
mulai sekolah lagi nich
.
.
.
.
hari ini, dengan memakai kereta kamb- kuda, Aarin pergi ke mansion Baron karto- ehem Cortoon, untuk memenuhi undangan minum teh.yah, pada dasarnya Aarin memang bersemangat sih, namun, itu semua berubah saat negara ap- ibunya menyerang.
menyerang kamar dan mentalnya.
yah, begitu Aarin memberi tahu Duchess bahwa dia akan pergi ke pesta minum teh Duchess Xevinch langsung mendobrak pintu kamarnya dan menyeret Aarin untuk mencoba berbagai macam gaun lagi.
"pokoknya putri ku harus menjadi yang paling CANTIK!" sungguh semangat sekali ibu satu ini.
Aarin, yang sudah lelah memberontak, pasrah saja.di tangan ibunya dan beberapa pelayan, Aarin merasa menjadi boneka berbi yang pakaiannya lepas pakai lepas pakai aja.
dan saat ini, Aarin sambil menyenderkan kepalanya di jendela kereta, mencoba mengumpulkan kembali semangat dirinya.
'hahh.... males, capek, mau pulang, mager' batin Aarin mengeluh.
saat mulai mendekati kediaman Baron Cortoon, semangat Aarin pun sudah kembali walau tidak sebanyak saat ibu nya belum menyerang tapi yaudah lah ya.kasi lah kasiii.
tuk tuk tuk
hiiiiiek!!
kereta kuda berhenti, pintu di buka dan Aarin pun turun dengan bantuin kusir.
__ADS_1
Aarin disambut oleh seorang pria paruh baya yang memakai pakaian pelayan.
"selamat datang Nona Aarin Xevinch, silahkan ikuti saya Nona" ucap penuh hormat seraya menundukkan kepalanya pelayan itu.
"baik, silahkan pimpin jalan"
sampai di depan sebuah pintu, saat di buka menampilkan sebuah ruangan yang telah di tata sedemikian rupa dan ada Nona-Nona bangsawan lain yang sedang minum teh dan berbincang (bergosip) ria.
biasalah cewe kalo dah ngumpul kan gitu.
""salam kepada Nona Aarin Xevinch"" sapa semua orang.
membalas salam mereka, Aarin melihat ternyata ada Amalia juga di sana.
"hai Lia, lama tidak bertemu" sapa Aarin.
"hai juga Rin" sapa balik Amalia.
"ahh, ternyata Nona Aarin dan Nona Amalia dekat ya sampai bisa berbicara santai seperti itu" ucap seorang gadis yang menutup sebagian wajahnya dengan kipas yang memiliki rambut unguuuuu!!!
'hmm kalo kata anak mt sih rambut ungu itu.....'
"saya tidak sangka ternyata Nona Amalia yang pemalu bisa berteman dengan Nona Aarin ohohoho" tambah lagi gadis itu.
"ah! em, itu...s-saya dengan Nona Aarin..." dan Amalia yang gampang gugup pun semakin gugup di hadapan gadis terong itu.
"iya saya juga tidak menyangkanya.beruntung sekali Nona Amalia bisa berteman baik dengan wanita bangsawan seperti Nona Aarin~ benar-benar seperti bukan kenyataan saja" tambah gadis lain yang memiliki rambut berwarna merah.
'holy **1*! cabe nih gays.cabe dan terong ini lah diaaa.kembar seiras itu-'
"hihihi anda benar sekali Nona"
__ADS_1
melihat Amalia yang sudah sangat ehem! bisa dikatakan terbully, Maria Cortoon, seperti pahlawan kesiangan pun maju 'membela' Amalia kita tercintah.
"maaf Nona-Nona, bukankah itu terl-"
"ya terus apa masalah anda?" belum selesai perkataan Maria, Aarin pun menjelma menjadi Deku yang membela kebenaran dan melindungi yang lemah.
(readers: ih! WIBU!)
"a-apa..?" menghadapi perkataan Aarin, si terong pun terkejut.
"apakah anda tuli? ah mungkin saja ya.hm hm bisa di mengerti.yasudah saya tidak ingin berdebat dengan orang tuli karena membuang-buang tenaga saja" oh Aarin, kenapa kau bisa seberani ini sayangku??? Aarin! aku padamu!!
"N-Nona Aarin, ini..."
"hm? saya apa? bukankah kalian duluan yang memulainya maka saya hanya mengikuti saja.saya adalah orang yang baik bukan?"
"ah! itu..."
"oh? sekarang jadi gagap? aduh aduh apakah tidak sebaiknya Nona pergi ke tabib? ah tapi mungkin masalahnya bukan di luar tapi di dalam"
jika aku sebagai orang pintar mentransletkan dialog ini itu menjadi kira-kira kek gini nih...
"oh? sekarang jadi gagap? aduh coba kau pergi ke tabib aja deh.eh mungkin bukan sakit fisik sih tapi mental (gila)"
oh Aarin, betapa aku mengidolakan mu.
\=\=\=bersambung\=\=\=
author timee
hai bre, maap lama karna ini mulai sekolah yakan trus pas hari pertama dah di kasih tugas aja ama gurunya.AAAAAAA MALESNYA!! semoga aku bisa lulus AAMIIN!
__ADS_1