VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep. 28 Ares Armor Set dan Firasat


__ADS_3

"Tolong tunjukkan legacy shadow core level 3 dulu." Ron berkata


"Baiklah, di sebelah sini legacy shadow core dipajang. Tuan dapat memeriksanya.." Wanita elf itu berkata.


Saat tim 1 dan Toran memeriksa, tiba-tiba Adam dan Ron mendapatkan pesan..


Ding


[Sender: Delia


Ali dalam masalah.. tolong segera offline.]


"Apa? Bagaimana mungkin?" Adam berteriak karena kaget.


Semua orang di ruangan itu lalu memandang Adam dengan tatapan penasaran.


"Kau harus tenang, kita segera offline untuk mencari tahu." Ron berbicara di party channel.


"Kalian catat legacy shadow core yang tersedia di sini. Terjadi sesuatu pada Ali. Kami akan offline dulu." Ron selanjutnya berkata.


"Baik, cepat offline. Mudah-mudahan Ali baik-baik saja" Wulan menjawab dengan khawatir.


Ron dan Adam lalu bergegas meninggalkan ruangaan dan keluar dari gedung auction. Perlu diketahui, pemain tidak bisa offline di sembarang tempat.


Misalnya, Seorang pemain, karena keadaan tertentu terpaksa harus offline di sebuah toko, maka saat dia online akan ditempatkan oleh sistem secara random di wilayah yang diizinkan.


Banyak cerita yang tidak mengenakkan bagi para pemain yang terpaksa offline di tempat yang dilarang. Misalnya saat seorang pemain terpaksa offline di toko NPC, ketika dia online, sistem menempatkannya di tengah jalan, dan kebetulan ada prajurit berkuda yang sedang lewat. Maka dia kemudian dilindas kuda-kuda para prajurit. Dia harus mati karenanya. Karena itu Ron dan Adam menghindari offline di gedung auction.


Setelah beberapa meter di luar gedung auction, mereka langsung offline.


.......


Kembali 9 jam sebelumnya. Saat Ali dan lainnya sedang tidur. Terdengar suara ketukan keras di pintu kamarnya.


"Bangun.. bangun.. Dika, Dino, Ali bangun." Delia berteriak dengan nada urgent.


Yang pertama bangun adalah Ali. Ali langsung melompat ke bawah.


Bang..


Mendengar benda jatuh, Dika dan Dino kaget dan terbangun. Tapi Ali tidak memperdulikan reaksi mereka.


Ali langsung membuka pintu dan didapatinya Delia yang sangat bersemangat.


"Ada apa mbak?"


"Kalian segera ke ruang rapat. Ada situasi penting." Tanpa menghiraukan Ali yang bertanya-tanya, Delia menuju kamar Ratih dan mengetuknya serta memanggil penghuninya.


Perlu diketahui di kamar itu dihuni Ratih, Fiona, Sakuya dan Wulan. Karena Wulan bersama tim 1 sedang ke kota New Front, jadi mereka hanya bertiga.


5 menit kemudian, semua anggota tim 2 sudah tiba.


"Ada apa mbak malam-malam membangunkan kami? Aku masih ngantuk nih." Mungkin hanya Dino yang berani berbicara seperti itu di depan Delia. Tapi kelihatannya Delia tidak terlalu peduli. Sebagai kakak iparnya, Delia tahu betul sifat Dino.


"10 menit yang lalu saat aku mengerjakan armor set kalian, lonceng peringatan benteng berbunyi. Lonceng itu berbunyi 3 kali, berarti keadaan benteng tidak dalam keadaan gawat, tapi terdapat ancaman di desa atau dusun di sekitar Rockhelm.


Ini adalah kesempatan bagi kita. Tolong kalian segera ke Adventurer Union. Semestinya ada misi emergency yang dapat kalian ambil.


Sebelumnya tim 3 sudah berusaha membuat armor set untuk kalian. Tapi hanya 2 armor set yang selesai. Milik Ares dan Fiona (Fiona menggunakan nama aslinya). Untuk senjata, Fiona, Rex (nama akun Dino) dan Sakuya sudah siap.


Untuk pelana dan sanggurdi, sesuai janji, hari ini sudah siap."


