VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Epilog


__ADS_3

Sebenarnya yang dilakukan oleh Ali adalah mengaktifkan efek dari tribal neclace, yaitu membuat barrier disekitarnya. Saat Romeo melakukan Dash dan mengenai Morton, Ali mengaktifkannya, sehingga Morton ikut masuk ke dalam barrier. Di dalam barrier, Efek scroll yang dirobeknya tidak bisa keluar dari barrier, sehingga hanya mengenai Ali, Romeo dan goblin yang terikat.


Sebenarnya, beberapa menit sebelum Morton merobek scroll itu, Ali sudah berniat melakukan rencananya ini. Karena menurut Ali, apapun jebakan yang disiapkan Morton tidak akan bekerja jika dia berada di dalam barrier.


***


Sinar putih pemancar di sebuah gua yang gelap. Beberapa saat kemudian sosok Ali, Romeo, dan jasad morton muncul di tempat itu.


"Aku masih hidup? Jadi scroll itu memiliki efek teleportasi. Entah di mana aku sekarang?"


Ding


[Anda memasuki Pulau Forbidden Star, setiap efek dan skill teleportasi ke luar wilayah tidak akan berfungsi. Fungsi Hero tample telah dialihkan ke gua ini]


"Huh.. jadi ini memang efek scroll itu." Ali melihat sekeliling, bebatuan dan stalakmit serta air yang mengalir pelan dari atas gua membuat gua yang sunyi itu agak menyeramkan.


Ali lalu melihat jasad Morton, sekarang Ali dapat menduga, alasan penyerangan 100.000 goblin itu terjadi dengan melihat ekspresi marah Morton di akhir hayatnya. Sepertinya dia datang ke sini untuk membalas dendam atas kematian Todo atau goblin elit yang telah tim 2 bunuh di gua goblin.


"Sepertinya status Todo lebih tinggi daripada yang aku kira."


Menunggu 30 detik, loot crystal muncul di atas tubuh Morton. Setelah membukanya, Ali terkejut. Ternyata Ali mendapatkan 1.000 Deka, Legacy shadow core level 4, sebuah cincin, dan sebuah topi.


Legacy shadow core itu mengajarkan ice spike.


Ice spike (level 1): puluhan paku terbuat dari es muncul dari dalam tanah di radius 5 meter, paku-paku itu akan tetap terbentuk setelah dikeluarkan. Mengakibatkan demage elemen es 50% dari nilai spirit. Konsumsi mana: 10, cooldown: 10 detik.


Inventory ring (terikat, emas): memiliki ruang penyimpanan 27m³.


"Oh.. inventory ring. Walaupun tidak memiliki stat lainnya. Ini adalah barang yang mahal," Ali berencana memeriksanya nanti, sekilas dia melihat beberapa barang di dalamnya.


Level 4 Ice mage hat (platina): karya artisan iblis Zoroah. Spirit +100, Ice demage +50%, Efek: Ice wave: menciptakan gelombang es ke suatu arah. Mengakibatkan demage elemen es 80% dari nilai spirit. Dapat menyebabkan knock back dan slow. Mana konsumsi: 5, cooldown: 5 detik. Syarat pemakaian: spirit: 70.


"Platina! equipment platina pertamaku.. Hahaha.. setelah naik level aku bisa memakainya."

__ADS_1


Setelah senang dengan panennya, dia tersadar ini bukan waktunya bergembira. Dia terjebak di tempat ini dan tidak bisa kembali ke Rockhelm walaupun dia mati.


Ali lalu mengajak Romeo melihat sekeliling. Dua menit kemudian dia melihat cahaya. Setelah berjalan beberapa saat ke arah cahaya itu, Ali akhirnya keluar dari gua. Setelah melihat kondisi pulau itu, perasaan campur aduk dirasakannya.


"Aku akhirnya mengerti kenapa ini disebut neraka oleh Morton!


Ali melihat dirinya di mulut gua yang terletak di atas bukit curam 50 meter dari tanah. Di bawahnya puluhan ribu semut level 5 berukuran satu meter yang cangkangnya


sepertinya terbuat dari logam yang sebening kaca membawa mangsa mereka, batang kayu, batu dan sebagainya menuju sarang mereka di bawah tanah.


Di atas mereka, burung-burung elang level 6 berbulu merah mengitari semut-semut itu. Salah satu elang lalu menukik turun dan menyambar salah satu semut dan membawanya pergi jauh ke pegunungan lebih dalam ke pulau.


Lalu muncul singa berambut api berlevel 8 memimpin kawanannya yang rata-rata berlevel 6 dan 7 melintasi wilayah semut itu dengan cepat. Sepertinya menghindari konfrontasi dengan para semut.


Dari arah laut beberapa kilometer dari bukit di mana Ali berada, kawanan paus muncul dari pemukaan air dan menyemburkan air setinggi ratusan meter. Salah satu paus melakukan lompatan beberapa meter ke atas permukaan laut, ukuran paus itu luar biasa besar, mungkin diatas 200 meter. Saat tubuhnya menghantam permukaan laut, ombak setinggi belasan meter berbentuk.


Boomm...


Saat ombak itu menerpa bukit di mana Ali berada, dia merasakan bukit itu bergetar sedikit. Ali hanya dapat menelan ludah.


ROAAARRRR....


