
happy readingg~
.
.
.
di pagi yang cerah ini, terlihat pasangan Duke dan Duchess Xevinch mengantar kepergian Aarin dan Ravier dengan di selingi isak tangis Duchess Xevinch.
"hiks, ingat Aarin, jangan membuat masalah hiks...jangan merepotkan adikmu hiks....jangan dengan tidak sengaja membekukan sesuatu hiks....jangan-"
"sudahlah ibuu, aku tau aku tau.lagi pula bagaimana mungkin aku membekukan sesuatu dengan tidak sengaja" protes Aarin saat mendengar kalimat-kalimat nasehat Duchess Xevinch.
"hiks..kamu masih ingat Aarin hiks....saat itu kamu tidak sengaja membekukan kolam kan? hiks.." ujar Duchess Xevinch.
"ibuuuu"
setelah mengucapkan sepatah dua patah kalimat perpisahan, akhirnya Aarin dan Ravier bisa pergi dengan tenang.
.
.
.
.
MAKSUDNYA KE AKADEMI WOY!!
selama perjalanan yang panjang itu, Aarin selalu tidur karna masih pagi.
saat tidur, kepala Aarin selalu oleng sana oleng sini.karna takut kepala Aarin terbentur, Ravier pun dengan senang hati meminjamkan pundaknya buat jadi bantal nya Aarin.
"haihh, kakak ini.baru beberapa menit kita berangkat sudah tertidur.ckckck" ujar Ravier.
meskipun Ravier mengatakan hal itu, dia tetap hepi hepi aja tuh pundaknya di jadiin bantal.
apa gak pegel yah??
penasaran aku
__ADS_1
setelah berjalan selama setengah hari, rombongan mereka yang terdiri dari Aarin, Ravier, seorang pelayan dan beberapa prajurit pun berhenti untuk beristirahat.
Ravier mencoba untuk membangunkan Aarin, tapi tidak berhasil.karena tidak berhasil, akhirnya Ravier meniup telinga Aarin dengan sedikit keras? maksudku dengan sangat keras.
BURSS!!
"GYAAAA!!! APA ITU APA ITU?!!!! APA INI DI TELINGAKUUU?!!!" Aarin pun panik.karna panik, dia langsung mengobok-obok telinganya tapi nihil.tidak ada apa-apa.refleks ia langsung meloloti Ravier yang sedang tertawa terbahak-bahak sampai hampir mengeluarkan air mata kebahagiaan.
"Ahahahahahahahahahahaha hahahaha!!" melihat Aarin yang memelototinya, Ravier malah tambah tertawa.bahkan lebih keras.
"kamu ini yaaa...." melihat Aarin yang seperti ingin menghajarnya, Ravier langsung melarikan diri keluar kereta.
melihat Ravier yang kabur, Aarin pun langsung mengejarnya.
dan terjadilah adegan tom and jerry disana.
"VIERRRRR!!!" Aarin semakin lama semakin mendekati Ravier.
karna panik melihat Aarin yang hampir menyusulnya, Ravier langsung saja menggunakan sihir anginnya untuk menambah kecepatan larinya.
"datanglah padaku angin, pinjamkan kekuatanmu.Increass"
wushhh....
Aarin yang melihatnya pun kesal.tiba-tiba, datanglah ide yang sepertinya mengasikkan kalau di praktekan.
Aarin mulai meninjau lingkungannya, lalu dia memperhatikan kecepatan Ravier.begitu sudah mendapatkan titik yang akan di lewati Ravier, Aarin langsung saja membekukan tanah di tempat yang akan di lewati Ravier.
dann.....
berhasil!!
saat Ravier melewati tanah yang sudah menjadi es dengan kecepatan tinggi, dia langsung saja terpeleset dan terjungkal hingga beberapa meter jauhnya.
Aarin yang melihat kejadian itu langsung tertawa terbahak-bahak.lihat saja, posisi Ravier yang kepala di bawah kaki di atas.sungguh cara terjungkal yang tidak elok.
elok: kenapa manggil aku?
author: eh? bukan kamu kok lok
elok: ohhh kirain
__ADS_1
oke back to story
para prajurit dan pelayan yang melihat interaksi antar kakak-beradik itu hanya bisa geleng-geleng kepala.benar-benar akrab, pikir mereka.
"wahahahaha, pemandangan apakah ini??? ahahaha sungguh indah sekali.seperti karya seni.wahahahahaha!!!" Aarin tertawa sampai berguling-guling di tanah.sedangkan Ravier langsung membenarkan posisinya yang sangat tidak elok tadi.melihat Aarin yang tertawa, Ravier bersiap untuk membalas Aarin, tapi....
"ekhem, Nona dan Tuan Muda, sudah waktunya makan siang.mari kita makan" seorang pelayan melerai mereka berdua sebelum perkelahian pecah lagi.
karna teguran tersebut akhirnya rombongan mereka bisa makan dengan tenang.
setelah istirahat selama setengah jam, rombongan mereka memulai lagi perjalanan menuju akademi.
saat malam mereka tidur dan saat siang mereka beristirahat.
diselingi kejahilan dan perkelahian Ravier dan Aarin, mereka sudah menempuh perjalanan selama 7 hari, akhirnya rombongan Aarin telah tiba di Kota Surlic, kota perbatasan di mana Akademi Liliathan berada.
sungguh ramai dan padat kota ini terlihat dari antrian para pedagang, rakyat biasa dan bangsawan yang memakai kereta kuda atau tidak sedang mengantri.
saat rombongan Aarin akan masuk ke dalam kota, awalnya mereka akan di cegat untuk meminta identitas, tapi setelah melihat lambang keluarga Duke Xevinch rombongan Aarin di perbolehkan masuk.
saat masuk kedalam kota, mereka di suguhkan dengan bangunan bergaya eropa kuno.jalan kota yang padat, kios-kios penjual makanan berjejer, dan toko-toko langsung menarik perhatian orang-orang yang memasuki kota tersebut.
masuk kedalam kota, rombongan Aarin langsung mencari penginapan karena besoknya Aarin dan Ravier memasuki akademi.untuk saat ini, lebih baik beristirahat saja.
Aarin istirahat, aku istirahat, kamu juga istirahat.
•°....Bersambung euy....°•
author timeeee
ehem
pakabar semuaaaa
pasti baik lah
semoga baik
tau gak tau gak tau gak???
kalo gak tau gak bakal ku kasih tau
__ADS_1
dan kalo tau ya udah
babay~~👋👋