Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Pengkhianatan


__ADS_3

Di pemakaman.


seorang laki-laki berjas hitam turun dari mobil menuju tempat pemakaman.


Ibu, aku rindu denganmu!! sambil terisak menangis. hidupku sudah tidak berarti lagi bu, semua ini karena wanita ****** yang sudah merebut Ayah.


Dua puluh tahun yang lalu, keluargaku hidup harmonis dan bisa dikatakan sempurna. seiring berjalannya waktu semakin hari sifat Ayahku berubah, dia bahkan sering menyiksa Ibuku.


"Ayah jangan siksa Ibu!! ku mohon, "ucap Aris.


Minggir!!kau jangan menghalangiku, persetan aku sudah tidak peduli denganmu dan ibumu.


Dia menyeret dan menyiksa Ibuku, menghajarnya hingga darah keluar dari mulutnya.


aku hanya bisa menyaksikan kekejian Ayah, bahkan aku tertunduk lemas tidak bisa membantunya.


samar aku melihat seorang wanita membuka pintu rumah, dia memeluk dan mencium ayahku lalu mereka pergi.


Ibu kau dimana? betapa terkejutnya aku melihat dia tergeletak dengan perut bersimbah darah.


"aku berjanji akan membuat Ayah dan wanita ****** itu menjadi hancur mungkin ini terlihat sangat kejam tetapi aku lakukan untuk membalas dendam karena sudah membuat Ibuku pergi selamanya,"ucap aris.


sekarang aku sudah menjadi seorang pengusaha yang kaya raya, ini kudapatkan dari hasil mafia senjata illegal bahkan aku harus menyamar menjadi salah satu dosen agar identitasku aman.

__ADS_1


drrt, drrt, drrt.


tiba-tiba gawai aris berbunyi, tertera nama Bayu.


"hallo Boss!! Bos gawat markas penyimpanan senjata illegal diobrak-abrik oleh seseorang, "ucap Bayu.


"Kau tenang saja bay, aku akan mencari dalang dibalik kejadian ini, perketat keamanan ditempat itu, salah satu dari pekerja mungkin ada yang berkhianat denganku dan ingin bermain-main,"jawab Aris.


Hujan begitu deras aku berlalu meninggalkan pemakaman dan menuju markas.


suara sepatu menggema dilorong-lorong markas besar itu, "tanpa basa-basi cepat kumpulkan semua para pekerja!,"Perintah Aris.


"Siap Boss,"Jawab Bayu.


"Deg!! aku harus tenang dan tidak boleh gelisah ini membuatku tidak aman, bisa-bisa dia akan mengetahui dan akan membunuhku,"Batin Rasya.


tidak menunggu lama, bugh!! Aris melambungkan sebuah pukulan ke para pekerja karena tidak ada yang mengaku.


persetan!! sambil membawa pistol ditangannya, satu persatu Aris memperhatikan para pekerja dan tidak menunggu lama saat didepan Rasya dia melihat kecemasan diwajahnya.


"Aris menodongkan pistol tepat dikepala Rasya, siapa yang menyuruhmu?," tanya Aris.


"Ampun, Ampun Boss!!,"Rasya akhirnya tertunduk lemas dan memohon, aku melakukan ini tanpa ada orang yang menyuruhku.

__ADS_1


sudah terlambat dan aku tidak percaya begitu saja, apa kau sudah bosan hidup? mari bersenang-senang denganku sebelum kau menemui ajalmu.


Seret bedebah itu!!


bugh, bugh, sebuah pukulan mendarat tepat diwajah Rasya. "kau beraninya berkhianat denganku, apa kau tidak ingat waktu itu aku menolongmu memberi pekerjaan ini karena kau berjanji ingin membahagiakan keluargamu.


Siapa yang menyuruhmu dan berapa dia membayarmu hingga kamu melakukan itu padaku, cepat katakan!!,"teriak Aris.


"Kalau kau tidak mau mengaku peluru ini yang akan menjawabnya dan satu lagi cepat atau lambat aku akan menemukan seseorang itu", Ucap Aris dengan penuh emosi.


Hey... Hey...


untuk para readers.


ini karya novelku.


Like Dan Comment ya.


Aku harap jangan bosan dengan alur ceritaku.


Aku baru belajar menulis.


Tunggu Cerita Selanjutnya (^_^)

__ADS_1


__ADS_2