Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Terkejut


__ADS_3

Sampai rumah, ibunya tidak tahu jika Zahra sudah didepannya.


Ibu!! panggil Zahra dengan suara lirih.


"Ibunya terkejut dan langsung memeluknya, kamu darimana saja nak?,".


Ibu sangat khawatir dengan keadaanmu, tadi ibu juga langsung ke rumah Rina dan meminta bantuan untuk menghubungi satu persatu temanmu.


"Maafkan aku bu, sudah membuat ibu khawatir sambil sesenggukan menangis, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi, ucap Zahra,".


Ibu mengusap wajah Zahra yang tertutup cadar dan melihat mata putrinya yang sembab, ingin rasanya bertanya tetapi dia mengurungkan niatnya karena melihat Zahra sudah sangat lelah.


Lebih baik besok saja aku bertanya, Batin Ibunya.


"Nak, kamu kelihatan sangat lelah segeralah beristirahat agar tidak sakit, Ucap Ibunya,".


"Iya bu, aku pamit masuk kamar dulu ya bu Jawab Zahra,".


ketika di dalam kamar tidur Zahra menuju kamar mandi tanpa melepas bajunya, dia pun terus menangis mengingat kejadian yang telah menimpanya.


Ya Allah, aku telah hina dan aku sudah berbuat Zina, hukum aku dan ambil nyawaku, aku sudah tidak sanggup untuk hidup, Keluh Zahra sambil meringkuk dibawah shower.


Tidak, tidak !!!kamu harus kuat dan tidak boleh putus asa, ini sepenuhnya bukan salahmu. kamu tidak boleh lemah, aku yakin bisa menghadapi semua cobaan ini, batin Zahra menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat berganti pakaian dia mematung didepan cermin karena melihat ada bekas tanda merah dilehernya.


Apa yang dia lakukan padaku sudah melebihi batas, apa yang aku harus lakukan, aku sudah tidak suci lagi, gumam Zahra


tak terasa Zahra langsung tertidur, alarm jam menunjukkan pukul 3 pagi, seperti biasanya dia ingin melakukan sholat tahajjud tetapi saat bangun dia merasa tubuhnya sakit semua hingga mengurungkan untuk sholat dan tidur kembali.


Adzan shubuh berkumandang segera dia bangun.


Badanku sakit semua, untuk jalan pun sangat sakit, lebih baik aku sholat duduk saja, batin Zahra,".


Sinar mentari pagi masuk kedalam jendela kamar, Zahra perlahan membuka matanya.


tok, tok, tok...


"Nak, buka pintunya ibu sudah menyiapkan makan pagi untukmu, ucap ibunya".


"Ibunya membawa makanan dan segelas air putih, kamu tidak apa-apa Nak? tanya ibunya saat melihat kondisi Zahra yang pucat,".


"Tenanglah bu!! Zahra hanya butuh istirahat nanti juga akan sembuh,".


"Apa ibu lebih baik tidak masuk kerja hari ini dan menjagamu saja Nak,".


"Zahra bukan anak kecil lagi bu, aku juga baik-baik saja dan bisa jaga diri, ibu masuk kerja saja, jawabnya,".

__ADS_1


Tak terasa bulir bening keluar dari matanya saat dia memeluk Zahra, dia pun enggan menanyakan kejadian itu.


"Ibu berangkat kerja dulu ya nak, jangan lupa makan, ucap ibunya,".


Di tempat lain Aris mengambil gawai dan menghubungi Bayu.


"Hallo bay, bagaimana keadaan Rasya si bajingan itu? apa dia belum mengaku siapa yang menyuruhnya? kasih waktu tiga hari jika belum mengaku bunuh dia, ucap Aris,".


Aku sudah menyiksanya boss!! tetapi dia tetap tidak mau mengaku, jawab Bayu,".


Aris menutup telvonnya, dia mengambil handuk untuk mandi.


selesai mandi, dia bersiap-siap untuk ke rumah Zahra untuk melihat keadaannya.


Saat turun dari lantai atas semua pengawal menunduk menyambut majikannya dan mempersilahkan untuk sarapan pagi.


Aris memutuskan untuk tidak sarapan pagi karena ingin secepatnya sampai ke rumah Zahra.


Hufft, Aris menghela nafas panjang melihat jalanan sangat macet.


Akhirnya sampai juga di rumah Zahra, dia pun mengetuk pintu tidak ada jawaban tanpa basa-basi dia langsung masuk dan melihat pintu kamar terbuka, dia langsung menuju kamar tersebut dan melihat di balik pintu.


Hai para readers yang baik dan Budiman!!.

__ADS_1


jangan lupa like dan comment.


terimakasih (^_^)


__ADS_2