
Posisi Ali dan party-nya sudah berada di 300 meter dari barisan belakang para goblin. Tertutupi pepohonan dan semak belukar, mereka melihat barisan belakang goblin.
Formasi belakang mereka sangat tipis, hanya 2 lapis setelah puluhan goblin shaman berada. Ali menduga mereka memusatkan pasukan mereka di sayap kanan mereka, untuk memberikan lebih banyak daya dobrak terhadap sayap kiri pasukan infantri.
Melihat para goblin tidak ada yang memperhatikan ke arah Ali dan lainnya, dia memutuskan untuk langsung menyerang.
"Sasar setiap goblin shaman terlebih dahulu. Seraaaaanggg!!" Ali berkata dalam party channel.
"Seraaang!!" Yang lain mengikuti..
Mereka lalu berlari dengan kecepatan maksimum menerjang punggung para goblin.
Bumi bergetar, salju terlempar dikarenakan derap kaki kuda dan tunggangan yang lain. Para anggota Chrome Blade Lalu mengaktifkan air wall.
Beberapa goblin merasa ada yang salah, mereka lalu berbalik. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui ratusan kavaleri sudah sangat dekat dengan mereka. Mereka lantas berteriak memperingatkan goblin lainnya.
Saat goblin lainnya menyadari bahaya yang mendekat, puluhan skill jarak jauh sudah menghujani mereka. Teriakan panik mulai terdengar dari barisan belakang pasukan goblin. Tapi target party Ali bukan prajurit goblin, melainkan goblin shaman.
Dua lapis pertahanan prajurit goblin dengan mudah tertembus. Air wall adalah skill yang efektif untuk mendobrak pertahanan musuh. Skill ini dengan mudah mendorong musuh dan membuatnya terjatuh. Setelah itu injakan puluhan kuda akan membunuhnya.
Winter aura Ali bekerja sangat baik di peperangan ini. Semua musuh yang memasukinya akan terkena slow. Menghadapi kavaleri dengan status slow membuat para goblin tidak berdaya dalam bertahan ataupun menghindar.
Saat party Ali melewati kedua lapisan pasukan goblin, puluhan goblin telah binasa. Bukan karena skill para pemain, hanya karena terinjak-injak ratusan kuda.
Para goblin shaman mendapatkan beberapa detik waktu yang berharga untuk menyiapkan diri. Mereka menyerang para kavaleri yang berlari semakin dekat dengan mereka.
Boomm..
Iceball diluncurkan oleh ke-50 goblin shaman. Tapi sebagian besar serangan mereka mengenai air wall. Dan sebagian lainnya mengenai pemain yang berada di samping formasi kavaleri.
"Semua ibex! Gunakan dash!"
Ibex Yang ditunggangi Sakuya, Dino, dan Dika kemudian mengikuti Romeo melakukan dash.
Para goblin melihat keempat ibex berlari dengan cepat, mencoba menghindar. Tapi itu percuma saja, satu persatu goblin shaman terkena tandukan para ibex. Mereka terpelanting dan terlempar. Tidak kurang dari 30 prajurit goblin Dan 20 goblin shaman yang terkena serangan itu.
Setelah menyelesaikan dash, Ali berkata di party channel, "Ratih! Fiona! Gunakan fire breath. Yang lain, cepat selesaikan para goblin shaman sebelum kita terkepung!" Ali berada diatas Romeo terus menggunakan ice arrow ke prajurit goblin yang mendekat. keadaan keempat anggota penunggang ibex itu bagai empat pulau yang dikelilingi lautan. Mereka berusaha
__ADS_1
Karena skill fire breath memiliki masa persiapan, Fiona dan Ratih menyuruh raptor mereka segera menyiapkan skill. Bola api mulai terbentuk di mulut kedua raptor.
Para pemain lain tidak berdiam diri, mereka melakukan serangkaian serangan panah dan skill seperti ice arrow, fire ball dan skill sejenis lainnya. Jarak mereka tinggal 20 meter lagi dari para goblin shaman.
