Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Disepertiga malam..


seperti biasanya Zahra melakukan sholat tahajjud, tak terasa bulir air matanya menetes mengingat ibunya. aku sangat rindu dengannya, ingat saat dimana ibu merawat dan menyayangiku, begitu juga dengan kak Rasya. tetapi entah mengapa kak Rasya menganggap jika ibu tiada karena memikirkanku. setelah berdo'a sembari menunggu waktu shubuh Zahra membaca Al-Qur'an, hingga Adzan shubuh berkumandang dia pun bergegas mengambil air wudhu dan sholat didalam kamar.


Begitu juga Aris setelah mendengarkan Adzan shubuh ia bergegas mengambil air wudhu, sebelumnya dia membeli buku tuntunan sholat dan belajar tanpa sepengetahuan Zahra.


Setelah sholat Aris menghampiri kamar Zahra untuk mengajaknya jalan-jalan sebentar di area komplek perumahan.


Tok, tok, tok...


Assalamu'alaikum..


Wa'alaikumsalam, Zahra membuka pintu..


Hmmm...aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar di area komplek ini, apa kau bersedia??


Zahra mengangguk dan tersenyum kepada Aris, Ayo kita pergi..


Udara pagi ini sangat sejuk ya, aku sangat bahagia jika bisa jalan berdua denganmu, jujur sebelumnya aku tidak pernah merasakan setenang ini hidupku, hanya ada rasa dendam yang aku rasakan. setelah mengenalmu aku ingin menjadi suami sholeh yang bisa membimbingmu. aku menyesal telah menjadi seorang psikopat, aku harap kau bisa menerima kekuranganku, ujar Aris".


Zahra yang mendengar penyesalan Aris merasa iba, aku sudah memaafkan kesalahan yang Pak Aris lakukan.


Tak terasa terik matahari semakin menyengat, Zahra dan Aris memutuskan untuk kembali ke rumah.


Zahra langsung menuju dapur untuk memasak buat Pak Aris, sebelumnya para pengawal Aris sudah dipecat dan diberi pesangon, alasannya Aris ingin hidup berdua dengan tenang bersama Zahra.


Aris menuju kekamarnya untuk melakukan ritual mandi. setelah selesai ia bergegas turun ke bawah untuk sekedar memperhatikan Zahra memasak.


hingga Aris melamun dan tidak sadar jika ada kehadiran Bayu.


Boss!! gertak Bayu..


Ish..kau selalu mengganggu waktuku berdua dengan Zahra. aku lupa jika dirimu lama menjomblo ledek Aris sambil tertawa.


Aku heran dengan mulutmu yang selalu menghinaku bos, apa tidak ada hal lain yang kau bicarakan.


Tiba-tiba ada suara seseorang mengetuk pintu, Assalamualaikum..


Bay tolong kau buka pintunya, sepertinya ada tamu perintah Aris".


Ia pun membuka pintu dan menganga saat tahu yang datang wanita yang disukainya. Bayu menatap Rina lebih dalam, hei apa kau tidak apa-apa?? Rina melambaikan tangan tepat didepan wajah Bayu.


Bayu tersadar, silahkan masuk!!


jika aku bukan jalanmu...


ku berhenti mengharapkanmu..

__ADS_1


jika aku memang tercipta untukmu..


ku kan memilikimu..


jodoh pasti bertemu..


wooo hooo uwoo...


Ada konser gratis Rin, lihat apa yang dia lakukan?? goda Aris.


Rina cuek tanpa menghiraukan mereka berdua..


Zahra!! teriak Rina.. mereka berdua saling berpelukan karena beberapa hari tidak bertemu.


Maaf Ra, aku jarang ke sini, tau sendiri tugas kuliahku banyak. oh ya aku lupa memberitahumu jika Pak Aris mengundurkan diri untuk tidak menjadi dosen.


Pak Aris sama sekali tidak memberitahuku Rin, mungkin dia ingin fokus ke perusahaannya, ujar Zahra".


Aku bantu masak ya Ra, hari ini apa jadi untuk fitting baju pengantinnya, aku ikut ya Ra rengek Rina".


tujuanku untuk menghubungimu tadi malam agar kau ikut menemaniku, rasanya canggung jika aku dan pak Aris hanya pergi berdua, ujar Zahra".


