WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.21 (18 OTW akademi)


__ADS_3

happy reading minna-san~


.


.


.


...----------------...


"kamu lucu banget Milll.eh tapi bentuk mu yang sekarang ini kalo di lihat orang bakal heboh yah.hmmmm, kamu bisa berubah bentuk kah Mil? coba sayap nya di hilangin gitu" Aarin memberi saran.


"bisaaa~" jawab Mill


setelah itu, dari tubuh Mill keluar cahaya yang menyilaukan.perlahan, bagian tubuhnya mulai berubah.yang semula memiliki sayap sudah tidak ada lagin sisik di tubuhnya juga mulai menghilang digantikan kulit berwarna putih bersih.


sekarang Mill terlihat bukan seperti naga lagi, tapi seperti kadal berwarna putih bersih.



(tolong anggap saja warna putih.nyari visualnya susah bin merepotkan)


"uwaw, hebat sekali kamu Mill" puji Aarin


rawwwrr


Mill membelas dengan geraman rendah yang artinya dia suka di puji.


tok tok tok


"permisi Nona, ini waktunya makan siang."


tiba-tiba pelayan Aarin yaitu Anne, mengetuk pintu kamar Aarin.


"ahh, Anne.apakah makanan nya bisa di bawa ke kamar ku saja? aku ingin makan di kamar" pinta Aarin


"bisa Nona"


Anne pun pergi untuk mengambil makanan, sementara Aarin mengobrol dengan Mill.


"ehehehe, kamu lapar kan Mill.ohohoho, kita makan bareng kalo gitu" ujar Rin


-beberapa saat kemudian-


Anne mengantar makan siangnya ke kamar Aarin.saat sudah di depan pintu Anne pun mengetuk.


tok tok tok


"Nona, saya membawa makan siangnya" ujar Anne


"ahh, tunggu sebentar.."


ceklek....


"mana?" tanya Aarin


Anne menyerahkan nampan berisi sepiring daging yang kayak steak dan kentang tumbuk beserta sayuran lainnya dan minuman kepada Aarin.


"terimakasih Anne"


setelah menerimanya Aarin masuk lagi ke dalam kamarnya.


di sana dia melihat Mill yang bersemangat saat melihat makanan yang di bawa Aarin.


'hemm, ternyata di benaran lapar yaaa...'


Aarin pun duduk di kasur tempat Mill berada.dalam sekejap mata Mill menyambar daging yang ada di piring lalu memakannya.


nyam nyam nyam


"wehh, langsung main ambil aja" Aarin hanya bisa menggelangkan kepalanya melihat kelakuan Mill yang menurutnya menggemaskan itu.


pada akhirnya mereka berdua pun makan dengan lahap dan lancar jaya.saat ingin minum, Aarin berkata....


"enaknya minum yang dingin-dingin ini" ujarnya


Mill yang mendengar perkataan Aarin pun langsung saja membekukan minuman itu beserta gelasnya.


"waaa, aku maunya yang dingin bukan yang beku" Aarin mengeluarkan sihir apinya untuk mencairkan minumannya yang telah membeku.


"pheww, bisa cair juga.jadi Mill ini naga es yaaa..." Aarin pun berpikir, dan tiba-tiba dia memiliki ide yang absurd.


"berarti aku punya pendingin udara berjalan dong.wkwkwkwk.biar pun aku bisa make sihir es tapi males gitu.ada Mill berarti enak dong, biaa adem setiap saat.aowwkwkwk" entah ini termasuk ide yang absurd atau antimainstream.


Mill yang mendengarnya pun entah kenapa senang?


yap dia senang.


buktinya dia sekarang lagi lompat-lompat gak jelas.


"asik~ asik~"ujar Mill senang


"ohohoho, kamu senang kan Mill.ahahaha, ini ide yang bagus sekali" dan Aarin pun ikut senang juga.


mereka berdua berpelukan dan saling berputar-putar layaknya komedi putar cuma putarannya horizontal.


"wahahahaha~" {Aarin}


"hihihihi~" {Mill}


dasar manusia dan naga aneh

__ADS_1


entahlah aku bingung juga


setelah berputar-putar kek orang beg○, akhirnya mereka berdua kelelahan dan tertidur.


•••••


waktu pun berlalu.


matahari yang tadinga berdiri tegak layaknya tiang bendera, mulai bungkuk ke arah barat pertanda jika waktu sudah sore.


terlihat seorang gadis kecil dan seekor kadal berwarna putih tertidur di kasur yang berada di kamar luas bernuansa mewah elegan.begitu tenang mereka berdua tertidur, tapi itu tidak lama sampai....


tok tok tok


"Permisi Nona, sebentar lagi waktunya makan malam.mohon untuk bersiap"


seorang mengacaukan tidur mereka berdua.


tok tok tok


"Nonaaa, bangunlah Nonaa.."


