
"Ini tidak akan mudah." Ali berkata.
"Benar, tapi di pihak kita terdapat belasan ribu prajurit level 4 dan 5. Pasukan goblin itu seperti telur yang dilemparkan ke bebatuan." Rain menjawab.
"Maksudku, formasi goblin terlihat solid. Akan sulit bagi kita mendapatkan kesempatan. Tapi kita lihat saja dulu, mungkin hal menarik akan terjadi."
Rain hanya diam saja mendengarnya.
Lima menit kemudian, pasukan goblin dan pasukan infantri sudah berhadap-hadapan. Jarak mereka hanya 200 meter.
Nero Berada di atas kuda hitam yang besar diantara pasukan inti tersenyum melihat formasi para goblin. "Menarik, monster kecil seperti kalian bisa berbaris dengan rapi."
Nero lalu mengangkat tangan kanannya. Seketika itu genderang perang ditabuh memecah ketegangan. Suaranya begitu keras seakan menggetarkan langit.
Dari arah goblin lalu terdengar suara genderang perang yang lain. Nadanya berbeda dengan genderang pasukan infantri, lebih teratur. Setelah itu, pasukan goblin mulai bergerak
"Mereka mulai bergerak, tidak cepat."Sakuya berkata di samping Ali.
Para pemain di sekitar Ali mendengar dengan seksama.
Setelah jarak antara pasukan memasuki jarak 100 meter, genderang perang pasukan goblin ditabuh dengan ritme yang lebih cepat. Para goblin lalu berteriak dan berlari ke arah pasukan infantri.
Nero lalu mengangkat tangan kanannya lagi, kali ini jari telunjuknya menunjuk langit. Melihat isyarat itu, ritme genderang perang berubah.
Para prajurit di pasukan inti di belakang lalu mengambil busur panah, mereka menarik tali busur panahnya, anak panah menghadap 45 derajat ke arah para goblin. Para pemain yang tidak mengetahui isyarat militer hanya dapat mengikuti. Mereka ikut menarik busur mereka dengan anak panah terisi.
Saat para goblin memasuki jarak 50 meter, Nero mengayunkan tangan kanannya ke depan. Setelah itu genderang perang pasukan infantri berhenti. Para prajurit lalu melepaskan anak panah mereka. Para pemain terlambat merespon, tapi tetap melepaskan anak panah mereka. Beberapa dari mereka bahkan menggunakan skill arrow rain.
Hujan anak panah lalu meliputi pasukan goblin, beberapa goblin terjatuh. Para goblin yang terjatuh lalu terinjak-injak goblin-goblin dibelakangnya. Formasi goblin mulai kacau.
Para prajurit dan pemain yang membawa busur terus menghujani para goblin yang berlari ke arah pasukan infantri. Hingga pada jarak 5 meter, Nero mengangkat tangan kanannya yang mengepal dan berteriak,
"Bunuh mereka!"
Para prajurit dan pemain lalu berteriak, "bunuh mereka!"
Walaupun mereka berteriak, mereka tidak bergerak dari posisinya. Mereka justru bersiap menerima serangan para goblin.
Berbagai macam skill lalu dilakukan para goblin, continuous stabs, power slash, fast strike, dan skill sejenis lainnya. Tapi para prajurit di pasukan inti tidak bergeming. Mereka dengan serentak menggunakan skill Roar.
Lalu kejadian aneh terlihat, goblin-goblin Di lapisan paling depan seperti kehilangan kesadaran, meluncur dengan wajah lebih dulu ke formasi perisai para prajurit karena momentum saat mereka berlari. Para prajurit lalu menyerang secara bertubi-tubi goblin-goblin yang kehilangan kontrol atas tubuhnya itu.
Hal ini terjadi karena prioritas para prajurit terlalu tinggi. Dengan rata-rata level 4 sampai 5, setiap skill prajurit akan 100% memberikan status abnormal kepada para goblin, karena para goblin cuma level 2. Dan efek yang diberikan oleh skill Roar adalah membatalkan skill musuh di jarak 10 meter dan menyebabkan status abnormal stunned pada musuh.
Masih banyak goblin yang dalam kondisi stunned dalam jarak 10 meter dari barisan prajurit. Tapi para prajurit di depan tidak bergerak. Justru dari belakang mereka, beterbangan skill seperti ice ball, ice arrow, fire ball, dan skill sejenis lainnya. Para prajurit bertipe spirit akhirnya mendapatkan kesempatan.
