VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep. 30 Desa Winter Gate dan Orasi


__ADS_3

Desa Winter gate adalah desa yang cukup besar. Dengan penduduk sekitar 10 ribu. Sebenarnya dilihat dari jumlah penduduknya dan luas wilayahnya, Winter gate bisa dikatakan sebagai bakal kota kecil. Untuk menjadi kota kecil, desa Winter gate paling tidak harus memiliki penduduk 20.000 jiwa.


Banyak alasan kenapa desa Winter gate bisa seramai ini. Salah satunya adalah sumberdaya alam di sekitar desa winter gate sengat melimpah. Berada di kaki gunung Winter peak, Desa Winter gate juga memiliki panorama alam yang indah. Karena itu, bisnis pariwisata juga ramai. Banyak penduduk kota sekitar yang menghabiskan waktu liburan di musim panas di desa ini. Hal ini karena seperti namanya, musim di sekitar gunung Winter gate cuma satu, yaitu musim dingin.


Banyak daerah di benua Sol seperti itu. Saat konsentrasi elemen di suatu daerah terlalu tinggi, ekosistem daerah itu akan terpengaruh. Gunung Winter peak merupakan salah satu contoh. Karena konsentrasi elemen es di gunung itu terlalu tinggi, gunung itu selalu tertutup salju.


Keistimewaan gunung Winter peak itulah yang menyebabkan banyak wisatawan dan petualang datang ke sana. Karena itu, mayoritas penduduk desa winter gate membuka hotel, restoran dan berdagang.


Berita munculnya 100.000 goblin telah tersebar di desa itu. Para NPC tidak terlihat panik. Sebagian dari mereka sibuk melayani para pelanggan yang sedang makan di restoran. Ada pula yang menjajakan minuman panas di sekitar Adventurer Union. Di sana berkumpul ribuan petualang yang sedang menunggu.


"Aku dengar akan ada pasukan goblin yang datang. Jumlahnya cukup banyak, 100.000. aku takut aku tidak bisa bertahan hidup sampai akhir." Seorang pemain berbincang dengan temannya, tidak seperti isi ucapannya yang harusnya diliputi keseriusan. Dia sedang memakan French fries dengan santai.


"Bagaimana lagi, kita cuma level 1. Tapi lumayan kan dapat menukar nyawa kita untuk beberapa poin kontribusi. Aku harap aku dapat beberapa deka. Uangku hampir habis untuk beli potion biru dan merah, hasil buruanku belum sempat aku jual." Temannya menjawab dengan memegang coklat panas.


"Kira-kira total pemain di desa ini berapa ya? Kok gak terlalu banyak yang muncul saat akan ada misi sebesar ini?"


"Huh.. kalau melihat jumlah penduduk desa dan luas desa, mungkin 20.000 sampai 30.000. maklumlah, sebagian besar dari mereka pemain kasual. Banyak dari mereka ke sini karena banyak pemain Indonesia yang datang ke Utara. Ini sudah malam, mungkin sebagian besar dari mereka masih tidur. Nanti kalau pasukan goblinnya datang, pasti mereka muncul."


"Tapi kayaknya masih lama pasukan goblin datang. Apa enaknya kita tidur dulu. Sudah capek berburu dari pagi."


"Tidur saja di sini. Sambil menunggu misi dimulai."


Beberapa menit kemudian mereka tertidur.


.......


Satu jam perjalanan dari benteng Rockhelm, akhirnya pasukan kavaleri gabungan NPC dan pemain datang ke desa Winter gate. Para penduduk dan pemain di desa Winter gate menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Tentu ada perbedaan kenapa mereka antusias.


Penduduk desa Winter gate antusias karena skuat kavaleri dari benteng Rockhelm sudah datang. Sedangkan para pemain antusias membicarakan tentang kehadiran dua klan dari Rockhelm.


Walaupun dapat dimaklumi, di even yang besar seperti ini, kedua klan pasti akan datang. Tapi tetap saja para pemain penasaran tentang para pemain dari kedua klan, terutama klan Mythcaller dari guild Frozen Anvil.


Apalagi mereka melihat Shasha diantara mereka.


"Shasha juga ikut datang. Apakah ini berarti pertempuran nanti akan masuk TV?"


"Kemungkinan itu cukup besar. Tapi belum tentu Shasha yang akan merekam. Pasti banyak reporter dari stasiun TV yang dikirim. Kita cuma tidak tahu siapa mereka."


