Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Kritis


__ADS_3

Dokter yang sedang memeriksanya segera memindahkan pasien ke ruang ICU, melihat kondisi pasien kritis.


Rina dan Bayu duduk didepan ruang ICU, hmmm Bayu berdehem untuk memulai pembicaraan.


Bayu menatap Rina,. ia mengulurkan tangannya, kita belum berkenalan, siapa namamu??.


Rina, ia menangkupkan tangannya ke dada. bapak namanya siapa?? tanya balik Rina".


Bayu, aku asistennya pak Aris jawabnya ".


oh iya,saya sebelumnya mengucapkan terimakasih sudah membantu Zahra membawa ke rumah sakit.


Iya sama-sama, tenangkan hatimu, Zahra gadis yang kuat pasti dia akan bisa melewati masa kritis".


Aku pamit dulu untuk menjemput Pak Aris dirumah, dia harus tahu dengan keadaan Zahra.


(sebelumnya Aris membuat surat cuti untuk sementara tidak mengajar, hal ini dia lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada).


Rina mengangguk, hati-hati dijalan. mendengar kata-kata itu pipi Bayu merah merona bak kepiting direbus.


Aku harus mengabari ibu, agar dia tidak mencariku, batin Rina".


Hallo Assalamu'alaikum..


Wa'alaikumsalam Nak..


Bu, Rina sedang berada dirumah sakit, Zahra mengalami pendarahan ujar Rina".


Ap..apa pendarahan?? apa dia sedang hamil?? tanya Ibu Rina".

__ADS_1


Ceritanya panjang bu, sudah dulu ya bu aku tutup teleponnya.


iya Nak, jawab Ibu Rina.


Sus, tolong panggil salah satu keluarga pasien ujar Dokter".


Permisi, keluarga pasien atas nama Ibu Zahra silahkan masuk untuk menemui Dokter Lydia.


Silahkan duduk, Ucap Dokter Lydia dengan sopan.


Iya, dok terimakasih jawab Rina".


Ibu Zahra mengalami pendarahan hebat yang bisa merenggut nyawa ibu dan janinnya, apa sebelumnya ibu Zahra ini sudah tahu jika dia sedang hamil, tanya dokter Lydia.


satu bulan ini dia mengalami mual dan belum memeriksakan ke dokter kandungan, sepertinya dia hanya menganggap masuk angin biasa dok, jawab Rina memberikan penjelasan ke dokter Lydia.


sampai rumah Aris...


Bayu berlari menghampiri Aris yang sedang sibuk dengan pekerjaanya menghadap laptop.


Bos!! Zahra dia mengalami pendarahan hebat dan kondisinya kritis.


Ap...apa??? tanpa berkata-kata Aris dan Bayu langsung pergi ke rumah sakit. mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi.


Aris berlari menuju ruang ICU, sesampainya disana ada Rina terisak menangis.


Bagimana keadaan Zahra?? apa yang terjadi dengannya?? siapa yang tega melakukan ini kepadanya?? rentetan pertanyaan membuat Rina bingung untuk menjawabnya pasalnya dia tidak tahu nama wanita yang telah membuat Zahra seperti ini.


Lihatlah kondisi Zahra dulu pak, setelah itu saya akan menceritakan semua apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Aris pun masuk dengan rasa khawatir, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Zahra dan masih dendam dengan Zahra karena mengingat perlakuan Ibu Rita dimasa lalu.


Hatinya sesak saat melihat Zahra menutup matanya, dia pun menggenggam dan mencium tangan Zahra, kau harus tetap hidup sayang, jujur aku tidak bisa hidup tanpamu, aku memang egois terkadang rasa benci itu datang saat ingat kau adalah anak dari wanita ******* itu. aku akan mencari dan membunuh orang yang telah membuatmu seperti ini. bahkan aku tidak tahu jika kamu sedang hamil, aku sangat bodoh. maafkan aku...


Tiba-tiba Zahra mengeluarkan bulir air mata masih dalam keadaan menutup matanya, Aris yang melihat itu mengusap air mata Zahra. dia pun mencium kening Zahra dan berlalu pergi.


Bayu yang diluar bersama Rina mengkhawatirkan jika Aris akan membunuh orang yang telah membuat Zahra seperti ini. mereka berdua pun terkejut saat Aris sudah dihadapannya.


Bay, hatiku mengatakan jika ini perbuatan Chelsea. dia pun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihatkan foto Chelsea ke Rina.


Apa betul dia yang menyakiti Zahra?? tanya Aris".


Rina menganga melihat foto wanita yang ia temui saat dirumah Zahra.


Betul Pak, dia orangnya yang telah menyebabkan Zahra pendarahan, dia juga dengan teganya menginjak perut Zahra.


Rin, aku minta tolong jaga Zahra, hubungi aku jika ada perkembangan tentang dia, aku akan segera membereskan masalah ini. mereka berdua berlalu pergi dari hadapan Rina.


Sepertinya wanita itu tidak asing, iapun berusaha. mengingat dimana dia pernah bertemu.


Aku ingat wanita angkuh itu yang pernah membuat keributan denganku saat dirumah sakit. apa dia pacar pak Aris? batin Rina".


Hai semuanya...


Jangan lupa like dan koment..


Jangan bosan dengan alur ceritaku ya..


(^_^)

__ADS_1


__ADS_2