Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Rumah Kontrakan


__ADS_3

Permisi, hasil golongan darah bapak cocok dengan pasien, jadi setelah ini bapak makan dulu sebelum donor darah, ujar suster".


Baiklah, saya permisi dulu sus, terima kasih, jawab Aris".


Saat sedang makan Aris terkejut saat sebuah tangan bergelayut manja dari belakang.


Aris beranjak berdiri dan menoleh..


Kam...Kamu...kenapa bisa tahu jika aku berada disini?? tanya Aris".


Chelsea hanya tersenyum mendengar pertanyaan Aris, diapun mendekat ke arah wajah Aris.


Cup..


Sebuah ciuman mendarat dibibir Aris...


Kau berani denganku!!! dia pun mencengkram tangan Chelsea dan mendorongnya hingga jatuh.


"Jangan sekali-kali kau menciumku, cihh perempuan murahan, ujar Aris".


"Jangan berlagak angkuh seperti itu sayang, apa kau lupa dulu kita pernah melebihi batas dalam berhubungan di atas ranjang ,jawab Chelsea".


Aris berlalu pergi meninggalkan Chelsea..


Ditempat lain...


Rin, terimakasih sudah mengizinkan menginap dirumahmu, sepertinya aku hari ini tidak masuk kuliah dulu, ujar Zahra".


Aku juga tidak masuk Ra, aku bantuin kamu cari kontrakan rumah dulu saja. kebetulan juga temanku punya butik dan lagi cari karyawan untuk menunggu butiknya sekalian saja setelah itu kita mampir, jawab Rina".


Makasih ya Rin, kamu sahabat yang paling baik, aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu.


Sama-sama Ra, kalau butuh bantuan jangan sungkan, pasti aku bantu sebisa mungkin Ra, ucap Rina".


Ayo kita berangkat, ajak Rina".

__ADS_1


sebelum berangkat Zahra berpamitan ke ibu rina.


Bibi, terima kasih sudah mengizinkan menginap disini, pamit dulu ya bi, maaf sudah merepotkan, Ujar Zahra".


Sama sekali tidak merepotkan Nak, jaga diri baik-baik diluar ya Nak, Jawab Ibu Rina".


Saat dijalan tidak sengaja Zahra bertemu ibunya.


Rin, berhenti dulu!!! ucap Zahra".


Mau kemana Ra?? tanya Rina".


Dia menunjuk ke arah ibunya yang sedang berada ditepi jalan..


Sudah Ra, jangan menemui ibumu dulu, hatinya mungkin masih sakit hati, mending kita cari rumah kontrakan dulu saja keburu kesiangan nanti, ayo Ra...ajak Rina".


saat dijalan...


Rin, dia menunjuk sebuah rumah yang bertuliskan "Rumah Dikontrakan" dan tertera nomor telepon pemilik..


ya Rin, aku hubungi pemiliknya dulu, jawab Zahra". dia mengambil gawai dan menghubunginya..


Hallo assalamualaikum, apa betul ini dengan Bu Susi pemilik rumah kontrakan yang berada dijalan Melati?? tanya Zahra ".


Wa'alaikumsalam iya betul, apa ada yang bisa saya bantu??, ujar Bu Susi".


saya mau kontrak rumah ibu, bolehkah saya bertemu bu???, ucap Zahra ".


Silahkan datang ke alamat yang tertera ya , jawab Bu Susi".


Skip...


Assalamu'alaikum, permisi Bu Susi, ucap Zahra".


Wa'alaikumsalam silahkan masuk Nak, jawab Bu Susi".

__ADS_1


Saya Zahra bu, saya yang berminat mau mengontrak rumah ibu. untuk biayanya pertahun berapa ya? tanya Zahra ".


Pertahunnya lima juta, jawab Bu Susi".


Saya hanya ada dua juta sisanya saya bayar mencicil apa boleh bu??, tanya Zahra".


Boleh Nak, ibu terima dulu awal pembayaran, ini kuncinya Nak, jawab Bu Susi".


mereka berdua pamit dan menuju tempat butik untuk bertemu dengan teman Rina.


Sampai butik..


Aisyah, ini temanku Zahra yang waktu itu saya cerita ke kamu, aku ke sini menanyakan terkait lowongan kerja, ini temanku berminat untuk bekerja disini, Ujar Rina.


Mereka berdua saling berjabat tangan.


Maaf, jika saya diterima bekerja disini apa di perbolehkan memakai cadar?? tanya Zahra".


Sangat boleh Ra, ini butik syar'i jadi saya tidak melarang karyawan saya memakai cadar, kamu di terima dan besok mulai bekerja, jawab Aisyah".


Alhamdulillah, terimakasih Kak Aisyah jawab Zahra".


iya sama-sama, jawab Aisyah".


kami berdua pamit dulu kak, Assalamu'alaikum.


Wa'alaikumsalam,jawab Aisyah".


Hai Para Readers..


Jangan lupa like dan comment..


Terima kasih (^_^)


Jangan bosan dengan alurr ceritaku ya..

__ADS_1


__ADS_2