
happy reading~
.
.
.
"pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat datang kepada kalian semua yang telah berhasil memasuki Akademi Liliathan.seperti yang kalian semua ketahui, Akademi ini di bangun di perbatasan antara Kerajaan Loran dan Kerajaan Nusirn yang memiliki murid tidak hanya dari ras manusia tapi juga ras Elf, Dwarf, beastman dan yang lainnya.hanya karena perbedaan itu bukan berarti kita harus saling menghina, tapi lita harus saling memahami satu sama lain.maka dari itu, semoga kita semua bisa hidup saling menghargai, tidak hanya di dalam Akademi tapi juga di luarnya" begitu kalimat terakhir di ucapkan, suara tepuk tangan dan sorakan-sorakan terdengar layaknya gemuruh petir di siang hari.
setelah acara penyambutan selesai, satu-persatu orang yang berada di dalam gedung berhamburan keluar begitu pun dengan Aarin.
"hahh, lama banget.untung di kasih tempat duduk" sambil menggerutu Aarin berjalan keluar.
saat di luar, ia melihat banyak orang yang sedang duduk-duduk atau berbincang sambil berjalan.
dari ujung matanya, Aarin melihat Ravier yang berlari menghampirinya.
"kakaaakk!"
"ohhh Vier"
mereka berdua mengobrol sambil duduk di bangku yang ada disekitar.
saat sedang asik mengobrol, datanglah sebuah pengganggu...
"hai Rin, Ravier"
mendengar sapaan tersebut, Aarin dan Ravier langsung berdiri dan membungkuk.
""salam sejahtera untuk pangeran Reinhard"" Aarin dan Ravier memberi salam ala bangsawan bersamaan.
"hmm~ salam kalian saya terima.sudah sudah bangkitlah" ujar Reinhard
""terima kasih yang mulia""
mereka bertiga pun duduk di bangku itu.
aku kasian sama bangkunya
"jadi Aarin, bagaimana pendapatmu tentang Akademi ini?" Reinhard memulai percakapan
__ADS_1
"sangat menarik menurut saya.suasananya tenang, tempatnya bersih dan asramanya nyaman" ucap Aarin
"bagus lah kalau kau suka.bagaimana kalau kita berkeliling Akademi? kau kan belum pernah kesini Aarin.bagaimana menurutmu Ravier?" tanya Reinhard
"waaahh, padahal saya tadi ingin mengajak kakak saya berkeliling, tapi sepertinya yang mulia juga berpikiran sama" jawab Ravier dengan menekankan kata kakak saya.
"waaa, baguslah kalau gitu.tidak mungkin kan saya mengabaikan tunangan saya di tempat asing.kalau begitu mari kita pergi" Aarin yang melihat kelakuan mereka berdua pun berpikir...
'akrab ya mereka'
Aarin, Ravier dan Reinhard pun pergi berkeliling Akademi Liliathan.
mulai dari gerbang depan, ruang kelas, kantin, dan fasilitas lain yang ada di dalam Akademi.
saat mereka pergi ke perpustakaan, tidak sengaja Reinhard menabrak seorang gadis berambut pirang sebahu dan bermanik mata biru gelap.
brukk...
gadis yang ditabrak Reinhard langsung jatuh terduduk.
"ah! maafkan aku, apa anda tidak apa-apa Nona?" Reinhard mengulurkan tangannya ke depan gadis itu.
"a-ah saya tidak apa-apa.terima kasih" gadia itu menerima uluran tangannya Reinhard.saat sudah berdiri, dia dan Rei hard bertatapan selama beberapa detik.
'mayan lah tontonan gratis.bisa nonton Live adegan male leader ketemu protagonist eaaaa~'
"terima kasih Yang Mulia" ucap gadis itu sambil membungkuk ala bangsawan hormat
"ah, tidak apa-apa.itu juga adalah salah saya Nona...."
"Maria, Maria Cortoon.nama saya adalah Maria Cortoon Yang Mulia" ujar Maria memperkenalkan diri
"salam kenal Nona Maria" ucap Reinhard sambil tersenyum cerah secerah siang hari yang panas di Bali.
"ahh, kalau begitu saya permisi dulu ya Nona Maria.semoga kita berjumpa lagi" ucap Reinhard lalu pergi
Reinhard pergi Aarin pun ikut pergi bersama dengan Ravier juga.
"gadis itu tadi adalah Maria Cortoon pemilik sihir cahaya dan anak dari Baron Cortoon kan?" tanya Ravier memastikan
"yah sepertinya begitu" jawab Aarin
__ADS_1
"yahh, Nona tadi juga cukup sopan.beruntung sekali kerajaan kita memiliki satu lagi penyihir cahaya" ujar Reinhard
"yahh Yang Mulia benar.kerajaan kita benar-benar beruntung" ucap Aarin
'begitu pun aku yang bisa nonton Live action kalian.fufufu menyenangkan sekali~' lanjutnya lagi dalam hati
setelah itu mereka lanjut berkeliling.
percayalah bahwa Akademi ini mungkin sebesar UI atau lebih.
sungguh melelahkan berjalan keliling Akademi.
setelah berkeliling, mereka bertiga kembali ke kamar asrama masing-masing.
habis keliling Akademi yang luasnya uwaw, mau kembali ke asrama pun harus naik bukit.
apakah Aarin bisa bertahan belajar disini?
atau apakah Aarin gak bakal kena bad ending?
yang jelas, kalo author yang belajar di sana mungkin baru seminggu udah punya tubuh yang langsing.
->>>>>>>>>Bersambung<<<<<<<<<-
author timeee
eaaa pasti nungguin yah
fufufufu~
maap yah kalo gak bisa kek dulu lagi jadwal upnya
tapi yah
guruku gak ngasih kelonggaran sih kalau ngasih tugas
semester dua tugas lebih banyak sob
jadi wajar aja
eaaa
__ADS_1
kalau gitu sampai jumpa di episode selanjutnyaa
babayy~👋👋