
MABAR KUY!!
.
.
.
.
paginya mereka pun berangkat kembali memulai perjalanan mereka.walau udara semakin dingin, tapi perdebatan dan perkelahian juga keakraban kakak beradik Xevinch itu benar-benar menghangatkan hati para pengawal dan pelayan yang melihat.canda gurau serta tawa mewarnai perjalanan mereka.walau berbagai rintangan menghadang seperti bandit dan hewan buas, tapi mereka tetap bisa berjalan maju dengan lancar karna Aarin menyerang mereka semua dengan brutal hasil dari kegabutan selama perjalanan.
tidak terasa, mereka sudah sampai di ibukota Mainstone.
saat sampai ke wilayah Dukedome Xevinch, banyak warga yang menyambut kedatangan mereka dengan cara melambai-lambaikan tangan dan menyapa mereka.kenapa mereka seperti itu padahal Aarin dan Ravier ada bangsawan? tentu saja karena keluarga Duke Xevinch itu ramah kepada penduduknya dan juga Aarin suka keluar dan bermain ke kota sehingga dia akrab dengan para penduduk.
saat sampai di halaman rumah kediaman Duke Xevinch, mereka di sambut oleh banyak pelayan yang berjejer rapi di kanan dan kiri, serta Duke dan Duchess Xevinch di tengah ujung barisan itu.
saat Aarin dan Ravier turun dari kereta kuda, secara bersamaan para pelayan itu menyapa mereka.
""selamat datang kembali, Tuan muda Ravier dan Nona Aarin!"" Aarin terkagum melihat ke kompakan mereka.bahkan anggota paskibra di dunia nya dulu tidak se kompak ini.
__ADS_1
"anak-anakku tersayang~ akhirnya kalian pulang juga.ibu sudah merindukan kalian anak-anakku yang manis~" ucap Duchess Xevinch berjalan dan memeluk Aarin dan Ravier, sedangkan Duke Xevinch hanya diam menatap mereka dengan wajah yang terlihat ada bekas tamparan?
"suamiku, kau tidak ingin mengatakan sesuatu hm?" tanya Duchess Xevinch sambil tersenyum lembut...
yang menyeramkan.
"e-eh, ehem! selamat datang Ravier dan Aarin"
""iya ayah""
"ayo ayo kita masuk.sudah lama ibu tidak melihat kalian" Dichess Xevinch pun berjalan ke dalam mansion di ikuti Ravier, Aarin dan terakhir Duke Xevinch.Aarin memelankan jalannya hingga dia sejajar dengan Duke Xevinch dan dia berbisik.
"biasa, ini waktu di mana ibumu memasuki periode sakral" bisik Duke Xevinch sambil memasang wajah horor nya.
"ooh kalau begitu ayah harus lebih berhati-hati" bisik Aarin.
"tentu saja.doakan ayahmu ini selamat putri ku" bisik balik Duke Xevinch sambil mengedipkan sebelah matanya.
"tentu saja.jika ayah tidak selamat maka ibu nanti jadi janda kaya" canda Aarin.
"ish kau ini" Duke Xevinch pun juga terkekeh.
__ADS_1
"apa yang suami dan putri ibu lakukam di belakang sana?? sepertinya menyenangkam sekali saling berbisik-bisik.ibu juga ingin tau dong" tiba-tiba Duchess Xevinch muncul di tengah-tengah Aarin dan Duke Xevinch, membuat keduanya terlejud bukan main.
'*asuwgsbzhs demi mi ayam dan kambing terbang'
'astaga jantungku*...!'
"eh hehehhe tidak apa-apa kok sayang.suami mu ini hanya ingin berbincang santai dengan putri kita haha yakan Aarin?" ucap Duke Xevinch gugup.
"haha iya bu ayah benar haha" jawab Aarin sama gugupnya juga.
"oooh jadi seperti itu.kalau begitu ayo cepat kita ke dalam agar bisa berbincang-bincang" dan Duchess Xevinch pun pergi ke dalam mansion dengan senyum sumringah.
'fyuuuh selamat, sebaiknya aku lebih berhati-hati'
'fix, mungkin dulu nenek moyang mamakku itu jelangkung.datang gak di undang pulang gak di antar'
\=\=\=bersambung\=\=\=
author timee
jadi gays, aku masih sakit.yep, masih sakit.kau tau, kemaren aku lagi makan tu yah, tiba-tiba idung ku gatel trus ndak lama bersin.ya jelas temuncrat semua lah makanan yang lagi ku kunyah.asli gak enak banget itu mah.makanan yang ada di piringku juga hampir jatoh semua.pokoknya sakit gak enak lah-_-.btw judul eps ini kok kayak judul novelnya tere liye yak😂
__ADS_1