Anne masih berupaya membangunkan Aarin, tapi itu percuma saja.


Aarin sekarang sedang cosplay jadi kebo, jadi dia tidak bisa di bangunin.


walau begitu Anne tidak menyerah.


sebagai pelayan yang baik, dia tidak akan membiarkan Nonanya melewatkan waktu makan walau hanya sekali, jadi dia terus berusaha.


tok tok tok tok tok tok tok tok


walau sudah mengetuk pintu berkali-kali sampai tangannya sakit tapi Anne masih belum menyerah.dan pada akhirnya perjuangan Anne terhenti karna.....


"ada apa Anne?"


ada seorang penyelamat yang akan menuntaskan perjuangannya.


"ahh, itu Tuan muda.Nona Aarin sepertinya tidak bisa di bangunkan.saya sudah mengetuk pintu ini berkali-kali tapi Nona Aarin tidak memberikan jawaban" ujar Anne pada Ravier.


"hmm, jadi seperti itu.baiklah Anne kamu bisa pergi.untuk kakak biarkan aku saja yang membangunkannya" titah Ravier


"baik Tuan muda.kalau begiti saya permisi dahulu"


setelah Anne pergi, Ravier pun memasuki kamar Aarin tanpa permisi.saat masuk, Ravier di suguhkan dengan pemandangan seorang manusia dan seekor kadal yang sedang tidur bersama dalam damai.Ravier, dengan pandangan dingin dan mengerikan mendekati Aarin dan Mill.tanpa ba bi bu lagi, Ravier langsung menarik paksa selimut yang mereka pakai.


SREEETTT!!!


"kakakkkk!!!! ibu datang!!!" teriak Ravier


"WAAAA, DIMANA?! DIMANAAA??!!!" Aarin pun langsung meloncat disertai kepanikan yang benar-benar luar biasa.


"ppfftt, wahahahaha.kakak, reaksi mu lucu sekali.hahahahaha" Ravier tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Aarin yang lucu dan menyenangkan dilihat(baginya dan kita).


"ahaha....hahh.kakak bersiaplah, sebentar lagi sudah waktunya makan malam" ujar Ravier


"hah? ohhh, baiklah" Aarin pun pergi mandi dan memakai gaun yang simple.


sementara Ravier menunggu sambil melihat Mill.karna penasaran dia pun bertanya pada Aarin yang sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya.


"kak, ini anak kadal darimana?" tanya Aarin


"ohh, itu anak kadal dari telur yang tadi siang, saat aku bawa ke kamar dia menetas, jadi aku putuskan untuk merawatnya.bagaimana, lucukannn~" ujar Aarin seperti penipu ulung.


"ohhh, jadi namanya siapa?" Ravier mengangkat Mill, tapi Mill yang tidak suka disentuh orang lain lngsung menggigit Ravier hingga Ravier melepaskan Mill.Mill pun langsung loncat ke dalam pelukan Aarin dan bergelayut manja.


"Mill, namanya adalah Mill.bukankah dia lucuuu~" ucap Aarin sambil mengelus sayang Mill.


"ohhh, tapi sepertinya dia tidak menyukai ku" Ravier mengelus-elus tangannya yang telas digigit Mill.walaupun tidak sampai berdarah, tapi gigitan Mill cukup menyakitkan.


"ahahaha, itu karna Vier jelek sih.dia jadi tidak suka kan" ejek Aarin


"heh, berarti dia perempuan??" {Ravier}


"tidak dia laki-laki" {Aarin}


"laki-.....laki..."


begitu mendengar bahwa Mill adalah laki-laki aka jantan, Ravier langsung melayangkan tatap permusuhan ke Mill.dan lucunya lagi, Mill membalas Ravier dengan tatapan permusushan juga.


sedangkan Aarin, dia hanya mengangkat bahu saja melihat kelakuan Mill dan Ravier.


"sudah sudah sudah.katanya sebentar lagi mau makan malam, ayo turun" lerai Aarin sambil terus menggendong Mill.


"humph! ya udah ayo"


mereka berdu- ehem maksudku bertiga pun turun menuju ruang makan.


di ruang makan ternyata sudah ada Duke Xevinch yang sepertinya sedang membaca laporan entah apa aku pun tak tau.Duchess Xevinch? entah lah mungkin masih berso...


"ahh~, jadi semuanya sudah disini yaaa~"


...lek


"ahh, ibu"


"hihihi, mari kita makan malam" ajak Duchess Xevinch


mereka sekeluarga duduk di meja makan sampai pelayan menyajikan makanannya.


"ibu, boleh aku minta satu piring daging lagi untuk Mill?" pinta Aarin.

__ADS_1


"ohh, maksudmu kadal itu? bolehh~ boleh sajaa~" jawab Duchess Xevinch.


