berkata..


Yang lain hanya tersenyum.


Tim 2 tidak ikut antri dengan pemain lain. Mereka langsung ke meja counter.


Pemain lain yang antri ingin membuka mulutnya untuk protes. Tapi setelah melihat nama mereka, mereka diam saja.


Penjaga counter yang sedang melayani pemain saat melihat tim 2, setelah meminta maaf kepada pemain di depannya, segera berdiri dan menyambut mereka.


“Selamat malam tuan dan nona, adakah yang dapat kami bantu?” wanita penjaga counter itu berkata.


“Kami ingin melaporkan misi.” Ron berkata dengan sopan.


“Mohon tunggu di ruang tamu. Petugas kami akan segera datang.” Petugas itu berkata sambil mengantar tim 2 ke ruang yang lain. Mempersilahkan mereka duduk, lalu kembali ke counter.


Beberapa lama, seorang dwarf setengah baya dengan janggut putih datang, dan duduk di depan kami. “Maafkan kami, membuat anda sekalian menunggu. Tolong panggil saya Toran. apa yang hendak anda laporkan?”


“Hari ini kami seharusnya pergi ke desa winter gate untuk melakukan sejumlah misi. Tapi di tengah jalan kami melihat segerombolan goblin. Setelah kami membunuh mereka, kami melacak sarang mereka..”


Ron kemudian menceritakan secara detail kondisi di dalam sarang dan pertempuran yang mereka alami.


Kemudian Ron menyerahkan puluhan telinga goblin di kantong kain kepada Toran. Ron juga memperlihatkan serpihan portal core yang telah mereka hancurkan kepada Toran.


“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tuan dan nona. Dari jumlah goblin dan level mereka, maka misi ini tergolong misi tingkat e+. Maka hadiah yang diberikan oleh union kepada tuan dan nona adalah 1.500 deka. Apakah ada yang tuan dan nona perlu sampaikan?” Dengan sopan Toran berkata.


Lalu dengan suara kecil Ratih berkata,”Sebenarnya tuan Toran, itu bukan satu-satunya laporan yang ingin kami sampaikan.”


Toran tersenyum dan berkata,”Oh, tolong sampaikan nona..”


Ratih berkata,”Kami menemukan spesies tanaman baru di dalam gua. Tanaman ini berdaun putih dan berbuah putih. Kami memberi nama tanaman ini minaple, karena rasanya mirip dengan apel dan rasanya dingin dan menyegarkan.”


Ratih lalu mengeluarkan buah, batang dan daun tanaman itu dan menunjukkannya ke Toran.


Toran tertarik dengan cerita Ratih terlebih tentang buah minaple. Lalu berkata,”Bolehkah aku memakan buah ini?”


“Silahkan, kami memang membawanya untuk adventurer union.” Ratih mempersilahkan.


Toran lalu memakannya. Setelah menggigitnya, ekspresinya menunjukkan ekspresi terkejut lalu terlihat dia menikmati rasa buah itu. Air buah itu sampai menetes di janggutnya.


Setelah menghabiskan buah itu, Toran berkata, “Aku belum pernah memakan buah seperti ini. Rasanya unik, sensasi segar setelah memakannya begitu khas.”


Setelah mengusap jenggotnya yang basah, Toran berkata“ Maafkan saya atas perilaku memalukan saya. Jujur, baru pertama kali ditemukan spesies baru di daerah sekitar benteng Rockhelm. Dan ini mungkin akan menarik perhatian petinggi benteng Rockhelm khususnya departemen agrikultur. Kalau tuan dan nona berkenan, kami akan menghubungi otoritas setempat terlebih dahulu.”

__ADS_1


“Kalau boleh tahu, berapa lama kami harus menunggu? Seperti anda tahu sekarang sudah malam.” Ron menjawab.


“Oh, maaf, saya kurang sensitif. Tapi mengingat baru pertama kali ditemukan spesies baru di daerah ini, sepertinya otoritas benteng akan menganggap ini penting dan segera mengirim personil ke adventurer union. Kalau tuan dan nona tidak keberatan, saya jamin dalam 30 menit, mereka akan datang.” Toran berkata, ingin meyakinkan tim 2.