"Btw, Ares sepertinya sudah mendapatkan equipment set. So enviable.."


"Tapi sepertinya belum semua anggota Frozen Anvil mendapatkannya. Tentu butuh waktu untuk membuat equipment set."


"Setelah penukaran deka dengan uang dunia nyata dibuka, aku akan segera ke Rockhelm, untuk mengunjungi toko mereka."


Ali dan lainnya hanya sebentar menanggapi antusiasme para pemain desa Winter gate. Bagaimanapun, mereka butuh beristirahat. Karena hotel-hotel sudah penuh, mereka memutuskan membuat camp di sebelah camp NPC.


Para penduduk lalu membagikan minuman hangat seperti coklat panas, kopi atau teh kepada semua pasukan. Mereka menerimanya dengan senang hati.


Semua anggota Frozen Anvil selalu membawa peralatan camping, jadi mereka bisa saja mendirikan beberapa tenda. Tapi karena tidak semua anggota party memilikinya, mereka cuma membuat api unggun dan memakai selimut sebagai alas.


"Beristirahatlah dulu. Mungkin para goblin akan menyerang saat matahari terbit. Mereka sepertinya juga membuat camp agak jauh dari sini."


Ali berani berkata seperti itu karena shadow clone Kuro sudah menemukan pasukan goblin. Mereka membuat camp 5 km dari desa Winter gate.


"Aku tidak tahu para monster itu bisa berbuat baik kepada kita seperti ini, hahaha..." Dino berkata sambil tertawa.


"Bukan seperti itu. Bagaimanapun, goblin adalah monster yang memiliki kepandaian. Menyerang di malam hari tidak banyak memberikan keuntungan bagi mereka, karena mereka bukan monster nokturnal. Jadi lebih baik bagi mereka menunggu hari sudah terang." Shasha menjelaskan.


"Benar perkataan Shasha. Mereka tidak akan bergerak sebelum terang. Maka tidurlah kalau bisa. Aku mau tidur dulu." Ali lalu menyandarkan badannya ke tubuh Romeo ibexnya yang dalam posisi duduk, dia lalu memejamkan matanya.


'kau juga tidurlah Romeo, besok akan ada pertempuran besar. Kau harus menghemat tenagamu.'


'Aku tidak sabar Al.. aku harap besok mereka memberi sedikit perlawanan yang berarti.'


'Tentu. Kalau kau belum bisa tidur, tolong bangunkan aku saat pasukan mulai bergerak.'

__ADS_1


'Ok'


Setelah beberapa menit Ali tertidur.


Melihat Ali tertidur, beberapa pemain juga memutuskan untuk tidur. Beberapa orang yang tidak bisa tidur mengobrol dengan pemain lain.


Selama mereka beristirahat, shadow clone Kuro terus memantau camp para goblin.


.......


Pukul 5 pagi, pasukan infantri dari Rockhelm akhirnya tiba. 25.000 pemain dan 10.000 pasukan infantri NPC memasuki desa Winter gate. Kelelahan terlihat di wajah mereka, jika ada yang memperhatikannya dengan seksama. Tapi di pagi buta, yang terlihat hanyalah kekuatan pasukan yang siap menahan serangan para goblin.


Setelah mereka datang, para penduduk memberi mereka coklat panas, kopi, atau teh. Ada bubur hangat dan makanan hangat lainnya disediakan oleh para penduduk.


Para pemain menerima kebaikan penduduk desa dengan ucapan terima kasih.


Akhirnya mereka bisa istirahat sejenak.


setengah jam berikutnya, fajar pagi perlahan menampakkan diri dari punggung gunung Winter peak. Para pemain yang tidak tidur sebagian keluar dari desa untuk menyaksikan indahnya matahari terbit.


Para pemain yang tertidur mulai terbangun. Romeo yang sebelumnya diminta membangunkan Ali berniat melakukannya. Tapi melihat Ratih mendekat, Romeo mengurungkan niatnya.


Ratih menaruh jari telunjuknya ke bibirnya, memberi isyarat pada Romeo untuk diam. Ratih lalu berjongkok di depan Ali dengan senyum nakal di bibirnya.


Ratih kemudian menutup hidung Ali dengan tangannya. Ali yang tidak bisa bernafas lalu meronta. Setelah melihat Ali merasa tidak nyaman, Ratih jadi tidak tega, dilepaskan tangannya.


