
happy reading~
.
.
.
.
sorenya, Aarin dan kawan kawan pun kembali ke asrama mereka masing-masing.dalam perjalanan, Aarin terus saja melamun.apa yang dia lamunkan?
'laper laper laper laper laper laper laper' itu yang dia lamunkan.
karna Aarin kelaparan, dia pun berbalik arah dan berlari menuju kantin.
"LAPAAAAAAAR!!!" teriaknya sepanjang jalan
begitu sampai kantin, susana di tempat itu pun sepi.
ya iyalah sudah waktunya pulang kok.
Aarin pun melihat, ibu kantin yang sepertinya bersiap pulang.
tanpa ba bi bu lagi, Aarin langsung mendatangi ibu kantin itu.
"LAPAAAR!!" dengan heboh
"eh? nak Aarin? sedang apa disini? tidak kembali ke asrama?" tanya ibu kantin itu lembut.
yep, Aarin dan ibu kantin itu cukup akrab karna Aarin suka makan masakan ibu kantin.
"saya lapar bu!" jawab Aarin
"ah, tapi kantin sudah akan tutup" ungkap ibu kantin
"lapar!"
"ya sudah ayo kita kebelakang, akan saya masakkan sesuatu" ajak ibu kantin.
saat ibu kantin masak, Aarin pun sabar menunggu.
beberapa saat kemudian, masakannya pun sudah jadi.
Aarin pun makan dengan lahap kemudian berpamitan ke ibu kantin dan kembali berjalan menuju asramanya.
"perut kenyang hati pun senang~" senandungnya
sepanjang jalan pun dia berlompat-lompat kecil sambil bersenandung ria.
"hm~hm~lala~laaa~"
memang benar kata orang
__ADS_1
jika rasa kenyang bisa membuat orang senang
"RIIIIN!!! KIRAIN RIN GAK AKAN BALIK LAGI KESINI!! AKU UDAH LAMA NUNGGU LOH DARI KEMAREN!!!: teriak sesosok berbentuk kadal berwarna putih.
"hm? ah, berhenti berhen-"
terlambat
sosok kadal itu pun menabrakkan kepalanya ke perut Aarin..
yang baru saja di isi oleh makanan.
BRUAK!!
"hei Rin hei Rin, aku bosan Riiiin" ucap kadal itu
"ergh, Mi-Mill, kamu ini- umph-Huweeeeek" Aarin pun memuntahkan isi perutnya karna tadi di sundul Mill.
"ih, Rin jorok ah" ujar Mill sambil menjauhi Aarin
"errgh, kamu ya Mill..." Aarin pun menatap Mill geram.seketika udara sekitar menjadi lebih dingin.
Mill yang melihat Aarin marah pun, mundur perlahan-lahan.
"Rin Rin Rin, te-tenang.tarik napas, hembuska...tarik napas, hembuskan..." Mill pun mencoba menenangkan Aarin, tapi telat.
Aarin maju perlahan-lahan mendekati Mill dengan sorot mata mengerikan yang di padukan seringai.
"Mill~.kira-kira kadal itu enak tidak yah kalo di bakar~? hmm~ aku pengen ngerasain deh~❤"
dengan keringat dingin yang mulai muncul sebutir demi sebutir, Mill pun bersiap lari.
"a-ahh AHHH PSIKOPAT!! TOLONG!!!" dan Mill pun berteriak sambil berlari kencang.
"hehehe, kadal ku mau lari yah~ kalo gitu aku harus kejar dong~ merepotkan sekali deh" Aarin pun juga mengejar Mill.
Mill berlari keluar akademi dengan Aarin yang masih mengejarnya.mereka melompati atap-atap rumah penduduk kota yang ada di sana.
Aarin dengan senyumannya, dan Mill dengan keringat dingin dan tingkat kepanikan tinggi.
ah, sungguh sore yang indah.
-------
pengejaran masih berlangsung.
akhirnya mereka berdua pun kembali ke akademi.Mill melompati atap bangunan-bangunan akademi.dia pun menengok kebelakangnya, tidak ada Aarin.seketika perasaan lega menyeruak ke diri Mill.dia pun mulai mengurangi kecepatan larinya.
"ah, se-selamat-" baru saja ingin lega, tiba-tiba di depannya..
"BAA!!" Aarin tiba-tiba muncul
terkejud terjungkal terjatuh, itu lah kata-kata yang bisa menjelaskan kronologj kejadian bagaimana Mill bisa berakhir di tanah dengan kepala yang mendarat lebih dulu.
__ADS_1
"wah wah waaah, kadal ku terjatuh yah.sakit? hmm, aku sudah bisa membayangkan kadal bakar itu~" mendengat suara Aarin yang semakin dekat dan perkatannya yang bisa dikatakan mengerikan bagi Mill yang dalam wujud kadal, Mill pun langsung saja kembali berlari.
Aarin yang melihat Mill berlari, juga ikut berlari-lari sambil tertawa bahagia(?).
Mill berlari ke atas sebuah menara jam yang berada di akademi.melihat Mill yang sudah setangah jalan menuju puncak menara,Aarin melompati angin menuju pun puncak menara.
tunggu
angin?
ralat, dia membekukan udara yang di lompati.begitu kakinya sudah tidak menyentuhnya, udara beku itu pun meleleh dengan sendiri nya.
dengan cara sepertinya benar-benar praktis.
begitu mencapai puncak, Aarin melihat Mill yang hanya melihat lurus kedepan.Aarin yang bingung pun mendatangi Mill.
"hei Mill, sedang apa?" tanya Aarin
"hei Rin, lihat!"
Aarin pun menolehkan kepalanya seperti Mill, dan dia terpana.
"waaaah"
akhirnya, mereka berdua pun sudah melupakan aksi kejar-kejaran dan menikmati senja berdua.
luangkan waktu, dan lihatlah
dunia itu indah
kamu saja yang tidak sadar
××××××bersambung××××××
authot timeee
walau kau hiraukan, dia tetap terbenam
walau benci, dia tetap terbit
muak?
tentu saja
benci?
apalagi
yah, kalau sudah seperti itu hanya ada satu solusi
terima dan lihatlah
__ADS_1
simple kan
-by diriku-