WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.39 (36 duel)


__ADS_3

TAREK SIS


.


.


.


Aarin pun pergi meninggalkan tempat itu.


ngikutin Reinhard sama Maria?


no no no no.


udahan Cosplay jadi stalkernya, kali Aarin ingin kembali ke kelas karena sebentar lagi waktu istirahat berakhir.


jadi dengan berat hati, dia pun merelakan tontonan yang membuat jiwa fans nya menggebu-gebu.


'hahh...padahal aku masih nak tengok tu dua human' murung Aarin sepanjang perjalanan menuju kelas nya.


-sorenya-


sekarang Aarin berada di lapangan latihan Akademi Liliathan.


loh? kagak pulang?


nope.


hari ini ada kelas berpedang.karna Aarin mendaftar di kelas itu, jadi dia harus hadir lah.


di lapangan, terlihat cukup banyak murid yang rata-rata semua nya adalah....


laki-laki


yap, laki-laki

__ADS_1


ya namanya kelas berpedang, notabane nya kelas berpedang adalah tempat untuk melatih para murid yang akan menjadi prajurit, pengawal atau hal lain yang membutuhkan kemampuan berpedang.


karena para kaum hawa lebih memilih hal yang tidak merusak kulit dan kuku cantik mereka, mereka lebih memilih sesuatu yang tidak butuh keahlian fisika-maap salah, maksudku keahlian fisik.


memakai pakaian khusus latihan berpedang, Aarin benar-benar menyukai pakaian itu karena lebih simple dan gak pake rok.


rok itu merepotkan, melambai kemana-mana.dih, jika bisa memilih, Aarin lebih memilih memakai celana olah raga dan kaos setiap hari.


sambil menunggu guru datang, Aarin hanya duduk di lapangan sambil beberapa kali menguap malas.


"hoammm...ngantuk, pengen ketemu kasur, pengen makan, pengen tidur, pengen rebahan" ucap Aarin berkali-kali dengan nada malasnya.


beberapa anak laki-laki yang melihat Aarin satu-satunya gadis di tempat itu pun memandang nya rendah.


salah satu dari mereka mendatangi Aarin dengan langkah yang angkuh.


dengan sombongnya dia pun berkata.


"hei Nona, bagaimana jika kau meneman Tuan Muda ini saja dari pada berada di tempat ini" ucap makhluk itu dengan angkuh.


laki-laki itu pun langsung saja malu dan marah karna Aarin mengolok nya yang seorang bangsawan.


"HEI!! DASAR J*LANG KECIL!! SUDAH BAGUS AKU MENGAJAKMU!! BERANI NYA KAU MENGOLOKKU YANG SEORANG BANGSAWAN!!" bentak laki-laki itu sambil menunjuk-nunjuk Aarin dengan marah.


"oh, memang pangkat kebangsawananmu apa?" tanya Aarin malas


"keluarga ku adalah seorang Count! rakyat jelata seperti mu tidak sebanding dengan ku" olok laki-laki itu dengan angkuh.


"oh" jawab Aarin singkat sambil memalingkan wajahnya.


laku-laki yang di cueki Aarin merasa semakin malu dan marah.


'berani-berani nya jal*ng ini mengbaikan ku!!' batin laki-laki itu.


"heh!! perempuan seperti jika di pukul sekali pasti langsunv menangis-nangis.kau tak pantas berada di tempat ini!!" ucap laki-laki itu.

__ADS_1


"oh iya kah? kalo gitu gimana kalo kita duel? mumpung aku lagi bosa" tawar Aarin lalu dia menepuk-nepuk pakaiannya yang sedikit kotor.


"baiklah! jika aku menang maka kau harus enyah dari tempat ini!!"


"kuterima.tapi jika aku yang menang, maka kau harus berjalan jongkok mengelilingi lapangan ini 20 kali"


"sepakat!"


akhirnya mereka pun berduel dengan di awasi pelatih pedang yang baru saja datang.


memakai pedang asli, mereka saling berdiri berhadapan dengan jarak beberapa meter satu sama lain.


laki-laki itu yang menatapa Aarin dengan benci, dan Aarin yang menatap dengan malas.


keheningan menyertai mereka berdua, angin bertipun menerbangkan rambut Aarin yang sudah di ikat ponitail.


"baiklah, dual antara murid Aarin dan murid xxxx dengan saya disini sebagai wasit akan di mulai mengikuti aba-aba saya" ucap pelatih.


"bersedia...."


laki-laki itu pun menyiap kan kuda kudanya sedangkan Aarin hanya memiringkan badannya dan membuka kakinya selebar bahu dengan pedang di tangan kanan yang verada di depannya.


"siap...."


mengenggam pedang dengan erat, anak laki-laki itu pun menatap Aarin dengan remeh.


"MULAI!!"


×××bersaambung×××


author time


ngegantung cieee


untung crazy up

__ADS_1


__ADS_2