
Dua minggu kemudian ....
Aris dan Bayu memutuskan untuk kembali pulang setelah kondisi Bayu membaik.
Bay, temani aku untuk datang ke rumah Zahra, ujar Aris".
Aku lelah bos !!! yang ada malah aku jadi obat nyamuk melihat kemesraan kalian berdua, lebih baik kau sendiri saja ke rumahnya, jawab Bayu".
malam harinya, Aris memutuskan untuk pergi ke rumah Zahra. Dia pun mengirim pesan ke Rina untuk menanyakan alamat rumah kontrakan Zahra.
Jalan Melati...
Dia sudah berada didepan rumah kontrakan Zahra, perlahan dia mulai mengetuk pintu..
Tok, tok, tok...
Sayang, apa kau didalam? teriak Aris".
Sepi sekali rumah ini?? kemana dia?? apa aku tunggu saja?? gumam Aris".
tidak lama Zahra datang, kenapa dia bisa tahu jika aku mengontrak rumah disini, batin Zahra".
Hai, bagaimana kabarmu sayang ?? apa kamu sudah makan?? tanya Aris".
Zahra terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari Aris.
Aris mendekat ke arah Zahra, tatapan mata mereka beradu, tak lama bulir air mata Zahra yang dia tahan keluar.
__ADS_1
Aris menghapus air matanya, apa yang membuatmu sedih??? tanya Aris".
Ka...kamu tidak pernah sama sekali menghubungiku?? apa kau pergi dengan seorang wanita selain denganku??, ucap Zahra".
Aku tidak pergi dengan wanita lain sayang, jawab Aris".
Zahra mengambil gawai yang ada ditasnya,
Dia menunjukkan sebuah foto ke Aris.
Siapa perempuan ini?? sepertinya kau tidak menolak saat dia menciummu?? apa kau ada hubungan dengannya?? selidik Zahra".
Kau dapat foto itu darimana?? tanya Aris".
Jangan mengalihkan pertanyaan yang kamu belum jawab, sulit untuk aku mempercayai ucapanmu, ujar Zahra".
Lepaskan aku!!! teriak Zahra".
jika tidak mau apa yang akan kamu lakukan??? aku putuskan untuk menginap dirumahmu dan aku berharap bisa tidur sekamar denganmu, besok aku berencana untuk menemui orang tuamu, meskipun tidak direstui aku akan tetap menikahmu. kau tidak berniat untuk memasakanku makanan, aku sangat lelah dan lapar, ujar Aris".
Zahra tidak bisa menolak permintaan Aris..
aku akan membuat makanan untukmu tapi untuk tidur denganmu aku mohon kau lebih baik tidur diruang tamu, aku tidak ingin melakukan hal yang di benci oleh Allah karena belum ada ikatan yang halal, ujar Zahra".
Oke..saya akan mengalah untuk tidur diruang tamu, tapi dengan satu syarat aku akan membantumu memasak, jawab Aris".
Zahra berlalu pergi ke dapur dengan diikuti oleh Aris dibelakangnya.
__ADS_1
Zahra memasak menu seadanya karena dia hanya berbelanja sedikit untuk menghemat uangnya.
hmm..Aris berdehem untuk memecahkan keheningan, apa kau nyaman bekerja dibutik itu?? jika kita sudah menikah berhentilah berkerja, nikmati harta yang aku punya, aku akan memberimu uang untuk kebutuhan sehari-hari.
aku tidak ingin sama sekali merepotkanmu, aku ingin menabung agar aku bisa hidup mandiri sampai lulus kuliah,jawab Zahra". kau tau darimana jika aku bekerja dibutik?? apa kau mengirim mata-mata untuk melihat gerak-gerik setiap hari??tanya Zahra".
Aris hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Zahra.
Zahra menghidangkan makanan yang sudah matang dimeja makan, diapun mengambil piring dan sendok. hanya ini yang bisa aku masak, berbeda dengan menu yang setiap hari dimasak oleh asistenmu.
Tanpa basa-basi Aris melahap makanan itu.
Enak, kau jago masak juga, jika kau sudah menjadi istriku aku harap kau melayaniku setiap waktu.
Zahra tersedak mendengar perkataan Aris, dengan sigap Aris mengambilkan minum untuk Zahra ke dapur karena dia lupa menaruh minuman dimeja makan.
Tersirat ide licik yang keluar dari pikiran Aris untuk memberinya obat tidur.
Ini minumlah, maaf lama Ujar Aris".
Terima kasih, jawab Zahra mengambil minuman tersebut dari tangan Aris.
Hai...para readers...
jangan bosan dengan ceritaku ya..
jangan lupa like dan koment...
__ADS_1
terima kasih