Jantung Ali serasa mau lepas. Setiap makhluk menghentikan aktivitasnya dan gemetar ketakutan.


"Ini benar-benar gila," Ali mengumpat pelan sembari berjongkok berpegangan batu. Romeo berusaha keras untuk sekedar berdiri.


Bola api raksasa kemudian terbang dari pusat pulau, membentuk parabola dan menghantam permukaan laut dan terjadi ledakan yang begitu dahsyat.


Booommm...


Air laut lalu bergejolak dan membuat gelombang lebih tinggi, tapi karena arah bola api dari pulau, ombak terbesar menuju arah berlawanan dari pulau. Ombak yang menghantam pulau tidak begitu besar.


Angin yang begitu kencang lalu terbentuk akibat ledakan itu. Angin itu menerpa tubuh Ali dan Romeo, membuat mereka terjatuh.

__ADS_1


"Apakah itu naga yang membuat bola api?" Ali bertanya.


Naga di sini bukan naga dari benua sol yang merupakan humanoid yang kulitnya bersisik seperti ular dan berekor seperti raptor. Naga yang dimaksud Ali adalah makhluk mitologi yang dipercaya sebagai salah satu spesies terkuat yang berhasil mencapai level 10. Level yang menurut Ron belum ada NPC yang mencapainya, kalaupun ada, pasti sangat sedikit.


"Bagaimana menurutmu Romeo, jika kita memburu makhluk itu?" Ali berkata sambil memandang ke pusat pulau.


"Kau pasti bercanda." Romeo mengatakannya dengan ekspresi meragukan.


"Hahaha, tentu aku bercanda. Jika makhluk itu adalah naga, akan lebih menarik jika menjadi temannya kan? Karena jumlah mereka yang terlalu sedikit. Sayang sekali jika mereka menjadi punah."


"Kau sudah gila, Ares," Romeo memandang Ali seperti melihat orang yang konyol, "Ngomong-ngomong, dari pagi bertarung membuatku lapar. Keluarkan sesuatu"


"Tentu. Aku menyiapkan makanan dan air untuk beberapa minggu. Kita harus berburu setelah itu. Oh ya, aku lupa dengan goblin di punggungmu. Mari turunkan dia!"


Ali lalu mengajak Romeo kembali ke mulut gua untuk memberikannya makan dan melepaskan goblin malang itu. Wajahnya menjadi pucat setelah keluar. "Akhirnya kau melepaskanku. Aku hampir mati bosan dan sesak nafas di sana. Bagaimana? Sudah siap mendengarkan penjelasanku?"


"Tunggu dulu teman kecil. Siapa namamu? Dan apakah kau bisa masak?" Ali memandang goblin itu dengan penasaran.


"Aku tidak punya nama. Hanya goblin yang istimewa yang diberikan nama oleh raja goblin. Dan tentu, aku bisa masak. Aku sering membantu ibuku masak saat masih kecil." Goblin itu sebelumnya menduga dia akan diinterogasi, mendengar pertanyaan aneh dari Ali, dia merasa lega.


Ali terkejut mendengar kebanyakan goblin tidak punya nama. Dia agak bersimpati dengan goblin kecil ini, "Bagus. Kalau begitu aku namakan kau Edy dan tugasmu memasak. Kau bisa ceritakan kisahmu pelan-pelan! Ngomong-ngomong, karena kau sudah punya nama, tidak sopan jika aku tidak memperkenankan diri. Namaku Ares Mythcaller dan dia Romeo, teman seperjuanganku," mendengarnya, Romeo menatap Ali dengan apresiasi.


Wajah goblin itu menyiratkan keterkejutan yang luar biasa. Ali berpikir apa ada ucapannya yang salah, akhirnya goblin itu, yang baru mendapatkan nama Edy berlutut dan berkata penuh hormat, "Perkataan kakek buyutku benar, dia berkata saat aku tiba ke dunia ini, aku akan segera bertemu dengan keturunan Klan Mythcaller. Tuan, aku datang dari dunia lain untuk menyampaikan pesan terakhir dari seseorang yang bernama Untara Mythcaller. Dia adalah tuan dari kakek buyutku, sebelum meninggal, dia menyiapkan wasiat untuk keturunan Klan Mythcaller."


Ali terkejut mendapati situasi berkembang seperti ini. Dipandangnya Edy, untuk mencari sesuatu yang mencurigakan. Lalu dia menghela nafas panjang, dan berkata, "Ada berita buruk untukmu Edy. Aku memang anggota Klan Mythcaller. Tapi saat ini kita sedang terjebak di pulau antah berantah"


Ali lalu berdiri dan memandang kr tengah pulau, matanya berbinar, "Aku tidak tahu sampai kapan kita akan terjebak di pulau ini. Ngomong-ngomong, aku baru ingat panen tim 2 di perang melawan pasukan goblin aku bawa semua. Aku harap mereka merelakannya."


Ali meneruskan, "Menurut Morton, ini adalah neraka. Kita lihat apakah itu benar. Atau justru ini adalah surga."


Buku I VRMMORPG: LEGACY Tamat


____________________________________________

__ADS_1


Baca Buku II VRMMORPG: LEGACY Re-Identity untuk mengikuti petualangan Ali dan lainnya di Benua Sol dengan persepsi dari protagonis baru.


__ADS_2