Delia lalu menaruh semua equipment di meja. Tim 2 yang sebelumnya masih ngantuk, langsung bersemangat. Hanya Ratih yang agak kecewa, karena tidak ada equipment untuknya. Sedangkan Dika sudah maklum.


"Jangan sedih dulu Alissa dan Dior (nama akun Dika), walaupun equipment dan senjata kalian belum jadi. Ada accessories untuk kalian."


Wajah Ratih dan Dika langsung bersinar.


Mereka langsung memeriksa atribut equipment mereka, begitu pula Ali.


Level 2 Ares Tunic (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +10, Spirit +7, kekuatan +5. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥ 2.


Level 2 Ares trousers (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +10, Spirit +7, kecepatan +5. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥2.


Level 2 Ares leather gloves (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +5, Spirit +10, kekuatan +7. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥2.


Level 2 Ares leather boots (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +7, Kecepatan +15, spirit +5. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥2.


Level 2 Ares cape (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +10, spirit +5 , kekuatan +7. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥ 2.


Level 2 Ares leather belt (silver): bagian dari level 2 Ares armor set. Diproduksi oleh Frozen Anvil. Fisik +5, Spirit +7, kekuatan +5. Syarat pemakaian: hanya dapat dipakai Ares saat level ≥ 2.


Efek level 2 Ares armor set:


Lokasi pengguna selalu terdeteksi oleh Ketua dan wakil ketua Clan Mythcaller (1/6)

__ADS_1


Saat HP kurang dari 20% dapat menggunakan skill teleport maksimal sejauh 1 km. Cooldown: 24 jam (2/6)


Mp +50 (3/6)


Resistensi demage fisik +20% (4/6)


Resistensi demage spirit +30% (5/6)


Hp +200 (6/6)


"Wow, ini luar biasa. Bukankah aku lebih kuat daripada monster elit." Ali berkata.


Delia hanya dapat tersenyum melihat tingkah laku Ali. Fiona juga tercengang Dengan efek armor set yang dia miliki.


"Mbak, aku ganti baju dulu ya?"


"Ya, tapi cepat." Delia mengingatkan. Momen paling disukai Delia, atau mungkin semua artisan adalah saat karyanya dihargai. Jadi Delia tidak memaksa Ali mengganti equipmentnya di sini menggunakan sistem.


Satelah Ali masuk kamarnya, Ali lalu mengganti equipmentnya. Ditambah dengan equipment yang sebelumnya dipakai yaitu:


Lvl 2 tribal neclace (silver): diberikan kepada setiap goblin shaman oleh goblin king. Spirit + 15, fisik +5. Efek: mana barier: membuat mana barier di sekitar pemakai selama 10 menit. Selama memakai mana barier, pemakai tidak bisa menyerang. Syarat pemakaian: Spirit: 20 Cool down: 5 hari.


Lvl 2 coldwood wand (perunggu): dibuat oleh goblin enchanter sebagai senjata standar goblin shaman. Spirit + 7 dan menambah demage elemen es 30%. Syarat pemakaian: spirit: 20


Ali lalu membuka atributnya:


Ares Mythcaller


Level : 2 exp: 0%


Traits:


• Uncontrollable: prioritas +2


• Crippled: efek kekuatan berkurang 50%.


Profesi: Formation Master ( lvl 10)


Hp: 472 (+272)


Mp: 236 (+113)


Kekuatan: 16 (-16)


Fisik: 72 (+52)


Spirit: 103 (+63)


Prioritas: 4 (+2)


Restorasi Hp: 0,72 per detik


Restorasi MP: 1,03 per detik


Demage elemen es +30%.


Lokasi pengguna selalu terdeteksi oleh Ketua dan wakil ketua Clan Mythcaller.


Saat HP kurang dari 20% dapat menggunakan skill teleport maksimal sejauh 1 km. Cooldown: 24 jam.


Resistensi demage fisik +20%


Resistensi demage spirit +30%


"Wow.. Aku tahu armor set ini luar biasa, ternyata dengan memakainya, efeknya.. just wow.." Ali tidak tahu harus berkata apa.


Yang paling Ali perhatikan adalah efek armor set ini.


Efek pertama armor set ini seperti GPS, Ali merasa agak tidak nyaman posisinya selalu diketahui Adam, Delia dan Ron. Bagaimanapun juga, sebagai individu, dia juga butuh privasi. Tapi bagaimana lagi? Apakah Ali harus ke Delia untuk protes? Ali tidak berani.