Ratih lalu menghela nafas, dan kemudian membangunkan Ali dengan cara biasa, yaitu menggoyangkan badan Ali. "Al, bangun.. udah pagi. Sarapan dulu.."


Mendengar suara Ratih, Ali terbangun dan menggosok-gosok matanya sambil menguap.


"Jam berapa sekarang?"


"Jam 8." Ratih menjawab.


"Cuma bercanda.."


Ali lalu tahu telah dikerjai Ratih. Dilihatnya Ratih yang tersenyum manis dengan tangannya menyangga wajahnya, sambil berkata,"Selamat pagi Ares.."


Melihat tingkah laku Ratih, Ali hanya dapat menghela nafas. "Selamat pagi Alissa yang nakal. Awas nanti akan aku balas."


"Coba saja kalau bisa" Ratih berkata sambil menjulurkan lidahnya..


Lalu terdengar suara berdehem..


"Ehem.. Ehem.. ok love birds, teruskan urusan rumah tangga kalian di rumah. Ini waktunya bersiap. Sarapan telah diberikan oleh para penduduk desa. Cepat makan dan bersiap. Menurut Sakuya goblin juga sedang bersiap." Dino berkata sambil tersenyum.


Wajah Ratih dan Ali memerah mendengarnya.


"Ok, mari makan dulu."


.......


Setelah makan dan membereskan camp, party Ali segera berkumpul. Mereka tidak lupa memberi makan tunggangan mereka yang mereka bawa di inventori.


"Ok, sebentar lagi mungkin komandan pasukan NPC, akan segera memberikan briefing. Kita tunggu sebentar." Ali berkata.


Seperti yang dikatakan Ali, tidak lama setelah itu, beberapa genderang perang ditabuh selama beberapa menit. Mendengarnya, para pemain yang masih di desa langsung bergegas ke timur pintu masuk desa.


Di atas podium yang disiapkan, seorang NPC dengan kumis dan jenggot lebat kira-kira setinggi 185 cm berdiri menggunakan beragam prajurit Aliansi Tenggara. Saat Ali mencoba melihat informasinya, dia kaget.


[Nero, level 7]


Tidak diduganya seorang NPC berlevel tinggi akan memimpin pertahanan. Sepertinya benteng Rockhelm benar-benar serius ingin menghancurkan setiap goblin sebagai monster yang memiliki kecerdasan.


Lalu terdengar suaranya yang menggelegar..

__ADS_1


"Selamat pagi para prajurit dan petualang Aliansi Tenggara. Sekali lagi para monster berkumpul untuk mengancam ketenangan dan kedamaian Aliansi Tenggara.


Mereka datang entah dari mana, dengan persiapan matang datang ke tanah benua Sol untuk menghancurkan dan menindas kita seperti 300 tahun lalu. Apakah kita akan membiarkannya?"


"TIDAK" Seru para prajurit dan sebagian pemain.


"Ingatkah kalian kepada kota Summerbay? Ratusan ribu penduduknya dibantai oleh monster-monster itu, dan sisanya harus melarikan diri menyelamatkan diri. Akankah kita biarkan para goblin itu melakukan hal yang sama?"


"TIDAK" Lalu suara semua prajurit dan pemain semakin kompak.


"Maka bersatulah. Hanya pada hari ini, jangan pikirkan darimana kalian berasal. Jangan pikirkan siapa di sampingmu. Jadilah unit yang satu. Lindungilah siapapun yang disampingmu, jagalah siapa yang dibelakangmu. Hanya dengan itu kita akan keluar dengan selamat hari ini. Hanya dengan itulah kita akan menang. Apakah kalian ingin menang?"


"YA" Para pemain mulai terintergrasi dengan para prajurit, bahkan Ali dan para pemain di partynya sudah mulai merasa darah mereka mendidih.


"Apakah kalian ingin mendapatkan kontribusi dalam menghancurkan pasukan goblin itu?"


"YA" Sekarang tidak ada lagi perbedaan antara Pemain dan NPC.


"Maka ikuti aku. Kita sambut mereka, dengan pedang dan sihir. Mari berikan pelajaran yang mereka tidak akan lupakan. Kita berikan pukulan terberat pada mereka, sehingga mereka takut pada kita. Mereka takut pada kita, pada prajurit dan petualang Aliansi Tenggara."