Hehehe, Rina tersenyum..


Masakan sudah matang, Zahra dan Rina menatanya dimeja makan. aku panggil pak Aris dulu Rin.


Oh ada Bayu juga sekalian saja nanti kita makan bersama-sama, Zahra berlalu pergi untuk memanggil mereka berdua.


Pak Aris masakan sudah matang, ajak Bayu juga untuk makan ujar Zahra".


Bos, aku sudah lapar sekali!! kebetulan Calon istrimu mengajak untuk makan disini, beruntungnya diriku.


Seperti biasanya Zahra mengambilkan nasi, sayur dan ikan untuk Aris..


hmm..Rin apa kau tidak mengambilkan untukku?? goda Bayu".


Kau kan punya tangan, jawab singkat Rina".


Aris dan Zahra tersenyum mendengar jawaban Rina.


kau ini tidak peka sama sekali terhadapku, padahal aku ingin dimanja juga, gumam Bayu".


sudah, sudah...ayo segera dimakan nanti keburu dingin, ucap Zahra.


selesai makan Zahra berpamitan untuk mandi sebelum melakukan fitting baju.


Mereka bertiga menunggu diruang tamu, sambil memainkan ponsel Rina tidak tahu jika Bayu menatapnya secara diam-diam.

__ADS_1


Tangan jail Aris mengusap wajah Bayu, sudah jangan kau pandang dia terus bola matamu seakan mau jatuh. kalau suka langsung ajak ke KUA, goda Aris".


tidak segampang itu bos!! aku harus meminta restu kepada orang tuanya juga, jawab Bayu".


Akhirnya yang ditunggu muncul juga..aku sudah siap.


Aris yang mendengar suara lembut Zahra menoleh ke arahnya, dia terpanah saat melihat Zahra memakai gamis berwarna peach beserta cadarnya yang baru dia belikan.


Jangan melamun Bos!! jika kau pandangi Zahra terus, kapan kamu pergi untuk fitting bajunya, goda Bayu".


Zahra yang sedari tadi dipandang oleh Aris membuat pipinya merah merona, untungnya memakai cadar.


Mereka berempat bergegas untuk pergi ke butik.


sesampainya di butik, Rina takjub dengan butik yang mereka datangi, silahkan masuk ujar salah satu pegawai butik.


Zahra Dan Aris bergantian untuk fitting baju, Aris yang pertama mencoba bajunya, sekali mencoba dia langsung menyukainya, dia melihat didepan cermin sangat tampan, gumamnya.


kini giliran Zahra yang mencoba gaun pengantin yang dipilih oleh Aris. Rina yang menunggu sedari tadi juga tidak sabar melihat penampilan Zahra.


Saat Zahra keluar dari ruang ganti, serentak mereka bertiga menganga. kau cantik sekali Ra, meskipun tertutup oleh cadar tetapi tidak mengurangi sedikitpun kecantikanmu, ujar Rina".


seukir senyum terlihat dari wajah Aris saat melihat Zahra memakai gaun pilihannya.


seleramu bagus juga Pak Aris!!, kau bahkan pandai memilihkan gaun untuk Zahra, goda Rina".


Apa kau ingin juga aku memilihkan gaun untukmu Rin, celetuk Bayu".


Tidak usah repot-repot bapak Bayu, aku ingin fokus menyelesaikan kuliahku dulu, jadi jika kau buru-buru ingin menikah, silahkan kau memilih wanita yang sudah siap menjalani rumah tangga denganmu, jawab Rina".


Jika aku hanya ingin menikah denganmu dan bahkan rela menunggu bagaimana?? tanya Bayu".


Sontak Rina terkejut dengan ucapan Bayu, ak...aku..


aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya hari ini. tapi aku akan Setia menunggumu, aku harap kau menerimaku.


Aris dan Zahra menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Bayu Dan Rina.


Apa kita nikah massal saja, goda Aris..


Kau ini boss!! selalu merendahkanku, kau kira aku tidak punya uang untuk menyewa gedung jawab Bayu".


Sudah..sudah...jangan ribut disini malu dilihat orang, ucap Zahra".


Hai readers...


jangan lupa like dan comment..

__ADS_1


Terimakasih (^_^)..


__ADS_2