VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep.8 Light Steps dan Sarang Goblin


__ADS_3

Beberapa detik kemudian, Fiona mulai menyerang dengan Arrow Rain.


1/8 hp berkurang dari 5 goblin. 2 goblin lainnya berada di luar area skill. Lalu mereka mencari penyerang.


Saat itu Dika dan Dino muncul dari semak.


Dika menggunakan continuous stabs pada goblin yang bersenjata tombak, 2 kali kritikal. Diteruskan dengan serangan biasa. Goblin itu mati.


Sedangkan Dino mengunakan Roar. 3 goblin mengalami stunned. Dino lalu menebas leher goblin yang mengalami stunned dengan kapaknya. Ratih menikam sasaran Dino. Dua kali tikaman lagi dari ratih, dan goblin itu ikut mati.


Ali menyerang goblin yang berada di kejauhan yang tidak terkena serangan Fiona, dan tidak mengalami stunned, hasilnya dia terkena status slow.


Melihat goblin yang berlari pelan karena terkena slow, Fiona menyasarnya dengan panah biasa. Dengan kerja sama Fiona dan Ali, goblin itu tumbang. 3 mati, tinggal 4.


2 goblin yang tidak mengalami stunned akhirnya menyerang, mereka menyasar Dika yang terdekat dari mereka. Dika berhasil menghindari serangan dari 1 goblin, tapi goblin yang lainnya berhasil melukai Dika.


Hp Dika turun sedikit, lalu kembali penuh dengan heal dari Ron.


Dino yang berhasil membunuh targetnya lalu menabrak goblin yang menyerang Dika dengan perisainya, akibatnya, goblin itu terlempar. Dika lalu menyerang goblin lainnya.


Sedangkan goblin yang terlempar menjadi target Ratih dan Fiona. Nasibnya sudah dapat ditebak.


Dika lalu menyerang target Dino dengan continuous stabs. Dalam 2 detik goblin itu mati. 2 mati lagi, tinggal 2.


2 goblin yang mengalami stunned sudah terbebas, tapi melihat situasi di hadapan mereka, mereka takut dan ingin lari. Tapi dengan ice Arrow Ali, pelarian mereka sia-sia. Anggota tim lainnya mengeroyok 2 goblin itu hingga mati.


Pertempuran pertama Ali di Legacy berakhir dalam waktu 20 detik.


.......


Setelah membunuh setiap goblin, anggota tim 2 beristirahat sebentar, setelah 30 detik, status bertempur tim berakhir, di atas mayat 7 goblin, terdapat 7 kristal berwarna putih.


“Ok, Harvest time. Setiap anggota membuka 1 loot kristal. Aku sebagai kapten membuka 2. Ada yang keberatan?”, Ron berkata, sambil berjalan menuju kristal.


Dia lalu menyentuh kristal itu, lalu kristal itu pecah dan menjadi 5 koin 1 deka, benda seperti telur burung puyuh berwarna hitam yang merupakan shadow core, dan daun telinga runcing berwarna hijau, yang merupakan quest item.


Ron menyentuh shadow core itu, lalu kecewa,


[Shadow core lvl 2]


Karena ini adalah blank shadow core.


Dalam legacy, pemain tidak akan mendapatkan exp dari membunuh monster. Saat membunuh monster, monster hanya menyisakan jasad yang akan hilang dalam waktu 1 jam dan loot crystal.


Jasad monster dapat diambil bagian tubuhnya seperti kulit, gigi, dll oleh profesi yang memiliki skill dismantle atau skinning. Untuk equipment dapat diambil, tapi akan dinyatakan rusak oleh sistem. Tentu saja untuk equipment yang terbuat dari logam, dapat juga diambil, lalu dileburkan oleh blacksmith dan dibuat equipment baru.


Loot crystal seperti treasure chest di game lain. Berisi hadiah dari sistem untuk membunuh monster. Biasanya berisi koin deka, shadow core, equipment bila monster itu humanoid, monster egg dan quest item.


Untuk PvP, pemain yang melakukan malicious attack tidak akan mendapatkan loot crystal bila membunuh lawannya. Justru, defensive attack, akan mendapatkan loot crystal jika berhasil membunuh lawannya. Tapi, dalam perang atau misi yang melibatkan 2 faksi yang saling berlawanan, loot crystal akan muncul. Karena itu, PK (player killing) sangat jarang terjadi, kecuali ada alasan kuat dibelakangnya.


