WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.13 (10 pesta teh2)


__ADS_3

Happy reading gayss~


.


.


.


Wuahhhh....


banyak banget makanannyaaa



wuahhh😍😍



co-coklattt



mauuuuuu



ehe


ehehehe


ini pesta teh ato pesta dessert sih


"silahkan Nona Aarin di nikmati pestanya" ujar Sheina


"dengan senang hatiii~" jawabku


ehehehe


makanannnn


i'm comingggg


"kakak, jangan makan berlebihan loh" Vier memberikan ku peringatan


"ah,ahahaha.iya iya" jawabku


memang apa yang bisa terjadi


.


.


.


setelah itu aku pun memakan berbagai dessert yang ada di sana.


maksudku, mencoba semuanya


garis bawahi


semuanya


dan seperti yang kuduga


ENAK BANGETTTT


gak terlalu manis dan gak bikin enek


bener-bener kebahagiaan


hahhhh😌😌


aku bahagiaaaa😄


oh, apa itu?



ohohoho


come here


come to mamaa~


ehehehe


he?


kruuuukkk


aduh


perut


kruuukkk


waduh


toilet toilet


DIMANA TOILETNYA?!!


"kak, kakak.kakak kenapa?" Vier bertanya dengan khawatir

__ADS_1


ahhh


senengnya ada yang khawatir gini


rasanya-


kruuukkk


toilettttt!!


"kakakk, kakak kenapa?" tanya Vier tambah khawatir


"ahahaha, ahhh.aku gak papa kok vier.cumaa..... butuh toilet aja.ahahaha" jawabku


kruuukkk


"kalau gitu aku mau ke toilet dulu ya" {Aarin}


"eh, kakak tau dimana toiletnya? apa perlu ku temani?" vier pun tambah khawatir


awwww


wajah khawatirnya itu lucu banget


"gak perlu Vier.kalau soal letak toiletnya nanti kakak tanya sama pelayan aja.kalau begitu aku pergi duluuu" aku pun langsung ngebut meninggalkan Vier untuk memenuhi panggilan alam dadakan ku.


-selesai ke toilet-


fyuuhh


perut sudah legaa


kalo udah lega kek gini


mending lanjut makan lah


skuuuyyy


hiks..


hiks...


hummm??


suara apakah ituu?


seperti suara tangisan pilu seorang istri yang tersakiti dalam serial indosiar


eaaaaa


hiks...


hiks...


hiks...


siapa yang nangis itu?


hm?


ituuu...


bukannya itu Amalia yah?


eh


dia nangis???


eh eh ehh???


"a-anu, No-nona Amalia?" Amalia pun menolehkan wajah ke arahku.


"No-Nona Aarin"


"apakah Nona tidak apa-apa?" tanyaku khawatir


"sa-saya tidak apa-apa.ma-maaf kalau Nona Aarin melihat sa-saya seperti ini" jawabnya sambil menghapus air matanya


"apa yang anda bicarakan? apakah ada yang sakit? atau ada yang luka? apa yang terjadi? apakah ada yang mengganggu Nona? apakah ada yang melukai Nona? apakah-"


"sa-saya tidak apa-apa Nona Aarin.terima kasih karna telah mengkhawatirkan saya" potongnya sambil tersenyum manis


wuahhh


kawaiiii


aku terpesona


"apakah benar-benar tidak apa-apa? jika ada yang mengganggu anda biarkan saya yang memberi mereka pelajaran!" ujarku sambil menyatukan telapak tangan kiri dengan tinju tangan kanan.


"pfft, ehehehehe.Nona Aarin, perilaku seperti itu sama sekali tidak mencerminkan seorang wanita bangsawan lohh" Amalia pun tertawa mendengar pernyataanku.


"eehhhh, memangnya kenapa? kan mereka yang membuat masalah, jadi kita harus membalasnya dong.berkali-kali lipat!" kataku yakin


"ehehehe, Nona Aarin ternyata pemberani sekali yahh" Amalia pun tersenyum bahagia melihat kelakuanku.


"tentu saja! bahkan seorang wanita pun harus pemberani" {Aarin}


"ahahaha, Nona Aarin benar juga" {Amalia}


"ahh, ngomong-ngomong Nona Amalia.kenapa anda tadi menangis?" tanyaku


"ah, emmmm.tadi itu..."

__ADS_1


"ahhh, jika anda tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa kok" {Aarin}


"ah, sebenarnya tadi saya menangis itu karena......"


