
Sesampai di depan gerbang universitas Kusuma bangsa, aku dan Rina saling menggengam tangan sambil berteriak bismillah kita harus semangat sampai lulus menjadi arsitektur, hingga beberapa orang melihat tingkah laku kita akibat suara yang terlalu menggema keras.
Tin.. Tin.. Tin...
kita berdua terkejut saat ada suara klakson mobil, "Hey kalian berdua apa tidak punya telinga, Minggir !!!! teriak Aris,".
Kami berdua menoleh ke arah sumber suara, tanpa rasa takut aku menghampiri dan mengetuk pintu kaca mobil sport lamborghini warna hitam.
"Hey, kau cepat turun!! Ucap Zahra,".
Tanpa basa-basi Aris membuka pintu mobil sambil membenarkan rambutnya ke arah belakang.
Mereka berdua saling bertatapan mata sedangkan Rina hanya berdiam diri karena terpesona dengan laki-laki yang sedang dihadapannya.
"Tak bisakah kau jangan teriak, aku punya telinga bahkan tidak tuli, dasar angkuh dan tidak berpendidikan ucap Zahra sambil menunjuk jarinya ke muka Aris,".
Jaga cara bicaramu gadis kampungan, kalian berdua akan menerima akibatnya karena telah berani mengganggu moodku pagi ini ucap Aris,".
Aris membuka pintu mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Rina hanya berdiri mematung tanpa bisa berkata-kata, tangan Zahra meraba dahi Rina sambil berkata suhu badanmu tiba-tiba panas, apa kebiasaanmu melihat laki-laki tampan?.
"Bahkan kamu tidak membantuku sedikitpun Celetuk Zahra,".
__ADS_1
Rina hanya meringis dan menarik tangan Zahra, sudahlah memang salah kita berada di tengah-tengah jalan.
Saat didalam kelas kami berkenalan satu sama lain.
Drrt, Drtt, Drrt
Suara gawaiku berbunyi aku lihat ada notif pesan dari ibu, Nak ibu hari ini akan bekerja di rumah makan, ibu juga bosan kalau di rumah hanya berdiam diri, kamu yang semangat ya belajarnya.
Zahra membalas pesan dari ibunya yang penting ibu jaga diri baik-baik, aku tidak ingin ibu sakit akibat kelelahan.
Hmm,Hmm,,
tiba-tiba aku mengernyitkan dahi saat mendengar suara.
Aku menoleh ke belakang melihat Rina tidak ada dibangkunya.
Entah mengapa aku merasakan tubuhku berkeringat dingin dan lemas, aku menunduk tidak berani menatap wajahnya.
"Kau disini untuk belajar cari ilmu bukan untuk main-main,"bentak Aris.
Maaf Pak, Zahra memang salah main Handphone diwaktu yang tidak tepat.
Ok jangan ulangi lagi!!
__ADS_1
Hmmm, Selamat Datang Di Universitas Kusuma Bangsa dan perkenalkan nama saya Aris Kurniawan, saya Dosen Arsitektur yang akan mengajar kalian semua.
Semua orang bertepuk tangan, tak terkecuali Zahra yang menganga dan terkejut.
"Rin, kamu tadi darimana saja?,"tanya Zahra.
"Hehehe aku barusan dari kamar mandi, perutku sakit banget, kamu sibuk banget main Handphone padahal aku sudah manggil-manggil kamu, aku terkejut saat Bapak Dosen yang tampan tiada tara masuk ke kelas dan mengucapkan selamat pagi itulah perutku juga ikut bergejolak,"Jawab Rina dengan cengengesan.
hah tampan darimana Rin, yang ada itu dosen killer.
"akhirnya selesai juga ospek hari pertama ya Rin, nanti kita cari makan dulu ya di kantin, aku lapar banget, "ucap Zahra.
"Maaf Zahra, nanti pulangnya aku dijemput oleh Ayah karena ada kepentingan lain," Jawab Rina.
Ok tidak apa-apa Rin.
Hey.. Hey.. untuk para readers
Jangan lupa like, comment
Ini karya terbaruku..
aku baru belajar menulis novel ..
__ADS_1
maaf kalau ceritaku kurang menarik..
terima kasih...