“Baiklah. Kami akan menunggu di sini.” Ron berkata.


Setelah itu, Toran pergi sebentar, mungkin meminta koleganya untuk memberitahu otoritas. Setelah itu, Toran kembali menemani tim 2.


10 menit kemudian, langkah tergesa-gesa mendekati ruang tamu. Seorang wanita elf bertubuh tinggi dan laki-laki paruh baya berbadan gemuk pendek memasuki ruangan, mereka menggunakan seragam berwarna hitam dan putih. Setelah melihat tim 2 dan Toran, mereka yang sebelumnya tampak buru-buru, berusaha mengatur mood mereka.


Wanita elf itu kemudian memberi hormat kepada tim 2 dan bertanya, “Kami dari departemen agrikultur benteng Rockhelm. Apakah tuan dan nona yang menemukan tumbuhan spesies baru? Kami tidak bisa banyak menjelaskan, tapi tolong segera antarkan kami ke gua itu. Sebelum terlambat.”


Mendengar hal itu tim 2 kaget. Toran sepertinya tidak terkejut. Ali menduga beberapa kemungkinan, lalu melihat ke arah Ron. Ali berbicara menggunakan party channel,”Kapten, sepertinya gua itu bermasalah, jika dugaanku benar, gua itu akan segera menghilang.”


Ron mengangguk, lalu berbicara,”Kami mengerti, kami akan mengantarkan anda ke sana.”


Saat semua anggota tim 2 berdiri, wanita elf itu menambahkan,”Hanya 2 orang. Tolong mengerti.”


“Baiklah, tapi izinkan aku berbicara dulu dengan timku.” Ron berkata.


“Baiklah, kami menunggu di luar.” Wanita elf itu berkata, lalu dia dan laki-laki gemuk yang datang bersamanya pergi keluar ruangan bersama Toran.


“Ok, sepertinya panen kita kali ini lebih besar dari yang kita duga. Aku dan Ratih akan ke sana. Kalian pergilah ke hotel sleeping dragon. Pesan kamar dan istirahatlah. Tidur di legacy itu penting. Besok pagi kita rapat bersama tim 1 dan 3. Orang-orang workaholic itu belum kembali. Delia mengatakan target tim 3 untuk mencapai level 10 profesi malam ini, dan tim 1, setelah mendengar kita semua sudah level 2, berniat mengumpulkan 1.000 blank shadow core, sebelum istirahat.” Ron berkata.


“Untuk membuat kontrak, kalian bisa mulai lebih dulu. Yang penting kalian membuat kontrak dengan makhluk yang bisa menjadi tunggangan, lebih baik lagi yang bisa terbang, hahaha... Tapi sepertinya sulit. Yang cocok untuk pegunungan, bisa hidup di daerah dingin dan punya fisik kuat, itu lebih dari cukup. Untuk kecepatan, yang penting bisa lari jarak dekat. Karena perjalanan-perjalanan kita nanti bisa ratusan bahkan ribuan kilometer. Kita perlu tunggangan yang kuat.” Ron menambahkan.


Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya tim 2 keluar ruangan dan menuju lobi adventurer union. Anehnya, lobi adventurer union tidak seramai tadi, dan masih banyak yang bergegas keluar.


Terdengar diskusi pemain-pemain yang tersisa di lobi.


Seorang pemuda disampingnya menanggapi.”Tapi binatang itu memang luar biasa paman. Pegasus itu tidak berwarna putih seperti di cerita-cerita. Warnanya merah dan griffin itu besar sekali. Aku penasaran berapa kilogram daging yang ia makan setiap hari.”


Mendengar hal itu, tim 2 jadi lebih penasaran, dan menerobos kerumunan orang yang memadati pintu adventurer union yang luas.


