Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Mual?


__ADS_3

Setelah selesai makan dan minum Zahra merasa sangat mengantuk.


Hoaam, tidak biasanya aku mengantuk seperti ini gumam Zahra.


Aris perlahan merebahkan diri diatas kursi ruang tamu, dia berpura-pura memejamkan matanya.


Syukurlah kau sudah tidur duluan, batin Zahra.


Zahra merebahkan diri diatas kasurnya, tidak lupa dia membuka cadarnya dan berdo'a.


Aris bangun, perlahan dia membuka pintu kamar, mendekat ke arah bibir Zahra, sangat menggoda, aku harus sabar batin Aris".


Aris mematikan gawainya agar tidak ada yang mengganggunya, ini kesempatan aku bisa tidur bersama dengannya, dia pun merebahkan diri disamping Zahra. tanpa ada rasa malu sedikitpun dia mengelus perut dan memeluk Zahra dari belakang.


Jam menunjukkan pukul 3 pagi, Zahra mengerjapkan matanya. ia belum sadar dari alam mimpinya, samar-samar dia melihat ada sebuah tangan yang memeluknya. entah mengapa kepalaku sangat pusing gumam Zahra".


Aaakkhhh...


Zahra berteriak saat melihat Aris tidur disampingnya, dia pun terbangun dengan suara Zahra.


Ka...kau beraninya masuk kamarku!!..


Aris menarik tangan Zahra, hingga kepalanya terbentur dada Aris.


Kau mau kemana?? ini kan masih pagi?? tanya Aris".

__ADS_1


Ak...aku mau sholat dulu, diapun berlalu pergi meninggalkan Aris.


Aris hanya bisa mematung, apa itu sholat?? batinnya. diapun memutuskan untuk tidur kembali.


Disepertiga malam Zahra berdo'a memohon ampun atas segala dosa yang diperbuat.


Setelah selesai sholat dia memutuskan untuk tidak tidur hingga waktu shubuh karena ia takut jika Aris berbuat aneh-aneh. ia mengambil Al-Qur'an dan membacanya dengan merdu.


Tiba-tiba Aris terbangun mendengar suara merdu Zahra.


Kau sedang membaca apa?? tanya Aris". dia pun akhirnya duduk disebelah Zahra.


Zahra menggelengkan kepalanya melihat pertanyaan dari Aris. kau tidurlah didalam kamar, perintah Zahra.


Ak..aku...hoek..hoek...Zahra berlari ke kamar mandi karena merasa perutnya mual. ia pun memijat keningnya sambil memegang perutnya, ada apa denganku ini?? batin Zahra".


Aris berlari mengikuti Zahra dari belakang, dia merasa pusing dan hampir pingsan, untung ada tangan Aris dengan sigap yang menyangganya. Aris menggendong Zahra menuju kamar tidur, kau istirahatlah aku buatkan teh hangat dulu.


jika memang kau hamil, itu sebuah kebahagiaan untukku, aku akan menjagamu batin Aris".


Sebaiknya minumlah teh ini, agar kondisimu menjadi lebih baik perintah Aris".


Terimakasih pak Aris, jawab Zahra".


Kamu jangan memanggilku dengan sebutan pak, apa kau tidak bisa romantis, panggil aku dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Sangat bawel sekali ini orang, gumam Zahra".


kau bilang apa??? aku sangat bawel?? tanya Aris sambil mengangkat alisnya.


tid..tidak..kau sangat tampan pak Aris hingga mataku silau melihat wajahmu, Jawab Zahra".


kau baru sadar jika aku tampan, Aris tersenyum mendengar pengakuan Zahra.


pagi hari suara burung berkicau merdu, matahari menyapa.


Udara pagi ini sangat sejuk, sayang apa kau mau jalan-jalan sebentar saja ditaman, ajak Aris".


Aku tidak bisa, aku harus memasak makanan lalu aku berangkat kuliah setelah itu aku bekerja jadi tidak ada waktu untuk jalan-jalan ke taman, ku harap kau bisa mengerti.


untuk hari ini kau tidak akan masuk kuliah ataupun bekerja karena aku akan bertemu dengan orang tuamu, jawab Aris".


Ta..tapi..


husttt, kau jangan pernah menolak permintaanku bisik Aris dengan nada sensual ditelinga Zahra.


Hai readers...


jangan lupa like dan coment..


jangan bosan dengan alur ceritaku ya(^_^)

__ADS_1


__ADS_2