"OOO....." Moral para pemain dan Prajurit sudah berada di puncak. Mereka merasa tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka.


"Ulangi kata-kataku. Kami Aliansi Tenggara."


"KAMI ALIANSI TENGGARA" Suara mereka begitu keras sehingga semua penduduk desa Winter gate mendengarnya.


"Kemenangan untuk Aliansi Tenggara!!"


"KEMENANGAN UNTUK ALIANSI TENGGARA!!" Bahkan udara bergetar dan salju di bawah kaki mereka meleleh karena semangat mereka.


Ding


[Moral pasukan mencapai puncaknya. Serangan dan pertahanan bertambah 15%]


Setelah itu, Nero mengatur pasukan. Untuk pasukan di tengah yaitu pasukan inti, diisi dengan 10.000 prajurit Infantri dari benteng Rockhelm.


Untuk sayap kanan dan kiri diisi dengan para pemain. Nero tidak membiarkan mereka sendiri, ditempatkan beberapa prajurit elit diantara para pemain. Pagi ini setidaknya 40.000 pemain berkumpul. Sekitar 25.000 dari Rockhelm dan 15.000 dari desa Winter gate.


Untuk pasukan kavaleri, sekitar 500 pemain memilih bergabung dengan prajurit kavaleri NPC. Mereka sepertinya memiliki pikiran yang sama dengan Rain sebelum diyakinkan oleh Ali.


Untuk yang lain, mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil.


Sebagian pemain berkuda yang tidak memiliki kelompok akhirnya memilih untuk bergabung dengan kelompok Ali. Total 300an pemain memilih bergabung. Ali dengan senang hati menerima mereka.


Ali lalu membagi mereka seperti pembagian semula. Para petarung jarak dekat di lapisan pertama dan kedua. Para penyerang jarak jauh di lapisan ketiga dan keempat, sedangkan para healer di tengah formasi.


"Para goblin sudah dekat. Perkiraanku, dalam 5 menit, mereka akan sampai." Sakuya berada di samping Ali selalu meng-update posisi goblin dan komposisi pasukan mereka.


Pasukan goblin sudah mulai bergerak 30 menit yang lalu. Sebagian besar dari mereka adalah goblin level 2 sebagai infantri. Mereka memakai dua jenis senjata, yaitu pisau dan tombak sepanjang 2 meter. Para goblin yang menggunakan pisau memakai perisai dari kayu.


Di antara para Infantri terdapat goblin elit dengan level 2 dan 3, yang tampak menonjol karena memiliki tinggi diatas rata-rata goblin. Jumlah mereka sekitar 500. Setiap dari goblin elit memimpin kira-kira 200 goblin Infantri.


Adapula goblin slinger. Mereka menggunakan senjata berupa kulit binatang yang di ikatkan dengan 2 tali sepanjang masing-masing setengah meter. Sekilas alat itu mirip ketapel, tapi tanpa kayu berbentuk 'Y' yang biasanya digunakan dalam ketapel. Dibelakang mereka sekitar dua puluhan gerobak membawa batu-batu sebesar telur ayam hingga bola tenis. Rupanya mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk mengumpulkan batu-batu kecil itu. Mereka juga level 2. Jumlah mereka sekitar 2.000.


Selanjutnya, ada goblin shaman. Menggunakan jubah berwarna hijau dan topi kulit yang dipasangkan tanduk kecil, mungkin milik horned rabbit. Level mereka diantara level 2 dan 3. Jumlah mereka hanya 200.


Di tengah mereka terdapat goblin yang lebih tinggi dari goblin lainnya, dia memakai jubah berwarna biru dan topi penyihir. Ditangannya tongkat sihir setinggi 1,8 meter dengan kristal berwarna biru seukuran telur bebek tertanam. Level goblin itu Adalah level 4. Dia bernama Merton, seorang bos goblin.


Formasi goblin itu berbentuk persegi dengan goblin Infantri mengelilingi unit goblin lainnya. Letak goblin slinger mengapit goblin shaman.


Para goblin bergerak pelan. Tidak ada yel-yel, hanya suara genderang perang yang ditabuh beberapa lusin goblin. Mereka tampak disiplin.


"Wajar benteng Rockhelm menganggap mereka sebagai ancaman. Mereka adalah pasukan yang terlatih." Sakuya berkata dengan serius.


Mendengar deskripsi Sakuya, Ali mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2