
"Notif Pesan"--masuk
Maaf mungkin aku besok tidak bisa menjemputmu karena ada sesuatu masalah yang harus ku selesaikan, aku sudah menaruh uang di laci jika kau butuh pakailah, jangan sungkan dan jika kau berkenan aku berharap kau pulanglah ke rumahku--.
Zahra membaca notif pesan dari Aris..
Keesokan Harinya...
Dokter kembali memeriksa keadaan Zahra...
Ibu Zahra keadaanya sudah membaik dan boleh pulang hari ini??? apa suaminya sedang sibuk??? celetuk Bu Dokter"..
Zahra hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari dokter tersebut..
Sesampainya dirumah...
Ibu Zahra tidak ada dirumah, sepi sekali rumah ini gumam Zahra".
Akhirnya dia memutuskan untuk menunggu diteras rumah dan tidak menyangka dia pun tertidur..
klek...saat mendengar bunyi suara pintu, Zahra terbangun.
Ibu!!! Panggil Zahra dengan suara lirih...
Diapun berlari dan memeluk ibunya sembari memegang tangan ibunya untuk meminta maaf kembali..
Kau...jangan datang kembali ke rumahku, ibu sudah memutuskan untuk mengusirmu dari rumah ini, dia pun mengambil tas yang berisi baju Zahra dan melemparnya...
"Ini bajumu, segera angkat kaki dari rumah ini!!! teriak ibunya".
Zahra pamit dulu bu, Assalamu'alaikum...
__ADS_1
Brakkk..ibunya menutup pintu tanpa menjawab salamnya..
Zahra mengambil gawainya dan menghubungi Rina..
Hallo Assalamu'alaikum Rin?
Wa'alaikumsalam Ra??
Apa kita bisa bertemu setelah kau pulang kuliah?? tanya Zahra".
"Sangat bisa Ra, kau datang ke rumahku saja, ini aku akan segera pulang, Jawab Rina".
Dirumah Rina...
Ibu Rina terkejut dengan kedatangan Zahra pasalnya dia melihat Zahra membawa beberapa koper, apa dia sedang di usir ibunya karena ada masalah batinnya.
Assalamu'alaikum bik...
Wa'alaikumsalam Nak, jawab ibunya rina".
Silahkan masuk Nak, kamu pasti lelah, ingat kesehatanmu belum pulih sama sekali, ibu mau buatkan minum dulu.
"Iya bik, maaf sudah merepotkanmu jawab Zahra".
Tidak Nak, bibi tidak repot sama sekali, kau kan sudah aku anggap seperti keluarga..
Rina mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi agar sampai rumah..
Sesampainya dirumah...
Ra, dia pun langsung memeluk hingga lupa mengucapkan salam..
__ADS_1
Rina melongo saat melihat Zahra membawa koper...
Dia pun sejenak menatap mata Zahra, apa kau ada masalah?? tanya Rina".
Ak, aku...sedang ada masalah Rin, akhirnya dia memutuskan untuk bercerita ke Rina dari awal hingga akhir.
Rina kaget setelah mendengar cerita Zahra dan merasa iba..
Dia memeluk Zahra, kamu yang kuat Ra, ibumu mungkin masih kesal denganmu tetapi lambat laun dia pasti memaafkanmu..
jadi tinggalah dirumahku, kau kan sudah ku anggap seperti kakakku,Jawab Rina".
Tapi Rin, aku ingin mengontrak rumah sendiri, apa kau bisa membantuku untuk mencari rumah kontrakan?? tanya Zahra".
iya kapanpun kau meminta bantuan aku akan selalu ada untukmu.
Ibu Rina datang membawa segelas teh hangat..
minumlah dulu Nak, jangan sungkan jika ada masalah selesaikan dengan baik-baik, ujar Ibu Rina".
iy, iya bik jawab Zahra".
Rina pun mengajak Zahra masuk kamar dan menyuruhnya untuk tidur.
Ra, istirahatlah, jangan malu anggaplah ini rumahmu sendiri dan satu lagi lebih baik kamu terima lamaran dari Pak Aris karena bagaimanapun dia yang bersalah, aku tidak menyangka jika dia seorang psikopat. Insyaallah jika dia menikah denganmu pasti bisa berubah menjadi laki-laki lembut Ra, ujar Rina".
Ak...aku belum memikirkan hal itu Rin, aku ingin menyelesaikan kuliahku dulu, Jawab Zahra".
Aku sebagai seorang sahabat akan selalu mendukungmu Ra.. kau pasti bisa melewati masalah ini.
Hai readers..
__ADS_1
Jangan lupa like dan koment..
Terimakasih...