
Dirumah Ibu ...
tok, tok, tok...
Zahra mencoba mengetuk pintu rumah ibunya..
Rumah ini sangat sepi sekali?? batin Zahra".
Setelah Zahra diusir oleh ibunya, ia selalu menanyakan kabar ibunya melalui Rina, ia tidak berani datang untuk sekedar menemuinya, takut jika ibunya tidak menerimanya dan malah mengusirnya,ia sempat mendapat kabar terakhir kali bahwa ibunya sudah tidak bekerja lagi.
Apa ibumu sedang tidak berada dirumah, celetuk Aris".
Uhuk...uhuk...
tidak lama mereka berdua mendengar suara orang batuk didalam rumah. sepertinya ibuku sedang ada didalam, apa lebih baik kita masuk saja, ajak Zahra".
Aris mengangguk mendengar ajakan Zahra.
Assalamu'alaikum ibu...klek..Zahra mencoba membuka pintunya. ia masuk kedalam kamar tidur ibunya.
Ib..ibu...ia melihat ibunya terbaring dikamar dengan keadaan tidak sadar diri.
Tolong!!!!, teriak Zahra..
Aris yang sedang duduk diruang tamu langsung berlari menuju kamar tidur ibu Zahra".
Pak, ibuku sedang tidak sadarkan diri, tolong antar ke rumah sakit, apa kau tidak keberatan?? tanya Zahra".
Minggirlah, pinta Aris...
__ADS_1
Saat Aris mendekati ke arah Ibu Zahra, ia terkejut bak tersambar petir.
Wanita ini bukankah ia yang menghancurkan rumah tangga orang tuaku, merebut Ayahku, bahkan Ayahku juga tega menyiksa ibuku demi wanita j*lang ini. tidak sengaja ia pun melihat bingkai foto.
bukankah ini foto Rasya, si b*jangan itu?? batin Aris".
Pak, ada apa denganmu, apa kau tidak mau mengantarkan ibuku kerumah sakit..
Aris menyeka air mata yang keluar, ia mengenang masa lalunya. dia seakan-akan dibuat bingung oleh keadaan ini, jadi apa aku dan dia adalah saudara beda Ayah?? batin Aris.
Aris pun menggendong ibu Zahra masuk ke mobil, didalam perjalanan tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
Zahra merasa heran, tidak seperti biasanya, apa yang terjadi dengannya, aku lihat dia sedang menahan amarah diwajahnya.
Setelah sampai rumah sakit....
mereka berdua membawanya menuju IGD..
Aris duduk terdiam sambil memijat keningnya, ia menggeleng dan menghela nafas yang berat, ia tidak terima dengan keadaan saat ini.
Aakh!!!...dia berteriak dan menjambak rambutnya setelah ia tahu identitas Zahra yang sebenarnya.
Dia pun mengambil gawai yang ada disakunya, memperlihatkan foto ke hadapan Zahra.
Apa kau kenal dengan orang ini?? tanya Aris".
Zahra menganga, di...dia adalah kakakku jawabnya dengan terbata-bata.
Pak, foto itu kau dapatkan darimana?? tanya Zahra".
__ADS_1
Kau tidak perlu tahu!!! jawab Aris
Aku akan membuat perhitungan denganmu dan keluargamu, batin Aris".
Keluarga ibu Rita, panggil salah satu suster.
Zahra segera menghampiri perawat tersebut, bagaimana keadaan ibuku sus?? apa dia baik-baik saja?? tanya Zahra".
Dokter yang akan menjelaskan semuanya bu, jawab perawat tersebut".
Silahkan duduk, ucap dokter yang memeriksa keadaan ibu Zahra.
Jadi begini ibu, dari hasil pemeriksaan ibu anda sedang mengidap penyakit gagal ginjal akut, dia harus segera dioperasi secepatnya, ujar dokter".
kalau saya boleh tahu untuk biaya operasinya berapa dok, tanya Zahra".
Biaya operasi transplantasi ginjal sekitar 200 juta dan tindakan selanjutnya menunggu salah satu pendonor ginjal yang cocok dengan ibu anda, jawab dokter".
Zahra mengangguk mendengar penjelasan dokter tersebut, ia pun keluar dari ruangan..
200 juta, darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu?? apa yang harus aku lakukan?? tabungan yang ada rasanya tidak cukup, ia pun menangis tersedu-sedu.
Aris meninggalkan Zahra sendiri dirumah sakit, ia merasa sakit hati dan tidak terima setelah mengetahui bahwa Zahra anak dari seseorang yang pernah membuat hidup keluarganya hancur.
Hai semuanya...
jangan lupa like dan koment..
maaf jika tulisan saya masih berantakan..
__ADS_1
ku tunggu komentar dari kalian para readers agar aku semangat untuk melanjutkan cerita novel ini...
Terimakasih (^_^)