
Melihat Ali dan ratusan orang datang ke camp, seorang prajurit yang menjaga camp menghentikan mereka, "Maaf tuan, Apa keperluan anda datang ke sini?"
"Kami datang ke sini untuk menyerahkan item misi kali ini." Ali menjawab.
"Oh, silakan terus aja, anda dapat menemui Tuan Cody, untuk melaporkan kontribusi anda di perang ini. Tapi lebih baik Jika beberapa orang saja." Prajurit itu berkata dengan pelan.
"Terima kasih, kami akan ke sana." Ali berkata. Dia kemudian mengajak beberapa pemimpin guild dan kelompok adventurer untuk masuk.
Ali lalu menyerahkan item misi yang berupa belasan ribu kuping goblin kepada Cody.
"Ini adalah daftar nama teman-teman yang ikut dalam tim kami. Tolong dibagi rata."
Cody tersenyum aneh, "Apakah anda yakin tuan? Ini jumlah yang sangat banyak. Anda dapat menukarkannya dengan keistimewaan di benteng Rockhelm."
Ali tertawa, "Hahaha.. Anda lucu, keistimewaan apa lagi yang lebih tinggi di Aliansi Tenggara daripada menjadi anggota klan? Saya menganggap tidak pernah mendengarnya, tolong lakukan yang saya minta."
Keringat dingin membasahi punggung Cody, "Ba.. Baik Tuan Ares Mythcaller, tapi ini akan membutuhkan waktu yang agak lama. Saya menyarankan anda untuk kembali saja. Saya akan menyerahkan bukti kontribusi anda dan teman-teman anda kepada Adventurer Union. Saya jamin tidak akan ada masalah."
"Baiklah kalau begitu, Aku menyerahkan semuanya kepadamu. Ini ada beberapa hadiah untukmu. Ini tanda persahabatan dari klan Mythcaller." Ali mencoba menyelipkan beberapa keping deka ke tangan Cody.
"Maaf tuan, saya tidak bisa menerimanya. Tapi saya akan mengingat kebaikan anda. Bagaimanapun juga, klan anda adalah satu diantara dua klan yang saat ini mau berjuang bersama kami —para prajurit— untuk mengamankan perbatasan Utara Aliansi Tenggara." Cody tidak merasa tersinggung, dia justru merasa terhormat mendengar perkataan Ali, tetapi sebagai prajurit dia tidak dapat menerimanya.
***
Setelah keluar dari ruangan Cody, Rain bertanya, "Kenapa walaupun dia tidak menerima uang itu, dia sepertinya merasa senang?"
Kali ini bukan Ali yang menjawab, Farid mendahuluinya, "sebagai pemimpin Klan, kau harus belajar kepada Ali. Cody awalnya menyarankan sesuatu yang Ali benci.
Saat melihat Ali marah karenanya, dia menjadi takut telah menyinggung Ali. Tapi Ali ingin hubungan klan Mythcaller dengannya terjalin baik, bagaimanapun Cody adalah pejabat di benteng Rockhelm. Maka Ali menawarkan uang sebagai tanda persahabatan. Cody tahu tidak mungkin baginya menerima uang itu, tapi mendengar Ali menawarkannya, dia merasa dihargai oleh klan Mythcaller. Kau harus belajar sedikit tentang politik, sehingga nantinya tidak menyinggung terlalu banyak pihak."
"Begitukah Ali?" Rain bertanya, merasa bingung dengan ucapan Farid.
"Jika kau suatu hari menemukan kesulitan tentang masalah seperti ini, kau bisa menghubungi kami. Bukankah kita teman?" Ali tersenyum.
Rain mengangguk, dia merasa perlu belajar banyak, agar Klannya mendapatkan posisi di Benteng Rockhelm.
***
Setelah kembali ke party-nya, Dika berkata, "Tadi ada utusan dari Desa Winter gate, dia mengundang semuanya yang berpartisipasi untuk menghadiri pesta kemenangan ke alun-alun desa sebentar lagi."
"Oh, sekarang? ngomong-ngomong tadi pejabat yang mencatat kontribusi mengatakan, kita bisa mengambil bukti kontribusi itu di Adventurer Union nanti. Sakuya! Apakah kau menemukan sesuatu yang mencurigakan?"
"Ares, ada beberapa orang yang sesuai dengan gambaranmu, mereka semua ada di desa. Tapi hanya satu yang sangat mencurigakan, jika yang dua masih berkomunikasi dengan orang lain. Yang satu, tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain." Sakuya menjelaskan.
"Di mana dia sekarang?"
"Di sebuah gang kecil, dia sepertinya menunggu sesuatu."
"Ayo kita segera ke sana! Sebelum kita terlambat."
__ADS_1
Semua party Ali lalu segera menuju desa. Suasana desa saat ini, dalam keadaan perayaan. Mungkin sulit untuk orang lain membayangkan, desa ini baru saja mengalami peperangan. Tapi Ali menduga, inilah kehidupan di benua Sol. Di mana suasana yang tenang tiba-tiba terkoyakkan oleh serangan monster yang datang dari dimensi lain melewati retakan dimensi.
Setelah memasuki desa, beberapa penduduk desa menawarkan mereka makanan dan minuman. Ali lalu mengatakan, "kita jangan terlalu banyak yang datang ke sana untuk mengepungnya. Cukup dua tim, masing-masing beranggotakan 10 orang. Dengan dua healer, mungkin tiga lebih baik. Dan yang lain bisa stand by di dekat lokasi, jika dia berencana untuk kabur."