"Paling tidak di saat pertempuran, Koordinasi dengan Ron akan semakin baik dengan efek ini." Ali mencoba menghibur dirinya.


Setelah melihat Efek kedua armor set ini Ali merasa terhibur. Ini adalah efek life saving terbaik yang dia bisa dapatkan di level ini, tentu saja itu menurut Ali.


Untuk efek ke-3 sampai ke-6, efek-efek ini akan membuat Ali bisa disejajarkan monster elit. Ali bahkan merasa dia bisa bertarung satu lawan satu dengan monster elite beberapa level di atasnya berkat efek-efek armor set ini.


Ali puas setelah mereview armor setnya. Ya, armor setnya, karena nama armor set ini memang menggunakan nama akunnya dan hanya dapat dipakainya.


Dia lalu keluar kamar, menuju ruang rapat.


.......


Melihat Ali datang, Delia lalu meneruskan briefingnya.


"Yang menjadi kapten sementara dalam misi kali ini adalah Ares. Posisinya serta kemampuannya untuk menganalisa keadaan di lapangan sangat diapresiasi Ron. Karena itu, tim 2 aku serahkan kepadamu untuk kali ini, Ares. Aku percaya padamu."

__ADS_1


Mendengar penunjukan dirinya menjadi kapten sementara tim 2, jantung Ali berdetak lebih cepat. Antisipasi, keraguan, perasaan tertantang, ketakutan, berbagai perasaan bercampur baur di hatinya. Ali tidak tahu harus menjawab apa.


Kemudian ketakutan dan keraguan dalam hatinya semakin besar, dan mulai mendominasi.


'Bukankah lebih baik jika Dika yang memimpin, dia punya pengalaman lebih dari 20 tahun, tentunya dia lebih cocok menggantikan Ron. Lagipula hubunganku dengannya harmonis, bagaimana jika dia tersinggung kalau aku menerima posisi kapten?'


Kecemasan dan ketakutan menariknya semakin ke dalam ketidakpastian. Saat dia akan menolak penunjukan Delia, dia teringat perkataan Ron kemarin.


”Cepatlah tumbuh Al. Frozen Anvil semakin besar. Tidak cukup hanya dengan Aku Adam dan Delia, kau pun harus mempersiapkan diri.”


Ali lalu melupakan semua kecemasannya, 'Apa yang akan terjadi, akan terjadi. Aku cukup harus berusaha sekuat tenaga.'


"Aku akan berusaha semaksimal mungkin." Ali menatap Delia dengan determinasi.


Tidak ada anggota tim 2 yang tidak setuju, termasuk Dika. Semua telah melihat peran Ali di setiap pertempuran. Apalagi, selain Ron, hanya Ali yang memiliki fleksibilitas berpikir untuk mengambil keputusan saat bertempur. Sering Ali melakukan improvisasi yang diakui keefektifannya oleh semua anggota tim 2 termasuk Ron.


Delia tersenyum, "ayo ke luar. Aku berikan pelana dan sanggurdi untuk ibex dan raptor kalian."


Mereka pun keluar dari gedung Frozen Anvil. Setelah sampai di depan toko, Ali dan lainnya memanggil summon mereka masing-masing. Sakuya yang tidak punya tunggangan, dipinjami Delia ibexnya.


Delia lalu memberikan pelana dan sanggurdi masing masing kepada semua anggota tim 2. Setelah memakaikannya ke tunggangan mereka, mereka merasakan bedanya. Posisi mereka lebih stabil dan hal ini membuat tunggangan dan pengendara lebih nyaman.


Ada hal istimewa yang dipasangkan ke ibex, Di sisi kanan dan kiri diberi kaitan dan pengendaranya memasangkan pengait yang dihubungkan ke sabuknya. Saat naik, pengait dan kaitan berupa cincin logam akan dihubungkan, hal ini akan menyebabkan tubuh pengendara benar-benar terikat pada pelana ibex, sehingga pengendara tidak takut terlempar saat ibex melakukan Dash.


"Hanya ini yang dapat tim 3 lakukan untuk membantu kalian, sekarang pergilah ke Adventurer Union untuk mencari informasi dan menerima misi." Delia berkata.


