Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Markas


__ADS_3

Ditempat lain...


Alex dan Rasya sedang berada di markas untuk menyusun sebuah rencana membalas dendam ke Aris.


Bos, sudah lama kita berdua tidak ke diskotik apa nanti malam kita pergi kesana ajak Rasya".


Ok, kita berangkat sekarang jawab Aris".


sampai diskotik, dentuman musik dan sorot lampu yang berkelap-kelip menyambut kedatangan mereka berdua.


Alex dan Rasya segera memesan wine dan meminumya,tiba-tiba seorang wanita se*y menghampiri mereka berdua dan duduk diatas pangkuannya.


Alex menolak, kau jangan dekati aku, aku sedang tidak ingin bercumbu dengan wanita lain. sedangkan Rasya sudah tidak tahan untuk menahan hasratnya.


Bos, aku pamit dulu untuk membawa wanita ini ke hotel dulu. kau tidak keberatan untuk pulang sendiri kan? tanya Rasya".


(Rasya belum tahu jika ibunya meninggal dunia, eh malah enak-enakan bercumbu dengan wanita lain).


Santai saja Rasya, aku bisa pulang sendiri.. Alex terus meminum wine hingga dia dalam keadaan mabuk berat. merasa puas ia segera pergi dari tempat itu.


Dia pun mengendarai mobil dalam keadaan mabuk berat sehingga ia tidak stabil membawa mobilnya.


Brak..


Alex menabrak sebuah tiang listrik dan tempat itu sangat sepi, ia setengah sadar meminta tolong, kepalanya mengeluarkan banyak darah akibat terbentur setir mobil.


Tol..tolong... teriak Alex

__ADS_1


Sebuah mobil berhenti tepat didepan Aris, ia pun segera turun. samar-samar Aris melihat dia dibopong oleh seorang perempuan lalu diapun tidak sadarkan diri.


Perempuan itu langsung membawa Alex ke rumah sakit dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Sampai rumah sakit...


Suster!!!teriak perempuan ini, saya tadi tidak sengaja melihat dia dijalan dan aku khawatir karena darah terus mengalir dari kepalanya.


Dengan cepat dokter memeriksanya keadaannya, suster itu mengatakan untuk segera melakukan pembayaran dibagian administrasi.


perempuan itu mengangguk dan setelah melunasi pembayaran, dia mendatangi suster itu dan memberikan sebuah kertas yang berisi nomor telepon.


jika terjadi apa-apa dengan laki-laki itu, segera hubungi aku suster, saya harus buru-buru dan tolong kabari untuk perkembangannya.


Baik bu jawab suster".


Aisyah terkejut saat mendengar kabar bahwa ibu Zahra meninggal dunia, ia pun mempercepat untuk menutup butiknya dan bertakziyah ke rumah Zahra.


Saat diperjalanan ia tidak sengaja melihat seorang pria meminta tolong dan ia merasa kaget saat kepala pria itu mengeluarkan darah. diapun berhenti dan menolong laki-laki itu.


Aisyah langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit agar laki-laki itu terselamatkan.


Flashback On


Akhirnya Aisyah sampai dirumah Zahra, dia pun memeluk Zahra, maaf kakak baru datang.


Zahra melepas pelukan kak Aisyah dan mempersilahkan untuk duduk. ia pun bercerita merasa sedih karena kakak laki-lakinya tidak datang dalam acara prosesi pemakaman jenazah ibunya.

__ADS_1


Aisyah merasa iba setelah mendengar cerita Zahra.


setelah selesai membuat minum untuk para tamu yang bertakziyah Rina membawa minuman itu menuju ke ruang tamu.


Assalamu'alaikum kak Aisyah sapa Rina, baru datang?? tanya Rina sambil menaruh minuman.


Waalaikumsalam iya Rin, aku barusan sampai sini Jawab singkat Aisyah".


Silahkan diminum Kak, Ucap Rina.


Iya Rin, terima kasih Jawab Zahra.


Kak Aisyah mengusap bahu Zahra dan memberikan nasehat untuk mengikhlaskan ibunya. kamu harus ikhlas Ra, ibumu sudah tidak merasakan sakit dan tenang dialam surga Ujar Asiyah".


Terimakasih kak, kau sudah sangat baik denganku, Zahra tak enak hati karena beberapa hari kerja ia sudah izin tidak masuk karena merawat ibunya.


Aku tidak bisa lama-lama, aku pamit dulu ya ucap Aisyah pada mereka berdua.


Iya kak, hati-hati dijalan Kak.


Hai semuanya ..


Para readers yang cantik dan tampan...


jangan bosan dengan ceritaku ya..


Oh iya jangan lupa like dan komentar..

__ADS_1


(^_^)


__ADS_2