Para pemain jarak dekat masih sibuk membunuh para prajurit goblin yang terus datang. Mereka tidak dapat mengurangi kecepatan mereka, karena itu mereka hanya dapat menyerang sekali, sebelum mempercayakan serangan berikutnya kepada pemain di belakangnya, begitu seterusnya.
Waktu persiapan fire breath telah selesai, maka Raptor Ratih meloncat setinggi 2 meter dan menyemburkan api ke prajurit goblin dan goblin shaman di depannya. Raptor Fiona melakukan hal yang sama.
Buzzzzz....
Serangan api yang meliputi hingga 10 meter dari raptor membakar para goblin. Suhunya berkali-kali lipat dari api biasa, salju di sekitar area tersebut langsung menguap.
"Ahhhh..."
Selama 7 detik serangan itu berlangsung, teriakan dan rintihan para goblin terdengar memilukan. Para goblin yang terkena serangan api ini ingin menghindarinya, tapi karena mereka berdesakan justru semakin sulit untuk keluar. Apalagi kedua raptor itu memiliki kecerdasan yang tinggi daripada raptor rata-rata. Mereka selalu mengatur serangan, tidak membiarkan para goblin lolos. Hanya sedikit yang berhasil menghindar, itupun dengan HP kurang dari setengah dan terus turun walaupun sedikit. Hal ini karena mereka terkena status burn. Beberapa goblin yang kebetulan berada di area yang sama dengan area serangan kedua raptor langsung menjadi arang.
Setelah serangan dari para raptor selesai, medan perang hening beberapa saat. Dari wajah setiap goblin dan pemain yang menyaksikannya, ekspresi panik dan teror tergambar. Beberapa pemain menelan ludahnya.
"Skill ultima. Itu skill ultima." Salah satu pemain dari Chrome Blade tidak bisa menahan diri untuk berteriak.
Melihat raptor Ratih dan Fiona yang tampak kelelahan, Rain sudah menduga itu adalah skill ultima, tapi dia ingin memastikannya, "Apakah itu benar?"
Ratih tersenyum bangga, "Benar, bukankah Farah —nama raptornya— makhluk yang luar biasa?"
Rain tercengang, "Bukankah skill ultima biasanya dimiliki monster level enam keatas?"
Ratih hanya tersenyum.
Sebanyak 36 goblin shaman mati karena serangan itu. Sembilan lainnya HP-nya hanya tersisa 30%. Ali dan lainnya lalu menyerang goblin shaman yang masih hidup hingga tidak ada yang tersisa.
Setelah itu, mereka menembus kepungan para goblin. Dengan para ibex di depan dan perlindungan air wall, mereka berhasil keluar kepungan para goblin hanya dengan 16 pemain menjadi korban.
Menurut persetujuan awal, semua anggota party nantinya akan mendapatkan bagian sesuai dengan kontribusi. Bagi yang mati, akan mendapatkan kompensasi.
Dari serangan barusan, party Ali membunuh lebih dari 2.000 goblin, termasuk 50 goblin shaman. Mereka belum bisa memanen hasil kerja keras mereka, karena harus menunggu pertempuran berakhir agar loot crystal keluar dari tubuh monster.
Party Ali beristirahat sejenak dua km di belakang pasukan goblin. Mereka menunggu MP dan HP penuh sambil memulihkan mental mereka. Walaupun bukan merupakan stats, tapi kelelahan mental juga mempengaruhi kemampuan pemain untuk bertarung.
__ADS_1
.......
Pasukan inti Infantri benteng Rockhelm merasa terhina, 100.000 goblin membuat mereka tertekan seperti ini. Kemarahan mereka beralasan, semenjak benteng Rockhelm didirikan, banyak serangan dari dunia lain mereka hadapi, pasukan orc, gnoll, lizardman, dan lainnya. Walaupun jumlah mereka hanya ribuan, tapi level mereka jauh lebih tinggi dari goblin.