"Baiklah, kami berangkat, terima kasih mbak untuk semuanya." Ali berkata.


Mendengar perkataan Ali, Delia merasa aneh. Seakan Ali akan pergi jauh, dan akan sangat lama untuk dirinya melihatnya lagi. Tapi sekejap saja pikiran itu ditepisnya. 'Mungkin aku terlalu lelah, aku akan tidur setelah ini.'


"Hati-hati, utamakan keselamatan."


"Baik mbak, assalamualaikum.." Ali berkata. "Ayo berangkat.."


"Waalaikumsalam.." Delia menjawab.


Delia melihat mereka berangkat. Sesaat, matanya selalu memandang punggung Ali yang semakin jauh. Semakin jauh Ali, semakin hatinya tidak tenang. Perasaannya sekarang seperti seorang ibu yang melihat anaknya bermain di pinggir sungai.


'Semoga hanya perasaanku.'


.......


Ali memimpin tim 2 menuju Adventurer Union. Awalnya mereka hanya berjalan pelan. Semakin jauh dari gedung Frozen Anvil, perasaan Ali menjadi nostalgia, sebelum berbelok di persimpangan jalan, Ali menoleh, memandang ke gedung Frozen Anvil Di kejauhan. Perasaan yang Ali telah kenal menyentuh hatinya. Ali ingat, saat dia meninggalkan panti asuhan, perasaan ini timbul.


"Rupanya aku sudah menganggap gedung itu rumahku, aku akan segera pulang.. bye.." Ali berkata lirih.


Dino di belakangnya, memandang tingkah Ali dengan tatapan aneh. "Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?"


Ali hanya tersenyum, " Ya.. Aku meninggalkan sesuatu di kamar. Tapi tidak apa-apa."


Jalanan Benteng Rockhelm yang biasanya agak sepi di dini hari, menjadi ramai. Para pemain dan prajurit NPC bergegas ke tujuan mereka masing-masing. Untuk prajurit akan berkumpul di barak mereka masing-masing.


Sedangkan para pemain akan ke Adventurer Union untuk menerima misi.


Ali dan tim 2 berjalan agak cepat, Beberapa menit kemudian mereka melalui jalan di mana Legacy Hall berada. Untuk sampai ke Adventurer Union, mereka harus melalui jalan itu.


Saat berada di depan Legacy Hall, sebuah pemikiran melintas. Ali lalu berkata ke teman-temannya.


"Aku harus ke Legacy Hall cepat atau lambat, karena aku sudah level 10. daripada nanti, lebih baik sekarang, mumpung sepi. Lagipula, sepertinya, kita harus menunggu juga terlebih dahulu semua berkumpul, sebelum berangkat. Aku ke Legacy Hall dulu ya.."


Anggota tim 2 hanya bisa mengiyakan. Ali lalu bergegas menuju Legacy hall.


Dika lalu bertanya," Bukankah baru tadi pagi dia berlatih? Bagaimana bisa secepat itu menjadi level 10?"


Dino berkata dengan wajah kesal, "Kau tanya aku, aku harus tanya siapa?"


Ratih berkata dengan bangga, "Ali, maksudku Ares memang hebat. Itu hal yang biasa."


Saat bersama Sakuya, mereka berusaha saling memanggil dengan nama akun masing-masing. Agar Sakuya tidak merasa aneh. Bagaimanapun juga Sakuya adalah NPC.


Fiona hanya menggelengkan kepalanya, "Kau tidak akan mendapatkan jawaban yang logis dari Alissa kalau kau bertanya tentang Ares. Jangan buang waktumu."


Wajah Ratih memerah. "Hei.. apa maksudmu aku idiot?"


"Hanya idiot jika berkenaan dengan Ares." Sakuya menyahut.


Yang lain tertawa.


Wajah Ratih semakin memerah. "Bahkan Sakuya menggodaku.. Hem.."


Sakuya sudah mulai dapat bercanda dengan Ratih dan Fiona. Siang tadi, mereka telah menghabiskan waktu mengitari benteng Rockhelm, makan makanan yang mereka anggap menarik, dan berbelanja.


Beberapa menit kemudian Ali keluar Legacy Hall.


"Maaf menunggu, ayo berangkat.."

__ADS_1


Tim 2 melanjutkan perjalanan mereka ke Adventurer Union.



__ADS_2