
Saat Zahra hendak keluar dari kamar tidur Aris menuju pintu, tiba-tiba dia meraih tangan dan menghalanginya pintunya.
"Lepaskan Aku, mohon ijinkan aku untuk pulang, ibuku pasti mengkhawatirkanku!! ucap Zahra,".
Sebelum kau pergi, aku ada syarat yang membuatmu akan benci kepadaku, aku berharap kamu jangan dekat dengan laki-laki lain selain denganku. didalam perutmu aku menanam benih yang harus kau jaga, aku harap jangan risih jika aku memperhatikan dirimu dari kejauhan.
Satu lagi, kau harus mau aku antar pulang ke rumah.
"Minggir!, dia enggan menanggapi perkataan Aris, karena hati Zahra sudah terlalu sakit dengan perbuatan Aris,".
Zahra berlari keluar dari rumah Aris dengan menahan nangis, aku harus kuat tidak boleh cengeng, apapun yang terjadi aku harus menerima kejadian ini dengan ikhlas.
Semua pengawal tampak terkejut saat Aris mengejar Zahra, segera dia mengambil mobil untuk mengikuti dari arah belakang.
suasana jalan sepi, Zahra begitu takut karena tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya, tiba-tiba ada seorang tiga laki-laki yang memperhatikan Zahra, laki-laki tersebut melihat Zahra dari atas ke bawah.
"Neng sendirian? goda ketiga laki-laki tersebut,".
"Apa yang akan kamu lakukan, bisakah kau minggir, teriak Zahra,".
__ADS_1
ketiga laki-laki tersebut menarik tangan Zahra agar dia mau ikut dengannya.
Zahra menolak!! tampak sebuah mobil berhenti dibelakang dan menoleh.
Pak Aris!!
"Lepaskan calon istriku atau ku habisi kalian semua dengan tanganku sendiri, beraninya kamu memegang tangan calon istriku teriak Aris,".
Bugh,, Bugh,, Bugh
Perkelahian antara Aris dan ketiga laki-laki tersebut sedang berlangsung secara sengit, tetapi pada akhirnya dimenangkan oleh Aris.
Aris dengan cepat membuka pintu mobil untuk Zahra.
Didalam mobil mereka berdua hanya diam, terkadang Aris melirik Zahra yang enggan melihatnya sama sekali.
Aris mengingat kejadian saat membelai pipi dan ingin mengecup bibir kecil ranum yang berwarna merah muda milik Zahra saat dia tidak sadarkan diri.
"Hmmm... Hmmm...Aris mencoba mencairkan suasana dalam mobil, kapan aku bisa bertemu dengan keluargamu?,".
__ADS_1
Zahra terdiam dan menghela nafas panjang, tak terasa bulir air matanya terjatuh.
"Aris menghentikan mobil di jalanan sepi, ku mohon kau jangan menangis, aku memang salah tapi ini di luar kendaliku, saat di klub malam aku diberi oleh wanita segelas alkohol yang terdapat obat. aku tidak bisa untuk menahan hasratku, ku harap kau mengerti,".
"Kenapa harus aku Pak!!, masa depanku sudah hancur, jujur aku benci denganmu, andai kau tahu aku dari keluarga sederhana, aku bersusah payah mendapatkan beasiswa untuk kuliah, tapi bapak dalam satu hari menghancurkan semua impian masa depanku,".
"sudahlah memang aku yang salah!!,ini sudah larut malam dan jangan menangis lagi, Jawab Aris,".
sampai di rumah, ibunya sangat khawatir bahkan dia rela menunggu diluar rumah demi anaknya, sesekali dia mondar-mandir.
Dalam batinnya, andai kau tahu Nak, kamu bukan anak kandung ibu, tapi meskipun kamu bukan anak kandungku aku sangat menyayangimu, aku akan bercerita diwaktu yang tepat tetapi ibu belum bisa menerima kenyataan ini jika kamu harus bersedih.
bahkan aku bahagia saat kamu bisa mendapatkan beasiswa dan merubah penampilanmu memakai cadar, ibu bangga nak dengan perjuanganmu, ibunya menangis sesenggukan karena hingga pukul 12 malam Zahra belum pulang.
"Pak stop!!,aku mau turun di sini saja agar Ibuku tidak banyak bertanya dan sekali lagi terimakasih kau sudah mengantarku,".
Hai... para readers..
Like dan comment..
__ADS_1
Maaf jika alur cerita kurang Bagus (^_^)