Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Angkuh


__ADS_3

Aris pulang ke rumah dalam keadaan tidak sadar diri karena terlalu banyak meneguk minuman beralkohol, Bayu asisten pribadinya yang setia langsung mengantarnya ke kamar tidur.


Hufttt, bos, bos!! sehari saja tidak membuat masalah dan tidak merepotkanku apa tidak bisa, gumam Bayu.


Zahra yang sedang berbaring di tempat tidur terdengar suara ketukan pintu, tok,tok, tok..


"Maaf, silahkan masuk pintu tidak di kunci, jawab Zahra".


Assalamu'alaikum Nak, bagaimana keadaanmu? tadi Rina ikut ibu juga untuk menjengukmu tetapi dia sedang ke kamar mandi.


"wa'alaikumsalam bu, alhamdulillah aku sudah baikan bu, mereka berdua saling berpelukan, Zahra sudah bosan di rumah sakit dan ingin pulang bu, rengeknya..


Saat sedang menuju ruang Zahra, Rina tidak sengaja menabrak seorang wanita.


Braakkk!!! hei kalau jalan lihat ke depan, gak punya mata, bentak perempuan itu".


Maaf aku tidak sengaja aku terburu-buru, Jawab Rina".


"Hey tunggu dulu, kamu sudah menginjak sepatuku, asal kamu tahu baju kampungan yang kau pakai tidak akan pernah bisa menggantikan sepatuku yang mahal ini,dia langsung melempar tissu mengenai wajah Rina.

__ADS_1


"Kau menunduk dan bersihkan sepatuku yang kotor ini, ujar perempuan itu".


"Hey nona muda yang terhormat meskipun saya tidak mampu membeli sepatu mahal yang kamu pakai setidaknya aku punya harga diri dan punya sopan santun, Jawab Rina".


Perempuan itu tidak terima dan langsung menjambak jilbab Rina dan terjadilah keributan.


Ibu diluar sepertinya ada orang yg sedang ribut, ujar Zahra".


Sebentar ibu lihat dulu didepan,Nak.


Cukup!!! teriak ibu Zahra, apa kalian tidak malu.


Maaf tan, sudah membuat keributan, hehehe Rina meringis dan membenarkan jilbabnya, ini tan orang angkuh seperti dia harus dikasih pelajaran biar tidak seenaknya menginjak harga diri orang, Ucap Rina".


Sudah Nak, ayo kita masuk saja ajak ibu Zahra".


Hai, Rina langsung menghamburkan pelukan ke Zahra, aku kangen banget dasar ya kamu tidak mengabariku sama sekali, sudah lupa denganku, untung aku tadi bertemu dengan ibumu dan di beritahu kalau kamu sedang rawat inap di rumah sakit, cerocos Rina".


Maaf Rin, aku tidak ingin merepotkanmu lagi! ujar Zahra".

__ADS_1


Sudahlah lupakan itu!!, aku mau cerita waktu Pak Aris sedang mengajar tadi entah mengapa dia menggebrak meja, inginku yang menjadi mejanya agar dia dapat merasakan degup suara jantungku, asyekk, bayangin sudah tampan terus jadi idola para wanita di kampus, terus apa lagi ya, pokoknya sempurna deh, cerocos Rina dengan suara histerisnya.


Ibu yang mendengar cerita Rina hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Zahra hanya berdehem menanggapi cerita Rina.


Aku pamit dulu ya Ra, aku gak bisa lama-lama di sini soalnya ada tugas dari dosen tampan yang harus ku kerjakan, ujar Rina".


Iya, terimakasih banyak sudah menjengukku Rin".


Sama-sama Ra, aku pulang dulu ya, makan yang banyak biar cepat sembuh..


Iya Rin, hati-hati dijalan ujar Zahra sambil melambaikan tangan.


Ibu mengambil mangkok yang berisi bubur dan menyuapi Zahra.


Harus darimana aku harus menceritakan ini semua, aku takut jika terjadi sesuatu dengan ibu, tapi bagaimanapun ibu harus tahu tentang kejadian yang sudah aku alami, batin Zahra".


Hai...Para Readers..

__ADS_1


Jangan lupa like dan koment..


Jangan bosan-bosan membaca ceritaku ya...


__ADS_2