
Dirumah sakit..
Kondisi bayu mulai membaik setelah mendapatkan donor darah dari Aris.
Aris yang selalu setia menemaninya karena Bayu telah menyelamatkan nyawanya.
Bayu membuka matanya, aduh!! diapun menggerakkan badannya yang masih terasa sakit.
Saat melihat ke samping dia terkejut dan menganga..
Bos, bos, bangun!!! aku haus, ujar Bayu".
Aris terbangun dengan sigap dia mengambilkan air..
Bay, terimakasih kau sudah menyelamatkan nyawaku, aku berhutang budi padamu, aku akan selalu mengingat itu, ujar Aris".
Kau sangat dramatis sekali Bos, jawab Bayu"..
Dasar!!! apa kau lapar?? sini aku yang akan menyuapimu. kalau tidak mau makanan rumah sakit aku belikan dikantin saja ya??.
sudah Bos,kau jangan berlebihan terhadapku, aku tidak merasa lapar karena sudah melihat wajahmu yang sok manis terhadapku dan yang aku takuti jika berada didekatmu kau malah ada perasaan denganku, goda Bayu".
Ish...dasar ...mentang-mentang sudah melewati masa kritis kau seakan tidak membutuhkanku lagi, ucap Aris".
Yang membutuhkanmu bukan aku, tapi gadis bercadar itu, pulanglah dan nikahi gadis itu, dia gadis baik dan polos, kau sudah merenggut kesuciannya, goda Bayu sambil mengerdipkan matanya ke arah Aris".
Aris berlalu pergi tanpa menghiraukan ucapan Bayu.
__ADS_1
Aris pun mengambil gawai disakunya dan menghubungi Rina.
Hallo Rin, apa kau sudah melaksanakan perintahku dengan baik??? tanya Aris".
Semua beres pak Aris, kau tenang saja denganku, Zahra sudah seperti kakakku jadi sepatutnya aku harus membantu dan menjaganya, untung Zahra menceritakan kejadian itu semua dari awal hingga akhir sehingga aku akan berada dipihak kalian berdua Jawab Rina".
Ok terima kasih, tolong kau kabari aku tentang keadaan Zahra, Ujar Aris".
Siap Pak Laksanakan!! Jawab Rina".
Ditempat lain..
Zahra membersihkan rumah kontrakannya dibantu oleh Rina..
huuft...alhamdulillah selesai juga bersih-bersihnya, aku akan memasak dulu ya buat makan nanti, ujar Zahra..
hmm...tidak usah masak Ra,kita beli diluar saja sekalian cuci mata diluar, jawab Rina".
Selesai makan..
Kita jalan-jalan ke taman Ra, menikmati suasana malam yang sangat menyejukkan ini, ujar Rina".
Hehehe..aku terserah kau saja Rin, jawab Zahra".
Ditaman..
Rin, tunggu!!! sepertinya aku kenal dengan laki-laki itu, Zahra menunjuk laki-laki berkaos hitam.
__ADS_1
Bentar, itu bukannya Kak Rasya jawab Rina".
Zahra dan Rina mengejar laki-laki itu yang tak lain adalah kak Rasya.
Kak Rasya!!! teriak Zahra".
Rasya hanya menoleh dan berlari agar tidak ketauhan oleh Zahra, diapun bersembunyi dibalik semak-semak taman.
Aduh Ra, aku capek!!! kita cari tempat duduk dulu , kita duduk disitu Ra, ajak Rina".
Mereka berdua menghela nafas setelah berlari mengejar Rasya..
Ada apa dengan kak Rasya?? mengapa tingkah lakunya aneh??? apa ada yang salah denganku Rin, tanya Zahra".
Sudah jangan bersedih memikirkan hal itu, mungkin dia tidak ingin bertemu denganmu Ra, Jawab Rina".
Ini sudah malam Rin, sebaiknya kita pulang saja kasihan orang tuamu, Ajak Zahra".
Rina hanya mengangguk...
Aku pulang dulu ya Ra, aku ingatkan lagi jaga diri baik-baik, jika ada orang yang mengetuk pintu dimalam hari jangan dibuka dan besok hari pertamamu kerja dibutik sepulang dari kuliah, aku akan menjemputmu jam 8 pagi, jangan terlalu banyak pikiran.. Assalamu'alaikum Ra, bye..bye...pamit Rina".
Wa'alaikumsalam Rin, hati-hati dijalan jawab Zahra".
Saat masuk sepasang mata melihat gerak-gerik Zahra dari kejauhan. ternyata kau tinggal disini gumamnya".
Hai...untuk para readers..
__ADS_1
terimakasih kalian sudah membaca novelku..
jangan bosan ya dengan alur ceritanya(^_^)