__ADS_1
Tapi hal tersebut tidak membuat takut para goblin, mereka secara membabi buta berlari menerjang formasi, tidak memberikan waktu cooldown bagi skill para prajurit.
Dapat dikatakan, pasukan inti Infantri mendominasi pada benturan pertama dengan para goblin. Ratusan goblin mati dalam benturan itu. Hanya beberapa goblin elit yang mampu memberikan sedikit perlawanan.
Keadaan berbeda justru dialami di kedua sayap pasukan infantri.
Sebenarnya kekuatan para goblin dan pemain berimbang. Walaupun mayoritas para pemain memiliki level 1, secara atribut, mereka tidak terlalu terlalu jauh ketinggalan dengan para goblin.
Base stats goblin hanya 25. Di level 2, goblin hanya memiliki 50 total stats. Dibandingkan dengan base stats Pemain yang 40, perbedaan 10 stats tidak Benyak berpengaruh.
Tapi hal itu hanya berlaku untuk stats. Kenyataannya, goblin yang memiliki 2 skill dan prioritas 2 dapat memberikan kesulitan kepada para pemain berlevel 1.
Untungnya komposisi tipe pemain lebih beragam dari goblin. Dibantu oleh para healer, para pemain yang bertahan di depan dapat bertahan. Para pemain tipe spirit yang menggunakan skill seperti ice ball, ice arrow, fire ball, dan skill sejenis lainnya juga membantu serangan, sehingga membunuh para goblin lebih cepat.
Walaupun begitu, ukuran goblin yang kecil, memungkinkan dua goblin menyerang satu pemain yang bertahan. Sehingga sedikit demi sedikit pemain juga terbunuh. Apalagi goblin elit bersama mereka, semakin menekan para pemain di sayap pasukan.Tapi hal itu belum bisa memberikan banyak keuntungan bagi pasukan goblin.
Di sisi goblin, karena tidak banyak goblin shaman yang mereka miliki, unit ini belum banyak difungsikan. Mereka menunggu berkurangnya lebih banyak musuh, sebelum para goblin shaman bertindak lebih banyak. Hanya sekali-kali goblin shaman yang memiliki heal menolong goblin elit yang terluka atau melontarkan skill ice ball ke barisan pasukan infantri. Bagaimanapun juga mana mereka terbatas, mereka menunggu waktu yang tepat.
Tapi goblin slinger dapat berperan lebih. Saat mereka berada 50 meter dari barisan pasukan infantri, mereka melontarkan batu-batu kecil ke barisan musuh. Tetapi akurasi mereka sungguh menyedihkan, banyak dari batu-batu itu justru mengenai goblin di barisan depan. Tapi mayoritas tetap mengenai para prajurit dan pemain, sehingga melukai mereka. Para pemanah di pasukan infantri tidak berdiam diri. Mereka menghujani para goblin dengan anak panah.
Para pemain berkuda mulai melakukan gangguan pada kedua sayap pasukan goblin 15 menit setelah awal benturan kedua pasukan. Mereka menerjang beberapa meter ke dalam barisan sayap pasukan goblin sebelum keluar lagi. Serangan mereka tidak banyak menimbulkan kerusakan pada formasi pasukan sayap goblin. Para goblin bahkan berhasil menghancurkan beberapa kelompok kavaleri pemain.
"Ali, sampai kapan kita menunggu. Lihat, kelompok kavaleri lain mulai bergerak." Farid mendesak Ali. Dia merasa tidak sabar untuk menyerang para goblin. Sudah 15 menit mereka menunggu, Farid mulai jengkel dengan diamnya Ali.
"Sabar, waktunya belum tepat. Kau dengar sendiri penjelasan Sakuya. Para goblin masih waspada. Bahkan beberapa kelompok kavaleri pemain sudah hancur." Ali mencoba menenangkan Farid yang dari tadi mendesaknya.
Ali sebenarnya mulai berpikir untuk menyerang sayap pasukan goblin. Dia juga agak tidak sabar. Tapi logikanya masih menghentikannya.
'apa artinya mendapatkan beberapa poin kontribusi, jika resikonya adalah kehancuran pasukan?' Ali berpikir.