Di depan adventurer union, para pemain mengelilingi prajurit-prajurit yang menjaga ketat objek di tengahnya. Tapi dari pembicaraan pemain di sekitar, tim 2 tahu kalau prajurit-prajurit ini menjaga Griffin dan pegasus.


“Ok, aku pergi dulu. Ayo Ratih..” Ron berkata, lalu menghampiri prajurit.


“Ali, aku pergi dulu.” Ratih pun mengikuti Ron ke tengah kepungan pemain.


Setelah Ron berbicara dengan seorang prajurit, prajurit itu mempersilahkan Ron dan Ratih masuk ke tengah penjagaan. Setelah beberapa lama, Ali melihat Ratih bersama Wanita elf itu naik pegasus dan terbang, mengikuti di belakangnya, seekor griffin yang setinggi 5 meter terbang membawa laki-laki gemuk yang datang dengan wanita elf tadi dan Ron.


Hal yang menakjubkan lalu terjadi. Setelah pegasus dan griffin itu terbang ke arah timur, 10 ekor griffin terbang mengikuti mereka dari arah tengah benteng.


Lalu para pemain berteriak histeris, salah satunya seorang remaja seumuran Ali, dia berkata”Wow, skuat griffin. Ada skuat griffin..”


Suara seorang wanita lalu menyahut, “kyaaa.. tolong bawa aku Griffin rider-kun”


“Hei, yang dibawa pegasus dan griffin itu 2 pemain kan? Aku belum memeriksanya. Ada yang tahu nama mereka?” Suara laki-laki lalu memotong.


“Benarkah? aku tidak terlalu memperhatikannya.” Suara pemain lain terdengar.


“Oh, itu aku tadi memeriksanya, nama mereka Ron dan Alissa mitoler atau apalah. Mereka level 2. So cool..” Suara pemain lain menjawab.


“Apa maksudmu mitoler, itu Mythcaller. Ron Mythcaller dan Alissa Mythcaller. Aku tadi melihat mereka memasuki adventurer union. Karena levelnya sudah 2 dan mereka dari klan, mereka tadi membuat sensasi.” Suara wanita terdengar.


“Aku juga melihatnya tadi, tadi di sini ada beberapa temannya. Huh.. mereka sudah pergi.. not cool man..” seorang pemain yang tadi di sebelah Ali berkata.

__ADS_1


Sebagai catatan, nama yang dipilih Ratih di legacy adalah Alissa.


.......


Setelah pegasus dan skuat griffin itu pergi, Dika mengajak anggota tim lainnya pergi dari sana. Mereka tidak masuk lagi ke adventurer union. Mereka akan menunggu Ron dan Ratih.


Besok, mereka akan kembali lagi untuk mengambil hadiah misi goblin, membatalkan misi lama yang tadi belum sempat dibatalkan dan mencari misi baru yang lebih menantang.


Ali, Dika, Fiona dan Dino lalu menyusuri jalanan benteng yang masih ramai. Saat mereka melewati kedai snack, mereka mampir sebentar. Ada berbagai makanan ringan di sana, maka mereka membeli beberapa bungkus untuk snack di malam hari.


“Btw, mount apa menurut kalian yang bagus?” Fiona bertanya, saat mereka meninggalkan kedai.


“Sebenarnya di legacy ada banyak pilihan. Ada kuda, kadal sebesar kuda yang bernama Drigo, Rhino yang kita lihat tadi pagi, hewan seperti burung unta bernama Corio, tunggangan berbentuk sapi dan gajah juga bisa jadi mount. Kita lihat saja apa yang tersedia di kontrak. Aku sudah penasaran dari tadi siang. Setelah ini mari mencari tahu bersama-sama.” Dika yang paling senior saat ini menjelaskan.


Yang lain mengangguk mengiyakan.


Lima menit kemudian, mereka sampai di hotel dan restoran sleeping dragon.


Mereka lalu memesan kamar yang berdekatan di lantai 3. Untuk lantai 2 ternyata sudah penuh. Harga menginap di hotel ini cukup mahal. 6 deka per malam. Itu harga sebotol red potion. Tapi karena disediakan mandi air hangat juga, itu cukup masuk akal.


