
Menjelang Hari Pernikahan...
Zahra merasa gugup ketika akan menuju tempat ijab qabul. dia meremas tangannya yang sudah berkeringat, dia menghela nafas panjang untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Rina tampak terharu saat Zahra memakai gaun kebaya putih senada dengan cadar, kau cantik sekali Ra, beruntung Pak Aris menjadikan kamu sebagai istrinya.
Zahra berdiri didepan cermin, menatap dirinya dari bawah hingga ke atas.
Jujur aku sangat gugup Rin, aku takut jika tidak bisa menjadi istri yang baik buat Pak Aris, tapi menikah adalah suatu ibadah yang harus dijalani. aku juga tidak menyangka secepat ini akan menikah dengan Pak Aris.
Rina memeluk Zahra dengan saling menatap dia berkata, ini sudah jalan takdirmu Ra. Pak Aris mencintaimu setulus hati, dia bahkan bertanggung jawab setelah kejadian itu. seiring waktu berjalan kamu pasti bisa menerima cintanya. kamu tidak perlu menyesali keadaan ini, yakinlah dia jodoh yang dihadirkan untukmu dan satu lagi dia tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun.
Eitsss, jangan menangis nanti make upnya luntur goda Rina.
...****...
Tegang ya bos?? Ledek Bayu".
Tid..tidak...untuk apa aku tegang, jawab bayu berbohong dengan gaya sombongnya".
Alah Bos tidak usah mengelak, keringat yang keluar dari wajahmu berbicara padaku bahwa kau sangat tegang, rileks Bos.
Gak lucu ya, keringat bisa bicara padamu memangnya kau punya Indra ke enam.
ayo boss!!segera turun para tamu undangan sudah datang ajak Bayu.
Pak Boss yang menikah kenapa aku ikut gemetar dan gugup, andai Rina menerima lamaranku pasti aku akan segera menikah dan menikmati malam pertama dengannya, Ahh betapa nikmatnya, batin Bayu".
Hei, Aris melambaikan tangan didepan wajah Bayu. kau kenapa senyum-senyum sendiri?? atau jangan-jangan otak mesummu membayangkan Rina".
__ADS_1
Ckck..Bos!! aku tersenyum bahagia melihat kau menikah dalih Bayu. sialan bos Aris bisa membaca pikiranku.
Aris pun merapikan jas yang dipakai, bismillah ia pun turun dari tangga menuju tempat ijab qabul.
Disusul dengan Zahra yang turun dari tangga, Aris dibuat takjub dengan penampilan calon istrinya yang begitu cantik dan anggun.
saat duduk bersebelahan Aris menggoda dengan mengedipkan matanya, Zahra yang melihat langsung menunduk dan malu dengan tingkah laku calon suami.
Bismillah sudah siap tanya pak penghulu??
Siap!! jawab lantang Aris dengan penuh keyakinan.
Sah...Sah...
Alhamdulillah, barakallahulakumma wabarakah alaykumma wajama'ah bayna kumma fii khair..
Bayu diam-diam mendekati Rina, apa kau tidak ingin seperti mereka?? menikmati malam-malam Indah penuh gairah? bisiknya ditelinga Rina".
Rina merasa bulu kuduknya meremang dan geli mendengar ucapan itu, lebih baik aku menghindar daripada diterkam.
(Neng Rina jangan gengsi ya, kalau sudah diterkam Abang Bayu bisa ketagihan loh).
Di sisi lain..
Alex menjemput Aisyah dirumahnya, saling mengenal satu sama lain membuat jantung mereka berdua berdegup kencang. ada rasa nyaman saat Aisyah memberikan perhatian lebih terhadapnya.
Flashback Off
hubungan mereka berdua semakin dekat setelah Aisyah telaten dan setia mengantar Alex untuk periksa kembali ke rumah sakit. hingga benih-benih cinta tumbuh diantara mereka berdua, tetapi mereka berdua sama-sama gengsi untuk mengakuinya.
__ADS_1
Aisyah menunggu pernyataan Cinta dari Alex, hingga diwaktu yang tepat Alex memberanikan diri untuk mengajaknya makan malam.
You will marry me??, Alex menunduk dihadapan Aisyah sambil memegang sebuah cincin berlian.
Ak...Aku..
Aku tidak memaksamu untuk menjawabnya hari ini, aku berharap kau juga mempunyai rasa yang sama denganku.
(masih disini menunggumu berharap cinta kita kan bersatu, asekkk...author menyanyi dulu ya).
Flashback On
Maaf sudah menungguku lama, ujar Aisyah".
Oh--tidak apa-apa, jawab Alex singkat sambil tersenyum mengarah ke Arah Aisyah.
Alex tidak tahu jika Aisyah akan mengajaknya menghadiri acara...
Acara Apa???
Yang Pasti Acara Pernikahan
"Aris Dan Zahra"
Holla selamat malam..
jangan lupa like dan koment..
bye...bye...
__ADS_1