"Tidak. Ini belum waktunya." Jawaban Ali tegas. Ali merasa tidak ada gunanya lagi panjang lebar menjelaskan. Mereka semua mendengar setiap laporan Sakuya. Jika itu tidak bisa meyakinkan mereka, maka penjelasan tambahan darinya tidak akan didengar oleh mereka.
Para pemain yang sebenarnya merasa frustasi tidak berani lagi membantah. Mereka tidak ingin merusak hubungan yang sudah mulai terjalin antara mereka dan Frozen Anvil. Mereka sekali lagi harus mendengarkan keputusan Ali.
Tapi Ali tahu dia tidak dapat selamanya menahan keinginan mereka. Dia belum bisa membuktikan sama sekali kebenaran putusannya.
Ali bersyukur tidak ada anggota Frozen Anvil yang mempertanyakan keputusannya. Jika ada satu saja anggota Frozen Anvil yang menunjukkan sikap tidak setuju dengan keputusannya, dia tahu wibawanya sebagai kapten sementara tim 2 akan hancur di mata pemain lainnya.
Dia sebenarnya takut Dino ikut menjadi tidak sabar. Tapi setelah beberapa kali melihat ekspresinya, Ali menjadi tenang.
Dino yang biasanya vokal kali ini sangat tenang. Ali bahkan heran bagaimana anak ini bisa menjadi pendiam. Ini berlawanan dengan karakternya yang meledak-ledak dan tidak sabaran. Dino yang paling sering mengkritik dan menggoda Ron saat Ron memimpin tim, kini diam seribu bahasa.
Sebenarnya Dino juga tidak sabar. Tapi Dino tahu Ali anak yang keras kepala. Jika Ali memutuskan menunggu, tidak ada gunanya mendebatnya. Dino juga mengetahui kemampuan Ali. Saat bermain Arena beberapa kali, berapa kali Dino bisa mengalahkan Ali? Tidak pernah satu kalipun.
Mungkin banyak orang yang mendebat bahwa ini karena profesi mereka, Ice elementalis sudah sewajarnya mengalahkan Light Guardian. Saat Ice elementalis melakukan kitting pada Light Guardian, cepat atau lambat Light Guardian akan kalah. Intinya adalah, jika Ice elementalis cukup sabar dan stabil maka 80% dia akan mengalahkan Light Guardian.
__ADS_1
Tapi Dino tahu kelebihan Ali bukan terletak pada gaya bermain yang mengutamakan kestabilan. Dino mengetahui Ali bukannya stabil tapi keras kepala. Dia akan menunggu jika harus menunggu, tapi jika dia melihat satu saja kesempatan, maka dia akan menyerang lawannya dengan brutal, tidak memberikan kesempatan bagi lawannya sama sekali, bahkan untuk bernafas. Dino bahkan lebih takut kepada Ali daripada Ron karena keagresifan Ali.
Sekarang ada orang-orang yang meragukan Ali, Dino ingin tertawa.
'Kalian belum tahu keganasan Ali kalau diberi kesempatan, jika kalian tahu, maka kalian akan malu telah meragukan Ali.'
Kondisi peperangan yang berimbang antara kedua pasukan berlangsung selama 20 menit. Korban berjatuhan di kedua belah pihak. Dari pihak goblin, Sekitar 30.000 goblin telah mati. Mayoritas dari mereka mati ditangan pasukan inti Infantri. Di pihak pasukan infantri pasukan dan kavaleri pemain, total 15.000 orang terbunuh. Semuanya adalah pemain. Para goblin belum bisa melukai formasi pasukan inti.
Pasukan inti Infantri seperti gunung, sangat stabil. Tanpa lelah mereka melakukan rutinitas, prajurit depan menggunakan Roar untuk membatalkan skill penyerang dan menyebabkan status stunned di 10 meter di sekitar mereka. Prajurit tipe spirit lalu membantu mereka menghabisi musuh. Prajurit healer akan mengembalikan HP prajurit yang di berada bawah 50%.
Para goblin, walaupun sangat disiplin, menjadi frustasi saat menyerang mereka. Mereka tidak lagi terlalu menekan pasukan inti, sedikit demi sedikit tekanan mereka pusatkan ke sayap pasukan.
