Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Tak Terduga


__ADS_3

"Assalamu'alaikum ucap salam ibu Zahra sambil membuka pintu,".


tak ada jawaban dari Zahra, kemana dia pergi padahal ini sudah pukul Sembilan malam.


ibunya sudah mulai khawatir sambil mondar-mandir, ke mana kamu nak.


segera dia mengambil gawai dan menghubungi Zahra.


Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, ibunya semakin bingung dan mencari bantuan ke rumah Rina.


Saat sudah sampai dirumah Rina, ibunya menceritakan kejadian bahwa Zahra tidak ada dirumah dan handphonenya juga tidak aktif.


Rina yang mendengar merasa bersalah karena meninggalkan Zahra sendiri.


"Ibu tenang dulu pasti Zahra baik-baik saja, ucap Rina,".dia pun menghubungi teman-teman kuliahnya menanyakan keberadaan Zahra.


Hasilnya nihil, satu persatu teman yang dihubungi oleh Rina tidak ada yang tahu keberadaan Zahra.


Di klub malam seorang wanita yang memakai baju sexy mengamati ketampanan laki-laki, tanpa basa-basi dia mendekat ke laki-laki tersebut dan memberi segelas alkohol.


"Hai siapa namamu? tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya,".


"Namaku Aris,". kamu?


"Tasya, Ucapnya dengan nada yang menggoda,".


Tanpa rasa malu Tasya duduk dipangkuan Aris, tak disangka Aris ingin menyalurkan hasratnya setelah meminum segelas alkohol.

__ADS_1


Aris segera menarik tangan wanita itu dan membawanya keluar dari diskotik dan membawanya ke sebuah hotel.


Saat sampai di kamar hotel, Tasya merasakan ada desiran hangat saat dia juga memelukku dan mencium rambutku.


"Apa kau sudah siap untuk menikmati malam ini sayang? tanya Aris,".


"Aku selalu siap sayang, yang terpenting kau selalu berada didekatku, Jawab Tasya,".


"Sebelum melakukan hubungan ini aku ingin kau menerima segelas alkohol dariku,pinta aris,".


"apapun akan ku lakukan, ucap Tasya,".


Aris pun tak kuat menahan, dasar wanita ****** kau memberi apa didalam minumanku, sekarang kau akan menerima akibatnya.


Tasya meminum segelas alkohol dari Aris, tanpa rasa curiga dia menghabiskan hingga tak tersisa.


sampai di rumah dia dengan cepat menuju kamarnya dan berlari menuju kamar mandi.


Persetan!!berapa dosis obat yang di taruh di minumanku, ucap Aris.


Zahra mendengar gemericik air, perlahan membuka matanya dan melihat di sekelilingnya, ini bukan kamarku, aku sekarang lagi di mana?, gumam Zahra sambil memegangi kepalanya yang sangat pusing.


Ibu, ibu tolong Zahra!!


Aris yang mendengar suara itu langsung menyelesaikan ritualnya.


Akhhh.. Zahra menutup matanya karena Aris keluar hanya menggunakan handuk.

__ADS_1


Maafkan aku!!


Aku harus melakukan ini kepadamu untuk menuntaskan hasratku, aku melakukannya secara halus tanpa menyakitimu dan aku akan bertanggung jawab menikahmu.


Zahra memberontak dan meminta tolong, dia terus memanggil nama ibunya.


Aris tidak perduli, perlahan dia mengecup dan meninggalkan bekas merah di leher Zahra.


Zahra hanya bisa menangis melihat musibah yang menimpa dirinya.


Aris menatap mata Zahra yang sembab dan ekspresi wajah yang bersedih.


Dia mendekat ke arah Zahra dan memohon maaf atas kesalahan fatal yang membuat masa depannya hancur.


"Aku akan segera menikahimu, ucap Aris, ".


"Aku tidak mau jika harus menikah dengan seorang psikopat sepertimu, jika kejadian ini membuatku hamil, maka aku akan merawat anak ini sendiri tanpa mengharapkan belas kasihan darimu, jawab Zahra,".


Hai...


para readers...


jangan lupa like, koment dan vote..


cerita ini hanya fiktif..


so ini pertama kali aku belajar menulis...

__ADS_1


terimakasih...


__ADS_2