Mereka ingin menyalahkan para petualang yang tidak bisa menahan serangan para goblin di sayap kiri. Tapi kemudian mereka memahami, mereka saat ini cuma level satu, dan sebenarnya mereka telah bertarung dengan serius.
Tidak tahu harus menyalahkan siapa, mereka melampiaskannya kemarahan mereka kepada pasukan inti goblin di depan mereka. Tapi sekali lagi mereka terikat oleh sayap kanan, jika pasukan inti maju terlalu jauh, maka komunikasi dengan sayap kanan akan terganggu. Jika sayap kanan mengalami kehancuran, mereka harus melawan pasukan goblin sendirian. Mereka dalam dilema.
Kemudian situasi tidak biasa terjadi. Serangan goblin shaman yang sesekali mengarah kepada mereka telah berhenti beberapa waktu. Formasi pasukan inti goblin juga agak kacau.
Kemarahan Nero agak mereda, tapi dia sekarang khawatir dengan 4.000 pasukannya yang dikirimnya ke sayap kiri, "Pasukan goblin memiliki komandan yang kompeten, aku terlalu meremehkan mereka. Apa sudah ada kabar dari Leo?"
"Belum, tapi baru saja prajurit yang ditugaskan untuk menghubungi pasukan kavaleri kembali, komandan Fairus berkata untuk menyerahkan sayap kiri kepada mereka." Salah satu ajudannya melapor.
"Brengsek! Kalau mereka bergerak lebih awal, sayap kiri tidak akan hancur. Sekarang mereka berlagak seperti pahlawan." Walaupun Nero mengumpat, dalam hati dia merasa lega. Dengan demikian, situasi di sayap kiri tidak perlu dikhawatirkan, untuk sementara waktu.
"Bagaimana dengan sayap kanan?"
"Tekanan yang mereka terima sudah banyak berkurang."
Nero mengeluarkan nafas panjang, "Paling tidak kondisi stabil. Jangan biarkan pasukan inti mereka bernafas lega. Sekarang kita tahu komandan goblin di sayap kanan mereka, perintahkan pasukan sayap kanan untuk menekan lebih dalam, beritahu mereka untuk sebisa mungkin mengikuti pasukan inti."
"Seluruh prajurit Rockhelm, hancurkan para monster hijau di depan kalian. Serrrangggg..!"
.......
Merton melihat kekacauan di sayap kiri pasukan lawan merasa puas. Sekarang dengan hancurnya sayap kiri, rencananya untuk menyerang pasukan inti lawan dari depan dan kiri mereka. Mereka cuma harus menghancurkan 4.000 bala bantuan dari pasukan inti yang terlihat mendekati mereka dengan barisan yang teratur.
Tapi dia tidak pemperhatikan bahwa dua variabel telah mengacaukan perhitungannya.
Pertama, 50 goblin shaman yang diandalkannya untuk mensuport pasukan inti menahan pasukan lawan telah hancur. Dengan tidak adanya suport dari goblin shaman yang menaikkan HP, para goblin elit yang memimpin pasukan inti cepat atau lambat akan kalah.
Merton lalu memerintahkan para goblin untuk menyerang 4.000 pasukan itu. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, sekitar 20.000 prajurit goblin menyerang membabi buta dari sisi kanan, kiri dan depan pasukan bala bantuan itu.
Dan hasilnya pun terlihat, Hanya dalam beberapa menit, 4.000 prajurit merasa kewalahan. Karena jumlah yang terbatas, pasukan bala bantuan terpaksa menggunakan formasi yang sempit, formasi yang sempit bagus dalam menembus kepungan, tapi tidak cocok untuk menahan gempuran lawan. Karena saat bertahan, mereka akan terkepung.
Leo berusaha menahan pasukan lima kali dari pasukannya dengan menggunakan keunggulan level yang mereka miliki. Tapi tetap saja ini pekerjaan yang tidak mudah. "Bertahan! sebentar lagi kaveleri akan segera tiba."
__ADS_1