
Aris menghubungi Rina untuk menanyakan kabar Zahra.
Hallo Rin, bagaimana perkembangan keadaan Zahra?? tanya Aris".
Belum ada perkembangan sama sekali Pak, Jawab Rina".
Ok besok aku ke rumah sakit untuk menjaga Zahra, Ujar Aris. maaf aku merepotkanmu untuk menjaganya.
Iya pak Aris itu tidak masalah, jawab Rina".
Rasya mendapatkan kabar bahwa Bosnya mengalami kecelakaan,dia pun buru-buru untuk segera datang ke rumah sakit.
Dilorong Rumah Sakit ia pun berlari dan tidak peduli dengan beberapa orang yang melihatnya.
Saat membuka pintu ruang rawat inap Alex, dia memicingkan matanya saat melihat ada seorang perempuan yang berada disamping Alex.
Siapa perempuan itu?? batin Rasya, ia pun tidak jadi masuk. ah, lebih baik aku menunggu dia keluar dari ruangan saja. Rasya memutuskan untuk berjalan diarea Rumah Sakit.
saat didepan ruang ICU mata Rasya terbelalak melihat Aris, Bayu, dan Rina.
siapa yang sedang sakit,gumamnya. ah itu tidak penting lebih baik aku bersembunyi agar tidak terlihat oleh mereka.
Rin, kau boleh pulang..biarkan aku yang menggantikan menjaga Zahra dan kau Bayu antar Rina pulang ke rumah, perintah Aris".
Siap Bos!!! ehem, mari saya antarkan pulang ujar Bayu".
__ADS_1
Aku pamit dulu Pak Aris, hubungi aku jika Zahra ada perkembangan. kau juga jangan sungkan jika menyuruhku untuk menjaga Zahra, kapan pun aku selalu bisa membantu, ucap Rina".
Iya Rin, oh ya kamu hati-hati dengan Bayu,dia playboy cap kadal goda Aris".
Ish, Bos!!! kau ini bicara apa, reflek ia menarik tangan Rina.
didalam mobil mereka berdua diam dan tidak ada sama sekali pembicaraan apapun.
Hmm...Bayu berdehem untuk memecahkan keheningan.
Apa kau ingin minum?? tanya Rina".
Oh tidak!! bolehkah aku bertanya?? apa kamu sudah mempunyai pacar?? jika belum aku akan-- Bayu menggantungkan kalimatnya, ia takut jika ditolak oleh Rina.
Ak..aku belum punya pacar!!! aku juga tidak ingin pacaran juga, jawab Rina".
Maksud saya, saya tidak ingin pacaran melainkan jika ada yang serius denganku, lebih baik datang bertemu dengan kedua orang tua dan melamarku, jawab Rina dengan entengnya".
Bayu hanya mengangguk mendengar jawaban itu.
Di rumah sakit..
Aris masih merasa bersalah, ia meraih tangan Zahra, aku tidak becus menjaga anak kita, ia pun menangis sambil mencium tangan Zahra. tiba-tiba tangan Zahra bergerak, perlahan dia pun membuka matanya.
Aris dengan sigap memanggil suster yang berjaga diruang ICU, dengan cepat Dokter Lydia datang untuk memeriksa keadaan Zahra.
__ADS_1
Ibu Zahra keadaannya sudah membaik, besok bisa dipindahkan ke ruang rawat inap, ujar Dokter Lydia.
Terimakasih sebelumnya Dok, jawab Zahra".
Aris yang mendengar kabar itu, sempat ingin memeluk Zahra tapi dia malu untuk melakukannya".
Ia pun berdehem, mata Zahra menoleh ke arahnya. Pak Aris, terima kasih sudah mau menjengukku".
Kau bicara apa sayang, aku selalu mengkhawatirkan keadaanmu, tak tanggung-tanggung ia mendekatkan wajahnya ke arah Zahra. hingga deru nafas mereka saling terdengar. cup!! sebuah kecupan mendarat di kening Zahra".
Ish...Zahra mengelap bekas ciuman Aris dengan tangannya. kamu!!..
Aris dengan lucunya menjulurkan lidahnya menggoda Zahra.
Ah lebih baik sekarang makan dulu, kau pasti lapar. pesawat datang aaaa buka mulutmu!!
Dengan polosnya Zahra mengikuti perkataan Aris, anak pintar!! kedua kalinya ia pun menyuapi hingga makanan tak tersisa.
setelah makan, dia teringat dengan kejadian saat Chelsea menginjak perutnya hingga berdarah. tiba-tiba bulir air matanya keluar, Aris yang melihat itu langsung mengusapnya dengan tissu.
Kenapa menangis ?? tanya Aris"
Maafkan aku!! aku hanya ingin bertemu dengan kak Rasya, aku merindukannya alasan Zahra. padahal Zahra teringat perlakuan kejam Chelsea terhadapnya hingga dia mengalami keguguran dan pendarahan.
Hai readers..
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment.
Terimakasih(^_^)