-Few moments later-


"APAAAAA?!!!!MEREKA MELAKUKAN HAl SEPERTI ITUUU?!"


"No-Nona Aarin.pe-pelankan suara andaaa" tegur Amalia


"oh, ehehehehe.maaf maaf.saya kesal sih.bagaimana bisa mereka menghina ibu anda dan merobek buku catatan anda.bukankah anda sudah berusaha keras untuk membuat buku tersebut.belum lagi anda mencatat buku itu dari buku aslinya yang tebalnya luar biasa.itu benar-benar keterlaluan.seharusnya Nona Amalia membelas mereka.biar mereka jera" ujarku


"ta-tapi, mereka semua adalah anak seorang bangsawan.da-dan wajah mereka........me-menyeramkannn" ucap Amalia


"kalau begitu biar saya saja yang memberi mereka pelajaran! dimana mereka semua, dimana?" {Aarin}


"ti-tidak perlu Nona Aarin.sa-saya sudah memaafkan mereka semua kok.da-dan untuk buku catatannya saya bisa membuatnya lagi" {Amalia}


"hahhh, anda terlalu baik Nona Amalia.oh! benar juga, bagaiman jika besok Nona ke kediaman saya untuk membuat buku catatan itu bersama.sekalian kita minum teh dan memakan cemilan.kue kering buatan pelayan pribadi ku itu sungguh enak lohhh" ajakku


"ta-tapi.."


"ayolah Nona Amalia.mau ya? ya ya ya??" paksaku dengan wajah memelas.


"ba-baiklahhh..." Amalia pun pasrah menerima ajakanku


"horeeee, oh iya.Nona Amalia memanggilku dengan Rin saja ya? ya ya ya?" {Aarin}


"ta-tapi, saya tidak pantas" tolak Amalia


"eeee, tidak apa-apa.bukankah kita teman?😊" {Aarin}


"te-teman?" {Amalia}


"mmm, iya.saat kita berbincang tadi bukankah kita sudah menjadi teman?" {Aarin}


"No-Nona Aarin ingin berteman dengan saya? ta-tapi, saya ini lemah, saya tidak memiliki banyak pengaruh, mudah di tindas dan pangkat bangsawan saya hanyalah anak seorang Count, sedangkan Nona Aarin adalah anak dari Duke paling berpengaruh di kerajaan ini.sa-saya tidak pantas" tolak Amalia


"gak papa kok, saya ingin berteman dengan anda bukan karna anda memiliku pengaruh atau pun karna pangkat bangsawan.saya murni hanya ingin berteman dengan Nona Amalia saja.anda mau kan menjadi teman saya?" {Aarin}


"ji-jika Nona Aarin tidak keberatan berteman dengan orang seperti saya, maka saya dengan senang hati menjadi teman anda" ucap Amalia sambik tersenyum cerah


"hmmm, baiklah.kalau begitu Nona Amalia harus memanggil saya Rin" {Aarin}


"mmmm,baiklah.kalau begity Nona Aarin juga harus memanggil saya dengan Amalia saja" {Amalia}


"baiklah, kalau begita saya akan memanggil Lia saja.kalau bagitu ayo kita kembali ke pesta, Lia" aku pun berdiri dan menjulurkan tanganku ke Lia.



"baiklah, Rin"


hmmm


teman pertamaku setelah datang ke dunia ini


ini....


tidak buruk juga


♤♤♤°°°¤Bersambung¤°°°♤♤♤


author timeee


ehehehe


gimana gimana gambar makanannya


aku merasa sedikit nyesel pas ngasih gambar makanan kek gitu


kenapa?


ya karna aing tambah laperrrr


ngetik ini siang siang pas belum makan dan dirumah gak ada makanan


hiks


penyiksaan batin


btw kenapa si Aarin bilang kalau si Amalia itu teman pertamanya di dunia ini???


ya karna memang temen pertamanya kok


si Reihard kan tunangannya (musuh dalam seprei)


sedangkan si Ravier itu adeknya


ya jadi temen pertamanya lah


okeh sampe sini aja author time nya yah


aku mo lanjut cosplay jadi kebo lagi


"tapi kkan authornya kambing??"


ya namanya cosplay


pasti gak beneran dong


dahlah aku mo baring lagi


kalau gitu sampai jumpa di episode selanjutnyaaa

__ADS_1


babayy~👋👋


__ADS_2