Untuk shadow core, dibagi menjadi 3. Diantaranya:


• Blank shadow core, yang hanya memberi exp pada pemain, tidak ada kegunaan lain.


• Elemental shadow core, dapat digunakan sebagai material membuat equipment dan proses produksi lain.


• Legacy shadow core. Digunakan untuk level up, saat exp mencapai 99,99%. Shadow core jenis ini akan mewariskan skill monster pada pemain yang menggunakannya.


Ron lalu menyuruh semua anggota tim untuk membuka loot crystal. Setelah Ali, Dika dan Dino membuka loot crystal mereka. Mereka juga mendapatkan loot yang sama dengan Ron. Saat Ratih membuka loot crystal miliknya, Ratih mendapatkan 6 koin 1 deka, shadow core elemen es level 2, Lvl 2 goblin spear, dan telinga goblin.


Lvl 2 Goblin spear (besi) : tombak yang dibuat secara kasar oleh goblin, tapi jangan remehkan daya serangnya, belasan hewan buruan mati olehnya. Kekuatan +4, kecepatan +2. Syarat memakai: kekuatan 15.

__ADS_1


Ratih lalu memberi tombak tersebut kepada Dika.


Dika hanya dapat tersenyum saat melihat atribut tombak itu. “Thanks Ratih, ini tombak yang bagus untuk saat ini.” Dika berkata.


“Ini untuk tim” jawab Ratih, sambil mengangguk.


Dika langsung memakainya, karena kekuatannya 20.


Selanjutnya giliran Fiona. Fiona mendapatkan 5 koin 1 deka, legacy shadow core lvl 2 dan telinga goblin.


Fiona lalu menyentuh legacy shadow core itu.


Goblin legacy shadow core lvl 2: dapat digunakan untuk level up ke level 2, mengajarkan skill: light steps (pasif)


Light steps (pasif): saat melangkah tidak akan meninggalkan jejak kaki dan suara. Serangan yang sebelumnya tidak disadari target akan mengakibatkan damage kritikal dan kemungkinan besar memberi status abnormal stunned.


“Ini untukmu, konsumsi 5 blank shadow core. Lalu level up dengan ini.” Ron berkata.


“Terima kasih teman-teman, hehe.. Maaf Ali, aku dulu”,Ratih lalu memegang 5 shadow core dan memilih konsumsi untuk menaikkan experiencenya ke 99,99%. Setelah itu menggunakan legacy shadow core.


Setelah level up, Ratih mengalokasikan free poin seperti sebelumnya, 10 kekuatan, 10 fisik, 15 kecepatan dan 5 spirit.


Satelah itu, Ratih mencoba berjalan di rerumputan, rumput itu memang tertekan saat diinjak Ratih, tapi setelah ditinggalkan, akan kembali seperti semula, tidak rusak. Yang lebih aneh, sama sekali tidak terdengar langkah kaki Ratih.


‘Ini skill yang dibuat khusus untuk assassin.’ Ali bergumam.


“Ok. Kita istirahat sebentar, makan roti dapat mempercepat pemulihan mana. Setelah ini, kita cari sarang goblin. Tentu ada di sekitar sini.” Ron berkata, sambil makan rotinya.


“Hei Ron, sepertinya skill contract sudah ter-unlock. Jumlah makhluk yang dapat dikontrak menjadi 1, dan sepertinya aku dapat menggunakan skill ini sekarang.” Ratih berkata dengan ceria


”Jangan dulu, jangan di sini. Kita selesaikan misi goblin ini dulu.


Jadi cara men-unlock skill ini dengan naik ke level 2. Aku akan kirim pesan dulu ke Adam dan Delia, Kalian istirahat dulu.” Ron berkata.


Setelah beristirahat, mereka bangun dan melacak jejak goblin. Fiona yang berprofesi sebagai Hunter, memiliki kemampuan Pathfinder, mendapatkan petunjuk arah sarang goblin yang baru mereka bunuh.


Berjalan ke Utara sekitar 5 km, mereka menjumpai gua yang cukup tersembunyi, tingginya hanya 2 meter dan lebarnya 3 meter. Pintunya yang tertutup semak belukar, membuat sulit ditemukan.


