
entahlah kawan mood ku buruk terus dari kemaren
.
.
.
.
pagi yang dingin, hamparan salju terpampang sejauh mata memandang.Aarin, saat ini sedang melakukan perang.
yap, perang bola salju dengan Ravier dan di bantu Mill.di halaman belakang dekat pohon besar, terjadi lah perang dingin dalam artian sebenarnya, dingin.
BUAK!!
"WOY KENAPA BISA SESAKIT ITU?!!!" teriak Aarin pada Ravier.yah, Ravier melempar bola salju ke arah Aarib dan tepat mengenai punggunya.dan hebatnya lagi rasanya kayak kamu di lempar pake bola kasti yang dingin dan mudah hancur.
"wah saya tidak tau kak" Ravier dengan santainya menjawab lalu membuat lebih banyak bola salju.
"cih! adek durhaka.Mill bantuin nah! kita tenggelamkan anak itu di dalam tumpukan salju AHAHAHAHA" tawa jahat Aarin pun keluar, dan Mill hanya mengangguk-angguk saja.
**syuuuuu...
BUAK**!!
one hit!
BUAK!
two hit!
BUAK! BUAK! BUAK! BUAK!
CRITICAL!!!
__ADS_1
mendapat serang bertubi-tubi seperti itu, Ravier langsung saja terjatuh.Aarin, tanpa menyia-nyiakan kesempatan langsung sajaa mengeluarkan senjata rahasianya, yaitu bola salju rakaasa.
"MAMAM TUH!!"
BUAAAK!!!!
Ravier K.O
AARIN WIN!!!!
"d-di..ngin..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"hachu! sroott" di depan perapian dengan bergulung selimut, ingus Ravier meler membentuk air terjun niagara lokal.
"lemah" ejek Aarin.
"ini kan karna kakak.."
"yaudah kakak memang paling hebat deh, paling KUAT pokonya"
"baru tau kan kau.ohohoho" tambah gede kepalanya Aarin.
Ravier dan Mill yang melihat bagaimana besarnya kepala Aarin pun hanya bisa menggelengkam kepala mereka.
\=\=\=\=\=\=
pesta dansa musim dingin.
merupakan sebuah pesta yang di adakan oleh keluarga kerajaan untuk menyambut datangnya musim dingin.
merepotkan? tentu
boros? jangan di tanya lagi
__ADS_1
tapi bukanlah bangsawan namanya jika tidak menyukai hal-hal seperti ini.yah, untuk kasus Aarin jelas sekali dia kelainan yah.
\=\=
"AAAAAH MEREPOTKANNNNN!!!" eluh Aarin saat ibunya mengajaka Aarin untuk pergi membeli gaun musim dingin siang nanti untuk pesta yang akan di adakan seminggu lagi.
"memang, hidup seorang cewe itu merepotkan" monolog Aarin sambil memandang dengan tatapan kosong putihnya hamparan salju di depan jendela kamarnya.
"Rin, itu hanya membeli gaun" sahut Mill.
"hanya kau bilang? kau tidak akan tau betapa aku menderita.bagaimana rasanya blablabla blabla nyinyinyinyi cuihcuih nyenyenyenye..." sebenarnya sih keluhan Aarin masih panjang tapi kita potong saja scene yang berisi omong kosong itu dan lanjooooot.
\=\=\=\=\=\=
akhirnya, waktu penyiksaan tiba.
begitu turun dari kereta kuda, Aarin sudah merasa lelah secara mental.melihat toko pakaian kelas atas yang dari luarnya saja sudah mewah, Aarin berpikir
'ah, kalo tiba-tiba meteor jatoh keren gak yah' yah, pikirannya Aarin memang sedikit absurd tapi gak papa lah ya.
setelah beberapa jam Aarin menjadi badut- ehem, maksudku menjadi berbie, akhirnya Duchess Xevinch merasa puas.
"baiklah mari kita pulang" ucap Duchess Xevinch setelah mereka mendatangi toko aksesoris, perhiasan, sepatu dan pernak-pernik lain di hari yang dingin dan bersalju.entah seberapa kuat emak-emak satu ini.
"ayo" jawab Aarin dengan ekspresi biasa aja tapi...
'akhirnyaaaaa!!! OH KASUR KUMERINDUKAN DIRIMUUUU' yah, semua orang punya dua sisi yang berbeda.entah aku, kamu atau bahkan mereka.
\=\=\=bersambung\=\=\=
author timee
maaf gays lama.dari minggu kemaren zoom terus.pas hari sabtu ama minggu pengen ngetik ini sih tapi karena ada masalah internal yang buat mood ku beneran jungkir balik selama 2 hari, sampe aku merasa mau pensi aja dah males capek.yah tapi untung aja gak jadi karena ada penyelamatkuh!
__ADS_1
entah datang darimana.pas aku lagi melamun di teras ni kucing datang tiba-tiba.mood boster kuh karena seminggu aku gak makan mi ayam.jadi BERTERIMA KASIH KALIAN PADANYA KARNA AKU GAK PENSI WAHAHAHAHAHAH