Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat

Wanita Bercadar Vs Dosen Psikopat
Meninggal


__ADS_3

Di Rumah Sakit...


Aris tidak bisa tidur, ia membolak-balikan badannya. huftt, dia menatap layar handphone gadis keras kepala gumamnya.


Klek..


Bayu membuka pintu ruangan Aris, ia pun langsung duduk disofa dan tersenyum mengingat gadis yang dia temui dikantin.


Semoga aku bisa bertemu lagi, ish..kenapa tadi aku lupa tidak meminta nomor handphone, tapi...dia menggantungkan kata (sepertinya dia bukan gadis biasa, ia tadi memakai jilbab).


Aris yang melihat Bayu senyum-senyum sendiri merasa curiga, ada apa dengan dia??


Hey, apa kau sedang sakit?? setelah keluar tadi sepertinya kau tidak waras?? apa yang terjadi denganmu?? tanya Aris".


Kau ini bos selalu menganggu moodku!! jawab Bayu dengan nada juteknya.


Hey, aku hanya tanya tapi kau mengalihkan pertanyaanku sela Aris.


Bos,Bos!! kau ini kepo sekali dengan urusanku huftt jawab Bayu".


Beraninya kau denganku, mata Aris mendelik ke arah Bayu.


Saat Zahra duduk dengan tertunduk tiba-tiba ia merasa bahunya di tepuk lembut oleh seseorang dari belakang, ia menoleh dan Rina memeluknya untuk menguatkan Zahra.


Aku kangen denganmu, bagaimana keadaan ibumu sekarang?? setelah aku membaca pesan darimu aku memutuskan untuk ke rumah sakit setelah pulang dari kampus.


Oh ya, ini ada sedikit makanan, pasti kamu belum makan ujar Rina".


Rin, aku bingung dengan tawaran dari Pak Aris. aku harus menerima atau tidak, sungguh aku tidak ingin menikah secepat ini. ia meminta pendapat ke Rina.

__ADS_1


Bismillah, kau terima saja tawaran pak Aris, ini demi kebaikan ibumu juga. kau pasti bisa melewati masalah ini Ra, segera kau hubungi Pak Aris.


Tapi Rin, bagaimana jika setelah menikah dia menyakitiku?? tanya Zahra".


Itu tidak mungkin pernah terjadi Ra, ia sangat tulus mencintaimu, jawab Rina".


Ia pun segera mengambil gawai dan menghubungi Aris.


Yess,,, akhirnya dia meneleponku gumam Aris.


Hallo..Assalamu'alaikum..


Aris bingung cara menjawab salam, ada apa kau meneleponku, apa kau menerima tawaranku??


jika iya maka aku akan membiayai seluruh pengobatan ibumu.


Yes, Aris kegirangan ia pun langsung menutup teleponnya.


Tut, tut, tut,...huft dasar tidak sopan langsung menutup telepon.


Aris langsung menuju tempat administrasi untuk melunasi biaya operasi ibu Zahra.


Keluarga Ibu Rita, Zahra dipanggil oleh salah satu suster. suster itu menjelaskan bahwa tindakan operasi akan segera dilakukan hari ini. Zahra mengangguk mendengar penjelasan dari salah satu suster.


Zahra mondar-mandir dan gelisah didepan ruang operasi.


Zahra duduklah disini, kau jangan khawatir ibumu pasti sembuh, ujar Rina mencoba menenangkan Zahra.


Dokter keluar dengan raut muka yang sedih, Zahra dan Rina segera menghampiri dokter itu.

__ADS_1


Dok, bagaimana dengan keadaan ibuku, apa operasinya berjalan lancar, tanya Zahra".


Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk ibu Anda, tetapi takdir berkata lain nyawa ibu Anda tidak terselamatkan, jawab Dokter".


Ap..apa...innalillahi waa inna illaihi raji'un Zahra terisak menangis.


Rina memeluk Zahra mencoba menguatkannya, kamu yang sabar Ra, setiap jiwa yang bernyawa akan mati Ra.


Secepat itu Rin, padahal aku belum membahagiakannya, itu semua salahku.


tidak..ini bukan salahmu Ra, kau harus kuat.


Alex dan Bayu yang melihat kejadian itu dari jauh hanya terdiam.


Akhirnya wanita ****** itu meninggal, tanganku tidak akan ternodai dengan cara membunuhnya, lihat saja nanti apa yang akan aku perbuat dengan Anak gadismu itu,batin Aris dengan senyum smirknya.


(Aris belum tahu jika Zahra bukanlah anak kandung dari ibu Rita)..


Deg...bukannya itu gadis yang ku temui di kantin, apa dia saudara Zahra batin Bayu.


Bos, lebih baik kita hampiri untuk mengucapkan duka cita terhadapnya.


Tunggu!! aku tidak ingin bertemu dulu, antar aku pulang kerumah, jawab Aris.


Bayu tidak bisa berbuat banyak jika bosnya memberi perintah.


Hai Semuanya...


Jangan lupa like dan komentar..(^_^)

__ADS_1


__ADS_2