
keesokkan harinya..
Kondisi Zahra mulai membaik, Hoaam...Aris yang tidur disofa rumah sakit serasa badannya pegal, ia pun melirik Zahra masih tertidur lelap.
Ah lebih baik aku mandi dulu biar segar, ia pun menuju kamar mandi. selesai melakukan ritual mandi ia pun keluar hanya memakai handuk. dada sixpacknya membuat semua perempuan yang melihatnya akan terkesima.
(termasuk author)
dia melirik ke arah Zahra masih tertidur lelap. selesai memakai pakaian dia menggoda Zahra dengan mengelus pipinya.
Zahra mengerjapkan matanya, ia merasakan ada sentuhan lembut hingga merasa terbangun.
waktunya makan sayang, agar kamu segera pulang. dia pun menyuapi Zahra penuh kasih sayang.
you will marry me?? mendengar kata itu Zahra tersedak, dengan cepat Aris mengambilkan minuman.
kamu tadi bicara apa?? tanya Zahra".
Apa kau bersedia menikah denganku, memulai lembaran baru, setelah pulang dari rumah sakit ini aku akan menyiapkan acara resepsi pernikahan kita.
Apa?? menikah?? tapi setelah menikah apa aku masih bisa kuliah?? ku mohon aku merasa sepi jika hanya berdiam diri dirumah.
__ADS_1
kamu tidak akan merasakan kesepian, aku dan kamu akan menghadirkan baby twins. betapa bahagianya diriku bisa mengenalmu, kamu wanita tercantik yang pernah ku temui.
saat pandangan pertama itu diam-diam aku sudah ada rasa denganmu, ujar Aris".
Zahra yang mendengarkan itu merasa geli dengan sikap Aris.
Maaf, aku ingin bertanya apa Chelsea itu mantan kekasihmu?? lalu sekarang dimana dia?? .
Hmm, Aris berdehem sudah jangan membahas masalah itu, aku tidak ingin moodku hari ini menjadi buruk. aku keluar ke kantin dulu ya sayang, aku sangat lapar, pamit Aris".
Zahra mengangguk dan tersenyum melihat kepergian Aris.
Dia terkejut dengan seseorang yang kini dihadapannya.
Kak Rasya, panggil Zahra..
Ak...aku rindu denganmu, kenapa kau berlari saat aku memanggilmu.
Rasya hanya tersenyum licik tidak sedikitpun menjawab pertanyaan Zahra, ia mulai mendekat dan membius Zahra hingga tidak sadarkan diri. perlahan dia melepas infus Zahra dan membawanya pergi dari rumah sakit menuju rumah Alex".
Aris yang baru saja selesai makan, perasaannya tidak enak hingga dia buru-buru kembali ke kamar Zahra".
__ADS_1
Saat Aris membuka pintu itu, dia melihat Zahra sudah tidak ada ditempat tidurnya. Siapa lagi yang mencoba bermain denganku, ia pun langsung pergi menuju rumah Alex.
Di jalan, Aris menghubungi Bayu untuk segera ke rumah Alex dan memerintahkan membawa beberapa pengawal.
Zahra yang sadar bingung, sedang dimana aku sekarang?? kamar siapa ini??.
prok...prok...suara tepuk tangan menggema dikamar itu.
Rasya mendekat ke arah Zahra.. kau beraninya membunuh ibuku, karena dirimu ibuku meninggal dunia. apa kau tidak ingat jika dirimu hanya anak panti yang dipungut. dulu aku menyayangimu tapi semenjak aku datang kerumah dan ada yang memberitahu jika ibuku memikirkanmu karena kau hamil dengan lelaki yang menjadi musuhku. aku tidak rela jika kau menikah dengan Aris, iapun membawa pistol ke arah kepala Zahra. lebih baik kau mati daripada aku harus melihatmu hidup dan bersanding dengan Aris.
Ampun..ampun..kak, jangan bunuh aku!! ini sepenuhnya bukan salahku, ucap Zahra sambil terisak menangis.
Kau memang gadis pembawa sial, kau tidak tahu balas budi!! kau akan menerima akibatnya.
Door.. suara tembakan terdengar diluar..
Hai readers..
Jangan lupa like dan koment..
Terimakasih (^_^)
__ADS_1