"yeyyy" Aarin pun bersorak gembira.


"ngomong-ngomong Aarin, kadal itu...Mill ya? dapat dimana??" tanya Duke Xevinch penasaran.


"ohh ini, dapat di hu-...


'eh tunggu dulu, kalo aku bilang dapat di hutan nanti mereka berdua tau dong.kalo ayahku tau itu mah nggak papa, tapi kalo sampai ibuku tau....'


"....emm ituu anuu itu akuu errr.." Aarin gugup menjawab pertanyaan tersebut.antara takut tercyduk lagi atau hati nurani yang memaksa jujur.


"aku memberikannya pada kakak tadi siang ayah.kakak bilang dia bosan di mansion ini saat aku tidak ada, itu sebabnya aku memberikannya Mill.aku menemukannya saat ada tugas di luar akademi" Ravier pun datang berperan sebagai pahlawan kesiangan.


"ohh, benarkah itu Aarin?" Duke Xevinch memastikan


"iya iya iya, itu benar ayah" Aarin mengangguk dengan semangat 45


'kamu adalah penyelamatku Vierr' batin Aarin


"jadi seperti itu.."


setelah perbincangan singkat dan tak berbobot itu, mereka semua akhirnya bisa makan dengan tenang.


setelah makan, mereka berlima duduk di ruang keluarga untuk membicarakan tentang kepergian Aarin ke akademi.


"jadi Aarin, besok kamu akan ke akademi.apa.semua sudah disiapkan?" tanya Duchess Xevinch dengan raut wajah serius.


"sudah bu!" jawab Aarin layaknya seorang anggota militer


"pakaian?"


"sudah bu!"


"kebutuhan sehari-hari?"


"sudah bu!"


"uang?"


"sudaah bu!


"cincin ruang?"


"sudah bu!"


"hmmm bagus bagus.ingat Aarin! kamu harus.......


'aku tau, aku harus menjaga sopan santunku' batin Aarin


".......menikmati masa-masa saat kau ada di akademi" ujar Duchess Xevinch


"siap bu- ehhhh" Aarin bingung saat mendengar pernyataan Duchess Xevinch.


"yah, kamu harus menikmati masa-masa saat di akademi.jangan permasalahkan etiket-etiket seorang lady, yang terpenting kamu harus bahagia.tapi jangan sampai membuat masalah, kau mengerti?" ujar Duchess Xevinch.raut wajah yang serius tadi lenyap di gantikan wajah yang lembut seperti seorang ibu yang ingin anaknya bahagia.


"i-ibuuu" karna terharu, Aarin langsung meneluk ibunya itu.


"kamu tidak boleh menyesal saat sudah waktunya untuk meninggalkan akademi yaaa~, karna waktu tidak bisa di ulang lagi.kamu harus menikmati masa muda mu dengan baik!" ucap Duchess Xevinch sambil membelai rambut Aarin.


"siap buuu!! aku akan sangat merindukan ibuuu" ucap Aarin


'walau kadang galak sih' lanjutnya lagi dalam hati


"Ravier, kamu harus manjaga kakakmu ya saat di akademi" pinta Duchess Xevinch kepada Ravier.


"ibu tenang saja, aku akan menjaga kakak dengan baik saat di akademi nanti" jawab Ravier dengan senyum nya yang tidak tipis tidak juga tebal.normal lah pokoknya.


"baiklah, malam ini kita akan berkumpul saja seperti ini karna besok Ravier dan Aarin akan pergi ke akademi dan kita akan jarang bertemu" ucap Duke Xevinch yang dari tadi hanya bersikap sebagai penonton.


malam itu, mereka semua berbincang ria.dari hal penting sampai yang tidak penting.pokoknya semua di perbincangkan.


sedangkan Aarin, dia berpikir...


seperti apa lanjutan cerita ini?


apakah ada yang berubah?


seperti apa rupa sang protagonis?


apakah aku akan mati lebih cepat?


pikiran-pikiran seperti itu terus memenuhi otak Aarin.


tapi saat melihat Mill yang sudah tertidur di pangkuannya, dan melihat keluarganya yang sedang berbincang ria, kekhawatiran Aarin sedikit melega.dan malam itu mereka terus berbincang sampai waktu tidur datang.


sang bulan yang dengan indahnya melihat setiap makhluk yang tertidur malam itu, dan Aarin mulai bertamasya di dunia mimpi.


••••BERSAMBUNG:)••••


author timeee


sapa mau QnA lagi???


yaudah QnA lagi aja okeeee


kalau ada yang mau nanya nanya lagi, silahkan sajaaa~


pasti kujawab kok


kalo gitu episode ini sampai sini saja yahh

__ADS_1


sampai jumpa di episode selanjutnyaa~


babayy~👋👋


__ADS_2