Ron lalu berkata,”Ratih, kau cari tahu situasi di dalam gua. Fiona, panjat pohon yang agak rindang itu, awasi jika ada yang mendekat. Yang lain, stand by.”


“Ok”, mereka menjawab.


Ratih yang telah dalam kondisi stealth dari tadi lalu memasuki gua. Dengan hati-hati, Ratih melangkah, bukan karena takut ditemukan, tapi karena takut para goblin itu menyiapkan jebakan.


“Ada 2 goblin 5 meter dari pintu gua, mereka sedang makan buah beri. Aku akan mencoba melewati mereka, dan masuk lebih dalam.” Ratih berkata.


Selama 5 menit Ratih memeriksa gua itu, dapat disimpulkan, penjagaan sarang itu agak ketat, hanya 2 atau 3 goblin setiap 50 m.


Ron lalu menyuruh Ratih kembali ke kelompok pertama goblin, tim akan menyerang 2 goblin yang berada 5 meter dari mulut gua.


Yang pertama menyerang adalah Ali dan Fiona.


Ice Arrow mengenai salah satu goblin lalu panah Fiona, membuat hp goblin itu turun ⅓ dan terkena slow. Ratih lalu menyerang goblin lainnya, serangan itu kritikal dan mengakibatkan stunned, membuat hp goblin itu berkurang ½.


Ratih lalu meloncat ke goblin yang terkena slow, dengan tiga serangan dari Ali, Fiona dan Ratih, goblin itu mati 1 detik berikutnya. Ratih lalu menyerang goblin yang belum terbebas dari slow, bersama 1 panah Fiona, goblin itu mati ditangan Ratih.


Tim 2 istirahat 5 menit, sebelum masuk lebih dalam. Setelah loot crystal dibuka, isinya cukup standar, 5 koin deka, blank shadow core lvl 2 dan telinga goblin.


Selama tim beristirahat, Ratih memasuki status Stealth dan mengawasi target selanjutnya.


Setelah berjalan sekitar 50 meter, Tidak ada situasi yang berubah, dua goblin itu masih duduk-duduk berbincang dengan bahasa yang tidak Ratih pahami.

__ADS_1


Setelah mana setiap anggota penuh, mereka berjalan dengan hati-hati menuju 2 goblin itu. Berkat penerangan gua yang kurang, mereka dapat mendekati 2 goblin itu hingga jarak 10 meter tanpa dideteksi.


Selanjutnya seperti serangan sebelumnya, Ali dan Fiona menyerang dengan ice Arrow dan panah ke salah satu goblin. Lalu Ratih menikam goblin lainnya, dengan serangan kritikal dan membuat goblin itu stunned. Ratih kemudian membantu Ali dan Fiona menghabisi goblin yang terkena slow, kemudian kembali menyerang goblin lainnya hingga mati.


Dika dan Dino tidak mendapatkan kesempatan untuk beraksi, karena kondisi gua yang sempit justru akan membuat efesiensi tim turun jika mereka berdua ikut bertempur.


Isi loot crystal 2 goblin ini sama dengan sebelumnya.


Tim 2 melakukan rutinitas serangan seperti itu hingga grup goblin yang ke 7.


Panen mereka hampir sama kecuali pada grup ke 4, loot crystal salah satu goblin berisi shadow core elemen es level 2.


Ali ragu, bukankan goblin merupakan monster yang tidak memiliki elemen. Kenapa shadow corenya memiliki elemen es.


Saat Ali menanyakannya, Ron menjawab,”semua monster memiliki elemen. Elemen monster biasanya bisa dilihat dari habitatnya. Karena monster juga bisa level up. Saat habitat monster tidak sama dengan tipe elemen monster, monster itu tidak akan dapat tumbuh.”


Ali terkejut mendengar monster dapat level up. “Bagaimana mungkin monster bisa level up?” Ali bertanya.


Ron memandang Ali dengan aneh, seakan mengatakan bukankah itu wajar.”Kita, pemain bisa level up, Npc bisa level up, kenapa monster tidak bisa level up? Saat nanti kita level 4, kita bisa bertualang lebih jauh dari wilayah Npc, saat itu kita dapat melihat level monster dalam satu grup sangat berbeda. Misalnya grup goblin seperti ini, ada yang masih level 2 dan 3 tapi tidak sedikit yang sudah level 4, 5 bahkan 6. Mereka bahkan bukan monster elit ataupun bos.”