Para pemain semakin merasa tekanan pada mereka terlalu berat. Semakin banyak batu yang menghujani mereka. Goblin-goblin elit yang terluka semakin banyak yang mendapatkan heal. Hal ini membuat mereka semakin frustasi.
Sepuluh menit kemudian, pertahanan di sayap kiri pemain mulai menunjukkan kelemahan. Mereka terdesak dan barisan mereka mulai mundur. Hal ini dikarenakan para goblin shaman mulai menyerang sayap kiri dengan skill serangan seperti ice ball. Bola-bola es menghantam perisai para pemain menimbulkan ledakan yang tidak hanya melukai pemain itu tapi juga pemain disekitarnya.
Skill AoE (area of effect) yang lebih besar yaitu Ice Rain dan Ice spike kadang-kadang menghujani dan melukai kaki para pemain dengan radius 10 meter, semakin menyulitkan para pemain. Dua Skill ini dilakukan oleh Merton, dia tidak ingin pasukan inti Infantri mengetahui keberadaannya, karena itu dia hanya menyerang sekali-kali. Target serangannya pun tidak tetap. Dia menunggu keadaan yang lebih matang, untuk menghancurkan sayap kiri musuhnya dalam sekali serangan yang masif.
Nero memang melihat kondisi kedua sayap mulai tertekan, karena itu dia mulai mengirim bala bantuan untuk mengurangi tekanan di kedua sayap, terutama prajuri-prajurit yang memiliki skill AoE Massive Heal yang dapat menaikkan HP pasukan dalam radius 5 meter dan Cure yang dapat menghilangkan status abnormal pada target.
Ini hal terbaik yang bisa dia lakukan, selain meningkatkan tekanan kepada pasukan inti goblin dengan penggunaan skill serangan AoE pada goblin.
Nero lebih waspada, karena dia belum tahu posisi Merton pemimpin para goblin. Tapi usahanya tidak berhasil menarik perhatian Merton.
Intensitas serangan para goblin pada pasukan inti Infantri mulai melambat. Hal ini dikarenakan serangan AoE pasukan tipe spirit dan pemanah yang masif memaksa para goblin mengendurkan serangan.
Melihat serangan pasukan inti tidak banyak menimbulkan kerusakan pada pasukan goblin yang mengendurkan serangan mereka, Nero mengakhiri serangan masifnya.
Nero mengernyitkan keningnya, dia tahu para goblin merencanakan sesuatu, maka dia memerintahkan para ajudannya melihat lebih detil kondisi di kedua sayap pasukan. Tapi tentu ini akan memerlukan waktu yang agak lama. Dengan keadaan peperangan yang deadlock, Hanya tindakan ini yang bisa dia lakukan.
Nero tidak bisa melihat siasat Merton, bukan berarti Ali tidak bisa melihat. Mendengar situasi yang dilaporkan Sakuya, dia tersenyum.
Sebenarnya, dia cukup frustasi 30 menit ini. Banyak pemain yang mendesaknya untuk segera menyerang. Tapi Ali tetap keras kepala menolak, karena keadaan belum memungkinkan.
Desakan semakin banyak yang datang dari Rain dan Farid. Mereka mendesak karena melihat kelompok kavaleri pemain lain masih mengganggu sayap pasukan goblin, walaupun masih tidak terlalu dalam pada 30 menit terakhir ini. Panen kontribusi kelompok kavaleri lain sudah jauh meninggalkan mereka.
Melihat senyum Ali, para pemain merasa waktu penantian mereka segera berakhir. Farid yang sudah tidak sabar lagi bertanya, "Apakah kita akan menyerang?"
Ali mengangguk, "benar, ini waktunya. Tapi kita harus memutar jauh.
Sakuya suruh Kuro untuk mengerahkan shadow clonenya mencari setiap pengintai dari pasukan goblin di sisi kiri dan belakang pasukan goblin. Pastikan semua pengintai ditemukan.
Ratih dan Fiona kalian berdua berpencar untuk menyergap setiap pengintai. Bekerjasamalah dengan shadow clone Kuro untuk mencari mereka.
Pastikan pergerakan kita tidak terdeteksi oleh para goblin.
__ADS_1
Ini saatnya kita mengambil bagian di perang ini. KALIAN SIAP?"
"SIAP.." Seluruh anggota party berteriak.