
jatah minggu ini buat kalian~
.
.
.
melihat trio perempuan itu pergi, bukannya senang tapi Orin malah menggerutu.
"cih, padahal aku masih pengen mengolok mereka"
dan Aarin pun bersedih.
"yahh, tontonannya abis deh" ucap Aarin dengan wajah sedih yang di buat-buat.
"kamu cuma mau liat aja kan" Orin menanyai Aarin dengan wajah datarnya.
"o jelas dong, tontonan gratis" jawab Aarin dengan wajah yang bangga(?) dan sedikit songong.
mendengar jawaban dan melihat raut wajah Aarin, Orin pun langsung meledek Aarin.Aarin yang kebal terhadap ledekan dan cacian pun menanggapi setiap kata-kata pedas yang keluar dari mulut Orin dengan santai.
ditengah-tengah perdebatan Aarin dan Orin, Emilia pun berbicara.
"kenapa kalian menolongku?" ujar Emilia tiba-tiba
""eh?""
"aku itu hanyalah seorang elf yang kotor, tidak berharga, pembawa sial, dan menjijikan.kenapa....kalian menolongku?" perlahan, air mata berjatuhan dari iris mata lavender Emilia.
"hiks, pasti kalian hanya mancari muka saja, hiks...lalu kalian akan meninggalkanku hiks...seperti orang lain hiks" melihat Emilia yang menangis, Aarin dan Orin pun berhenti berdebat.
"hmm kenapa yah? mungkin karna aku ingin" mendengar ucapan Aarin, Emilia pun terdiam.
__ADS_1
"memang kenapa kalo kamu adalah cucu dari penyihir hitam? lagi pula kau kan tidak bisa memilih di lahirkan di keluarga mana dan hubunganmu dengan keluargamu.orang-orang yang meledekmu itu hanya iri denganmu.jangan mendengarkan orang lain, ikuti saja suara hatimu.lagi pula cepat atau lambat mereka pasti akan lelah sendiri.seperti itulah mereka, hanya bisa berbicara tapi tidak bertindak, dan saat sudah lelah dan bosan mereka akan diam" ujar Aarin sambil membuka roti lapisnya yang satu lagi.
'mau seberapa banyak kamu makan itu Aarin' batin Orin heran
"lagi pula mereka membully mu itu karena kau terlalu lemah.jika saja kau lebih tegas pasti mereka tidak akan melakukan hal itu.di dunia yang kejam ini kau hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri.jangan menunggu pangeran berkuda putih yang menyelamatkanmu, itu benar-benar konyol" ucap Orin sambil memakan roti lapisnya juga
"aku...."
"hidup milikmu, takdir milikmu dan jalan pilihanmu.hanya kau yang bisa menentukan jalan hidupmu sendiri.tinggal pilih ingin alur yang seperti apa.jika tak suka ya ubah saja sebelum terlambat.jika sudah terlambat ya jangan menyesalinya karna itu pilihanmu sendiri.jalani dengan sepenuh hati dan akhiri tanpa penyesalan. mudah kan" Aarin mengatakan hal seperti itu layaknya orang yang sudah merasakan sulitnya hidup ini.
sambil menatap langit biru, dia menutup matanya.
"mau?" Aarin menyodorkan roti lapis terakhir miliknya ke Emilia yang di sambut dengan senyuman cerah yang benar-benar cerah dan tidak palsu seperti sebelumnya.
"tentu, terimakasih Aarin"
'mabushi sugiru' menyembunyikan kekagumannya terhadap senyum Emilia, Aarin berdiri dan mengajak mereka untuk kembali ke ruang kelas.
"yoshhh, ayo kita kembali ke kelas.sebentar lagi waktu istirahat selesai" ajak Aarin yang diikuti oleh Orin dan Emilia.
apa yang mereka bisikkan?
oh tentu saja tentang Emilia
dan otu bukan hal-hal yang baik
Emilia yang mendengar bisikan-bisikan itu pun menundukkan kepalanya.
"jangan pedulikan mereka.mereka hanyalah orang pengangguran yang tidak melakukan hal berguna.sebegitu menarik kah hidup orang lain? ckckck, ngurus hidupnya sendiri aja belum benar mau mengurusi hidup orang lain" ucap Aarin
mendengarnya, Emilia pun mengangkat wajahnya lalu tersenyum kepada Aarin.
"mn, terima kasih Aarin"
__ADS_1
--bersambung--
author timee
sesuai perkataanku kemaren, hari ini aku bakal ngasih gambar Emiliaaaaaa
kyaaa kawaii
tapi kalo aku pribadi yah, aku lebih condong ke kubu Rem
kyaaa Reeeeeemmmmm
aku suka pas scene yang...
"ichi kara, iee.zero kara.."
UWOOOOOOOOHHHH
bawaannya pasti kek heboh gitu loh
selain itu Rem itu keren loh
strong
kyaaa yandere Rem
ehem, kalo udah ngomongon anime pasti bisa makan beberapa episode ini cuma buat ngomongin satu anime
__ADS_1
kalo gitu sampai jumpa di episode selanjutnyaa
babayy~👋👋