“Jangan gunakan standar permainan rpg pada setting Legacy. Itu akan menempatkanmu pada situasi berbahaya.” Ron dengan serius mengatakan pada Ali, sementara Fiona mengangguk-angguk. Sedangkan Ratih sudah pergi memeriksa grup goblin selanjutnya.


“Kali ini ada 3 goblin. Tapi di belakang mereka ada 2 lorong. Apakah kita akan menyerang mereka dulu, atau aku harus memeriksa ke 2 lorong?” Terdengar suara Ratih di channel party.


“Kau periksa ke dua lorong dulu. Menurutku, lorong itu tidak akan terlalu dalam, karena kita sudah masuk cukup dalam.” Ron menjawab.


“Ok”, Ratih pun melewati ke 3 goblin dan masuk lorong sebelah kiri, tidak beberapa lama, terdengar suara Ratih, “Kau benar, lorong ini hanya sepanjang 70 meter. Di ujung lorong terdapat ruangan yang cukup luas, dengan jumlah goblin sekitar 5. Mereka sepertinya sedang berkebun.”


“Ok, kau periksa lorong lainnya, tapi hati-hati, mungkin lorong lainnya menuju ruang bos.” Ron mengingatkan.


“Ok” Ratih menjawab.


Setelah itu, Ratih kembali ke persimpangan lorong itu dan kali ini memasuki Lorong sebelah kanan.


Setelah menelusuri sejauh 100 meter, Ratih berbicara,” di ujung lorong sebelah kanan, ada ruangan seperti altar. Di atas altar melayang batu berbentuk kubus yang terus berotasi. Di dalam ruangan itu terdapat goblin berukuran besar bersenjata pedang pendek dan perisai dari kayu, yang bernama Goblin Captain Todo level 2 dan goblin tua yang memakai tongkat sihir, yang merupakan goblin shaman level 2.”


“Ho, sepertinya kita sedang beruntung. Ada monster bernama. Monster bernama adalah Monster yang memiliki pengaruh diantara monster lainnya. Biasanya loot crystal yang dimilikinya sangat berharga, seperti item langka, atau equipment yang unik.” Kata Ron.


Anggota lainnya sangat tertarik. Apakah yang paling menarik bagi pemain game? Jika 10 pemain ditanya, maka 7 diantaranya akan menjawab item yang langka, untuk 3 sisanya mewakili berbagai jawaban.


“Ratih, kamu kembali ke persimpangan. Kita akan bereskan 3 goblin itu dulu.”


“Ok”, jawab Ratih. Ratih lalu kembali ke persimpangan di mana 3 goblin itu berjaga.


“Ok, aku sudah di posisi” Ratih menjawab.


“Ok, untuk kali ini, Dika ikut bermain. Dika, kau akan memulai serangan kali ini. Ali, Fiona dan Ratih, kalian tahu harus bagaimana.” Ron menjelaskan.


“Ok” jawab mereka semua.


Saat tim sudah mendekati ke 3 goblin sekitar 10 meter, mereka mengambil posisi.


“Aku mulai”, Dika berkata, sambil berlari dengan tombak di arahkan ke depan. Jarak 10 meter bagi Dika dapat ditempuh dalam 3 detik. Tapi, 3 detik adalah waktu yang cukup untuk goblin itu bersiap.


Salah satu goblin yang menyadari Dika mendekat, berteriak,”chiwiiik..!!” Memperingatkan kedua rekannya.


Tapi tidak lama setelah dia berteriak, punggungnya ditikam oleh Ratih, serangan itu kritikal dan membuatnya mengalami stunned.


Lalu panah dan ice Arrow mengenai temannya, yang terlihat sangat terkejut. Dia terkena slow. Lalu dibelakangnya, Ratih menikam punggungnya 2 kali. Goblin itupun mati


Saat itu Dika sudah sampai dan melakukan continuous stabs pada goblin lainnya. 2 kali kritikal, lalu dengan dua tusukan lagi, goblin itu mati.

__ADS_1


Ratih meloncat kembali dan menggorok leher goblin yang masih stunned, sembari panah dan ice Arrow mengenainya. Goblin terakhir mati.


Pertempuran itu hanya berlangsung 7 detik.


__ADS_2