Tim 2 lalu menuju kamar mereka masing-masing. Kamar Ali di sebelah kamar Dino, kamar Dika di depan kamar Ali dan kamar Fiona di depan kamar Dino.


Mereka sengaja memesan kamar berdekatan, agar dapat berkomunikasi dengan party channel.


Setelah Ali masuk kamar yang disewanya, Ali merasa harga yang dibayarkan tadi ternyata cukup murah. Kamar hotel ini cukup luas. Dengan serambi menghadap jalan, Ali dapat menyaksikan langit malam yang penuh bintang. Melihat ke bawah, Ali mendapati suasana jalan yang ramai dengan para pemain dan Npc yang berjalan hilir mudik.


Ali lalu memilih untuk mandi, di kamar tersebut juga disediakan kamar mandi dengan bathub terbuat dari marmer dengan 2 keran air, Ali menduga ini untuk air biasa dan hangat. Ada juga toilet duduk di sana, walaupun Ali ragu pemain memerlukannya.


Pemain tidak kencing dan buang air besar di Legacy. Walaupun mereka harus makan dan minum saat tingkat fullness turun kurang dari 60%, agar tidak menyebabkan peforma berkurang.


Ali memutuskan untuk mandi dulu. Pemain bisa melepas pakaiannya seperti biasa atau lewat sistem. Yang berbeda dari kenyataan adalah, pemain tidak bisa melepas celana dalamnya. Jadi Ali harus mandi dengan celana dalam.


Ali lalu mengisi bahtubnya dengan air hangat. Mandi setelah bertualang memberikan kenikmatan tersendiri. Tubuh yang lengket dengan keringat, jadi segar lagi.


Setelah puas berendam. Ali memakai kembali bajunya dan duduk bersila di kasurnya yang lumayan besar.


Malam ini Ali berniat mencari makhluk yang dapat dikontrak.


Lalu diaksesnya Clan skill: Summoning Art. Dan dipilihnya kontrak.


Setelah memilih kontrak, Ali merasa kesadarannya seperti meninggalkan tubuhnya dan ditarik ke tempat lain. Hal ini terasa hampir sama ketika mengakses RDM.


Setelah perasaan seakan ditarik hilang, Ali mengamati sekitarnya. Ali merasa berada di langit penuh bintang. Di sekitarnya terdapat banyak planet yang penuh kehidupan.


Di planet-planet itu, Ali merasa terdapat banyak makhluk-makhluk yang menunggu terhubung dengannya.


Seperti planet di depannya, di planet itu daratan lebih luas dari lautan. Di mata Ali, ada titik-titik bercahaya yang seakan memanggilnya. Setelah Ali memilih sebuah titik di bagian utara planet itu, kesadaran Ali seakan tertarik ke arah makhluk itu. Dalam sekejap Ali melihat di bawahnya adalah hamparan Padang tundra yang sepi di sebelah danau yang membeku. Ali melihat, keluarga 4 beruang kutub, 2 beruang setinggi 6 meter dan 5 meter beserta anak-anaknya yang hanya setinggi 2 meter. Mereka menuju tepi danau beku itu.


Ali merasakan hubungan yang dekat dengan salah satu anak beruang kutub itu. Tapi Ali untuk sementara tidak ingin mengontrak beruang ini. Yang dibutuhkan Ali adalah seekor tunggangan.


Setelah memutuskan untuk pergi, kesadaran Ali kembali ke langit.


Tanpa disadari Ali, setelah Ali pergi. Seekor anak beruang kutub mengangkat kepalanya, seakan mencari sesuatu di langit.


Salah satu beruang kutub yang setinggi 6 meter menyadari salah satu anaknya tertinggal, lalu memanggil beruang kutub kecil itu dengan geraman.


Beruang kutub kecil itu lalu bergegas mengikuti ketiga beruang kutub menuju tengah danau yang beku.

__ADS_1


__ADS_2