WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.42 (39.menjahili)


__ADS_3

kambing terbang bawa ayam


.


.


.


.


hari yang berawan, matahari bersinar dengan lembut, dan Aarin yang sibuk makan.


yep, hari ini, Aarin dan adiknya Ravier sedang berada di sebuah toko kue di kota Surlic.


dengan wajah berbunga-bunga, Aarin dengan bahagia memakan kue nya sedangkan Ravier hanya melihat kakaknya makan dengan bahagia.


"hei Vier, kenapa kau tidak makan?" tanya Aarin heran melihat kue di piring Ravier belum di sentuh nya sama sekali.


"aku nanti saja" jawab Ravier.


"tidak boleh seperti itu.aku makan maka Vier juga harus makan!" ujar Aarin.


"tapi-"


belum selesai ia berbicara, Aarin menyuapkan kue miliknya ke mulut Ravier.bola mata Ravier pun membulat.


"enak kan?" dengan tanpa dosa nya Aarin tersenyum.


sedangkan Ravier memalingkan wajahnya kesamping dengan wajah yang seeeeeeeeedikit memerah.Aarin yang melihatnya pun tersenyum usil.


"aduh, kenapa wajah adik kesayangan ku ini memerah? ada apakah gerangan?" tanya Aarin sambil mengintip wajah Ravier.


"ti-tidak"


"heee, tapi kenapa telinga mu juga ikut memeran"


"ti-tidak kok!"


"beneran???"


"ish, kakak ini!" merajuk, Ravier langsung saja keluar toko itu dengan wajah bersemu karna di jahili Aarin.

__ADS_1


"hahahaha, lucu banget sih"


setelah membayar, Aarin juga ikut keluar menemui Ravier.


dia pun mendekati Ravier dengan senyum jahil nya.


"hei Vier, kenapa wajah mu memerah tadi??"


"ma-mana ada"


"benarkah??? seperti nya aku tidak salah lihat"


Aarin pun memegang wajah Ravier lalu mendangakkannya agar dia bisa melihat wajah nya dengan jelas.dengan wajah yang saling berhadapan, Aarin menatap Ravier intens.


Ravier yang di tatap seperti itu jelas saja wajah nya langsung bersemu merah.


"nah kan, wajah mu memerah"


"ti-tidak kok"


"lah ini apa? hahaha kek gadis yang sedang jatuh cinta" wajah Ravier pun semakin merona merah.dia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya itu.


Aarin yang melihat nya pun memiliki sebuah perasaan bajagia karna telah berhasil menjahili adik nya itu.Ravier lalu berjalan lebih cepat meninggalkan Aarin.


"hei hei, jangan marah seperti itu" bujuk Aarin


"hmph!"


tapi sayang sekali Ravier masih mejok


[mejok:merajuk]



melihat wajah merajuk Ravier, Aarin pun menjadi gemas.


dia lalu mencubit kedua pipi Ravier.


"ishhh adikku ini menggemaskan sekali sih" Ravier yang di perlakukan seperti itu pun menatap datar Aarin.


tidak peduli, Aarin masih saja mencubit kedua pipi Ravier lalu menarik tangannya dan menyeret Ravier berkeliling pasar buat mencari makanan ringan.

__ADS_1


Ravier yang di seret pun pasrah aja lalu dia tersenyum, jalan mengikuti kakaknya dengan tangan yang masih di genggam oleh Aarin.


pemandangan yang harmonis seperti ini, sungguh membuat hati tenang walau dompet menjerit, tapi mereka kan bangswan, jadi.....kenapa tidak?


setelah puas kesana kemari, mereka pun kembali ke asrama dengan keadaan lelah terutama Ravier yang sudah di seret-seret kakaknya kesana kemari seperti pengembala dengan kambingnya.


\=\=\=\=\=\=\=


kembalinya di kamar asrama nya, Aarin langsung memanggil Mill.


"HEI MILL!! LIHAT APA YANG KUBAWA!!!" teriaknya memekakan telinga.


"kenapa sih Rin? teriak teriak seperti tikus kejepit pintu" jika kalian penasaran darimana Mill bisa tau kosakata tersebut, tanyakanlah pada Aarin yang sudah mengajarinya.


"nih nih niiih!!! MAKANAN!!" ujar Aarin nemperlihatkan berbagai macam makanan yang sudah di belinya tadi.


"wahhh banyak banget.apa namanya ini? muk....muk..."


"MUKBANG!!"


"nah iya itu" bertambahlah kosakata yang baru di pelajari Mill.


setelah itu, mereka berdua pun mukbang sampai benar-benar merasa kenyang lalu tertidur dengan lelap.


\=\=\=\=bersambung\=\=\=\=


author timeee


eh, kemaren kan ada tugas bindo di suruh membuat naskah drama.pada dasarnya boleh sih ngambil dari cerpen atau cerita yang lain.tapi karna aku adalah orang yang suka berkreatifitas dan karya ori, jadi aku buat sendiri lah.


masalahnya itu.....


MALAH JADI NOVEL ***


BAHKAN AKU MAU NULIS CHAPTER 2


PAS MAU NULIS ITU AKU BARU TERSADAR "lah, kan tugasnya bikin naskah drama, kok malah jadi novel sih"


dan yah, aku perbaiki sedikit biar kek naskah lah pokoknya.


btw setelah ku buat naskah malah jadi kek cerpen

__ADS_1


entah lah ada apa denganku


__ADS_2