WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.56 (53 pertandingan bebas2)


__ADS_3

GELUD! GELUD! GELUD!


.


.


.


.


"silahkan serang saya duluan Nona" ucap albert dengan senyum meremehkannya.


"ngogey" dan Aarin berlari dengan cepat dan memberikannya tendangan berputar.


wuuush..


BUAK!!



tendangan Aarin di tahan oleh Albert menggunakan tangannya tapi tangannya sedikit bergetar karena menghadang serangan Aarin.


'ugh...gadis ini tenaganya cukup kuat'


melihat tendangannya berhasil di halau, Aarin pun mundur ke belakang.


"enak ya rasanya bisa nendang orang" gumam Aarin.


"heh, ternyata anda cukup kuat juga"


"Aarin gitu loh"


"kalau begitu gantian saya yang maju" Albert memberikan Aarin sebuah tendangan langsung ke arah wajahnya.tapi tendangan itu berhasil di halau Aarin.



DUAK!!


'sial! dia berhasil menahannya' melihat serangannya berhasil di halau Aarin, Albert pun mundur.


"waah agak sakit juga sih yak" ucap Aarin sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya.


setelah serangan 'perkenalan' itu, mereka berdua hanya diam sambil menatap satu sama lain sambil berjalan menjauh dan memutari panggung dengan arah berlawanan, menilai kemampuan lawan masing-masing.


'dia cepat dan pukulannya bertenaga, sebaiknya aku waspada dan menguatkan penjagaan ku' batin Albert.


'pukulannya kuat tapi dia tidak terlalu cepat, selain itu badannya juga bongsor.setelah menerima tendangan ku tadi dia pasti akan menguatkan penjagaannya' batin Aarin.


setelah beberapa saat, mereka berdua pun maju memberikan serangan kepada satu sama lain.

__ADS_1


Albert melayangkan pukulan samping ke pada Aarin tapi berhasil di halau Aarin dengan cara memundurkan sedikit tubuh bagian atasnya agar tidak terkena pukulan.


tidak menyerah, Albert menedang bagian bawah Aarin mengahrapkan lawannya terjatuh.


tapi ekspetasi tidak sesuai realita.


Aarin tau rencana Albert dan dia melompat menghindari tendangan Aarin.


tidak berhenti, Albert memberikan lagi pukulan ke arah kepala Aarin.Aarin menghalaunya, lalu Albert memberikan lagi tendangan menyamping dan lagi lagi Aarin berhasil menangkis tendangan itu.



setelah melayangkan banyak pukulan dan tendangan, akhirnya Albert mundur.


tep!


tep!


"hahh... hahh... kenapa kau hanya bisa menangkis dan menghalau?!! kau meremehkanku?!! AYO SERANG AKU!!" teriak Albert emosi karena setiap serangan yang dia berikan hanya di tangkis atau dihalau oleh Aarin.Aarin belum menyerang sama sekali sejak serangan pertamanya di awal tadi.


"mau aku nyerang?" tanya Aarin sambil menunjuk dirinya.


"SERANG AKU SIALAN!!!" teriak Albert emosi


"ngogey"


Albert yang dalam posisi bertahan mulai kewalahan karena pukulan Aarin yang cepat dan bertenaga.Aarin sama sekali tidak memberi jeda kepadanya.


merasa kewalahan, Albert mencoba mengait kaki Aarin kesamping agar sang lawan terjatuh dan dia mendapat jeda sebentar, dan itu berhasil.Aarin terjatuh, tapi ia bertumpu pada lengannya dan melayangkan sebuah tendangan tepat ke arah Albert mengakibatkan kuda-kuda Albert goyah dan dia mulai tak seimbang.



Aarin segera bangkit dan memanfaatkan timing di mana Albert tidak seimbang.


ia langsung mengait kaki Albert lalu memegang kerah bajunya, dan manghantamnya.



BUAK!!!!


suara dentuman yang keras menandakan betapa sakit rasanya di banting oleh Aarin.


Albert, merasakan rasa sakit yang teramat sangat di punggungnya dan seluruh tubuhnya tapi dia masih linglung.dia tidak sadar bahwa dia telah di banting oleh Aarin.


(author: percayalah, rasanya sakit sama mual di hantam kek gitu tuh)


wasit yang melihat Albert yang linglung pun mengumumkan pemenang pertarungan itu.


"PEMENANG DARI PERTARUNGAN INI ADALAH.... NONA AARINNNNNN!!!!" dan seketika sorak sorai penonton terdengar.

__ADS_1


"HEBAT SEKALI NONA ITU!!"


"DIA BAHKAN TIDAK MEMBERIKAN JEDA SAAT MENYERANG!!"


"pasti sakit rasanya di banting seperti itu"


"AARIN!!"


"AARIN!!"


"AARIN!!"


"AARIN!!"


mendengar sorak sorai penonton, Albert yang linglung pun tersadar.dia langsung duduk sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.


tiba-tiba, Aarin mengulurkan tangannya kehadapan Albert.


"setelah pertarungan selesai kita tidak ada dendam oke" Albert yang melihat nya pun menyambut tangan Aarin, Aarin pun menarik tangan Albert, membantu lelaki yang telah bertarung dengannya itu.


"tidak ada dendam?" {Aarin}


"tidak ada dendam" {Albert}


dan mereka pun bersalaman sebagai tanda perdamaian.


saat bertanding, hanya ada dua orang yang mencoba saling mengalahkan satu sama lain.


setelah bertanding, tidak ada dendam antara kedua petarung, entah menang atau kalah.


itu lah salah satu peraturan tidak tertulis antar petarung.


\=\=bersambung\=\=


author timee


aku ini dah nyoba menjelaskan secara bagus bagaimana jalannya pertarungan Aarin dan Albert.sampe ku coba coba kuda-kudanya, tendangan, posisi sampe pukulan.


ada judo, taekwondo, boxing, karate ama pencak silat kugabung jadi satu.


padahal di dalam pikiranku itu pertarungannya beneran epic sekali tapi gak kesampean aku ngetiknya hehe.


btw, rasanya kebanting gitu beneran sakit dan bikin mulai dan otak tu kek ngeblank gitu loh linglung.aku pernah ngerasain rasanya kebanting jadi aku tau rasanya.


aslinya bisa sih kubuat Aarin ngebanting dia kebelakang baru langsung ngunci, tapi gak ah.


kalau gitu babay semua


btw novel ku yg pertama the storyteller itu dah mulai ku up.kalo mau baca, baca aja, kalo nggak ya gak usah.genrenya beda ama yg ini loh soalnya aku mau make bahasa yang kupikirin sendiri, kalau ini kan make bahasa bumi rada gak nyambung karna dia pindah dimensi jadi gitu lah

__ADS_1


__ADS_2