Ali lalu membentuk tim yang terdiri dari enam anggota tim dua Frozen Anvil ditambah Farid, Tara dan dua healer lainnya. Sedangkan untuk tim yang kedua murni dari guild Chrome Blade. Ali lalu mengatur posisi, satu tim masuk dari pintu gang di sebelah kanan, lalu secara diam-diam menempatkan diri mereka di belakang target, sedangkan tim yang kedua, menunggu hingga tim pertama siap, baru menampakan diri.
Sebelum berangkat, Ali berkata, "Lebih baik jika kita naik ke level 3 dulu. Ada banyak legacy shadow core. Aku yakin ada skill yang tepat untuk kita. Dia adalah boss level empat. Kita harus menambah prioritas kita, agar tidak terlalu sering terkena status abnormal."
"Ali benar, ayo kalian segera naik ke level tiga." Rain mengatakan kepada anggota guildnya.
Semua anggota party Ali sebanyak 385 lalu memilih untuk naik ke level 3.
Ali lalu memeriksa beberapa legacy shadow core yang menarik perhatiannya.
Yang pertama, continuous heal. Skill ini akan meningkatkan HP target secara bertahap, Ali merasa, untuk tim 2 yang sedang tumbuh, perlu satu lagi healer. Apa lagi dengan bertambahnya makhluk summon, Ron akan kewalahan menjaga HP setiap orang.
Yang kedua adalah Ice rain, skill ini adalah serangan AoE. Seperti namanya, puluhan kristal es akan berjatuhan dari langit dalam radius lima meter.
Yang ketiga Ice wall. Skill ini adalah metode pertahanan favorit Ali di Arena of Glory. Selain dapat menahan serangan, skill ini juga dapat membatasi arah gerak lawan.
Setelah mempertimbangkan beberapa menit, Ali memilih continuous heal. Dia memilihnya karena semakin besar tim 2,semakin dibutuhkan lebih banyak healer. Apa lagi makhluk summonnya akan semakin banyak. Daripada seorang elementalis, dia nanti akan berperan lebih banyak sebagai summoner.
Ali lalu membuka atributnya,
Ares Mythcaller
Traits:
• Uncontrollable: prioritas +2
• Crippled: efek kekuatan berkurang 50%.
Profesi: Formation Master ( lvl 11)
Hp: 654 (+272)
Mp: 266 (+113)
Kekuatan: 18 (-16)
Fisik: 82 (+52)
Kecepatan: 38 (+20)
Spirit: 123 (+63)
Prioritas: 5 (+2)
Restorasi Hp: 0,82 per detik
__ADS_1
Restorasi MP: 1,23 per detik
Demage elemen es +30%.
Lokasi pengguna selalu terdeteksi oleh Ketua dan wakil ketua Clan Mythcaller.
Saat HP kurang dari 20% dapat menggunakan skill teleport maksimal sejauh 1 km. Cooldown: 24 jam.
Resistensi demage fisik +20%
Resistensi demage spirit +30%
Skill:
• Ice arrow lvl 4: melontarkan panah es ke 1 target. Menimbulkan damage elemen es setara dengan 140% nilai spirit . Berpotensi menimbulkan status abnormal slow. Status abnormal slow dapat ditumpuk 5 kali dan akan menjadi frozen. Konsumsi mana: 1, cool down: 1 detik.
• Winter aura (pasif): memancarkan gelombang udara dingin setiap 5 detik saat musuh berada di radius 20 meter dari pemilik skill, berpotensi mengakibatkan status abnormal slow. Setiap memancarkan gelombang udara dingin mengkonsumsi 2 Mp.
•Continuous Heal lvl 1: menaikkan HP target setara dengan 50% spirit setiap 0,5 detik dalam waktu 1,5 detik. Konsumsi mana: 5, cool down: 5 detik.
Clan skill: Summoning art
• Contract. Jumlah makhluk yang bisa dikontrak adalah 1 makhluk.
• Summon
• Unsummon
• Telepati
Setelah semua telah selesai meningkatkan level, mereka berangkat ke lokasi target.
Ali lalu memimpin tim pertama memasuki lorong di samping sebuah restoran, lebar lorong itu hanya 3 meter, bau sampah dan urin yang cukup menyengat membuat anggota tim yang perempuan merasa tidak nyaman. Ratih lalu pergi lebih dahulu dalam kondisi stealth. Yang lain lalu bergegas menyusulnya.
***
Morton sangat marah dengan kekalahan 100.000 pasukan goblin. Yang membuat Morton marah, hanya sekitar 20.000 musuh yang berhasil dibunuh. Sebagian besar dari mereka hanyalah prajurit yang lemah —sebenarnya mereka adalah para pemain level satu— yang bahkan tidak lebih kuat dari seorang goblin.
Morton harus mengakui, kekuatan musuh di dunia ini jauh lebih kuat dari standar kekuatan di kerajaan goblin. Maka dia bertekad untuk menghancurkan kekuatan itu walaupun hanya sedikit.
Karena itulah dia memutuskan untuk meninggalkan medan pertempuran dan menyusup ke pemukiman musuh, menunggu kesempatan semua musuhnya masuk ke desa ini, lalu dia akan mengaktifkan scroll of banishment. Dia akan mengajak mereka menuju neraka.
Saat dia melihat jalanan desa yang ramai— dia tahu— waktunya untuk beraksi sudah dekat. Tapi sebuah suara di belakangnya membuatnya kaget.
***
Ali melihat sosok itu, bersembunyi dibalik kotak kayu, sambil melihat keadaan jalanan desa. lalu Ali mencoba melihat informasi sosok itu.
[Goblin Shaman Morton (boss) level 4]
__ADS_1