
pada dasarnya aku lagi males up :v
.
.
.
.
malam hari
menaiki kereta kuda mewah bersama Duke, Duchess dan Ravier, Aarin hanya diam sambil memandang keluar jendela.
dia berpikir betapa merepotkannya pesta ini.
sampai dalam kerajaan, Aarin beserta keluarga berjalan di pandu seorang pelayan.memasuki ruang dansa, pintu besar terbuka secara perlahan bersamaan dengan di umumkannya kedatangan mereka.
"KELUARGA YANG MULIA DUKE XEVINCH MEMASUKI RUANGAN" berjalan dengan berwibawa, keluarga Duke Xevinch masuk seketika membuat perhatian seluruh orang yang ada dalam ruangan itu menoleh, memandang salah satu keluarga bangsawan tinggi itu.
Duke dengan wajah ramahnya, Ravier dengan pandangan dinginnya, Duchess dengan senyum menawan, dan Aarin dengan senyuman tapi matanya menyiratkan bahwa dia malas datang kesini.
\=\=\=\=
"hahhh...memang sendirian di tempat rame itu debes lah" gumam Aarin pelan.
saat ini, dia berada di balkon ruang Dansa yang ada di lantai dua menghindari keramainan ruang dansa.sebelumnya Aarin masih bersama dengan Duke, Duchess dan Ravier.Duke dan Duchess berpisah untuk mengobrol bersama rekan bisnis dan sesama bangsawan lain, sisa Aarin dan Ravier berdua.begitu Duke dan Duchess pergi, seketika banyak gadis bangsawan berdatangan mengerumuni Aarin dan Ravier.em, lebih tepatnya mengerumuni Ravier.
"Tuan Muda Ravier, perkenalkan saya.."
"saya adalah putri dari..."
"Tuan Muda Ravier...."
"saya..."
__ADS_1
"perkenalkan..."
dan masih banyak lagi.
Ravier yang melihat kakaknya pun memberikan tatapan mata yang mengisyaratkan "tolong akuuuu!!" kepada Aarin, yang dibalas Aarin dengan tatapan "gak mau" dan Aarin pun pergi sambil melambaikan tangannya pada Ravier.akhirnya, Ravier terjebak di antara gadis-gadis bangsawan.
sambil menikmati angin malam, Aarin hanya menopang dagu di pembatas balkon, Aarin melamun.
saat ingin kembali, baru beberapa langkah saja Aarin menabrak seseorang.
buk!
"paan nih?" gumamnya
Aarin pun melihat, seorang gadis cantik berbalut gaun berwarma merah maroon, dengan surai sehitam obsidian dan mata seperti ruby, seketika Aarin terpesona.
"sudah cukup memandangi wajah saya?" ucapnya ketus.
"ekh! ya maaf namanya juga terpesona" jawab Aarin.gadis itu seketika terdiam dengan wajah terkejut mendengar jawaban Aarin.
"ppft!! kau terpesona dengan ku?? ahahaha lelucon macam apa itu" tawanya hinggi setitik air mata menetes di ujung matanya yang langsung di seka dengan jari lentik gadis itu.
"ya habisnya kau cantik sih.seperti kesan, kecantikan yang mematikan.nah mantap tuh" ucap Aarin membuat gadis di depannya semakin tertawa.
"lah? malah tertawa.tapi mata mu itu benar-benar langka yah? aku belum pernah melihat mata berwarna seperti itu" ucap Aarin membuat gadis itu menghentikan tawanya.
"ahahaha..hahh... yah kau benar, malah saking langkanya banyak orang yang takut dengan mata ku ini" ucap gadis itu dengan senyum sendu.
"eh? kenapa? padahal cantik loh itu" heran Aarin.
__ADS_1
"yah, kau tau, bahwa dalam legenda, ras iblis memiliki mata semerah darah.itu sebabnya orang-orang takut padaku mengira bahwa aku adalah keturunan ras iblis.benar-benar orang bodoh" kesal gadis itu.
"oooh.tapi yah, mata mu itu bukan berwarna merah darah.mata mu itu seperti batu ruby.sangaaaaat cantik"
"haha benarkah?"
"yep.sangat cantik sampai rasanya aku ingin mencongkelnya dan membekukannya lalu akan kusimpan di dalam kotak kaca untuk aku koleksi hehe" mendengar ucapan Aarin, gadis itu mengerjabkan matanya dua kali, lalu dia tertawa.
"ahahahahahah!!! aduh kau lucu sekali ahahahahaha!! aduh perutku sakit ahaha" sambil memegang perutnya dan menutup mulut, gadis itu masih saja ngakak.
"lah malah ketawa"
"hahaha haduh haha...hahh....hei, namaku Sophia Ladgrill, kalau kau?"
"Aarin Xevinch"
"hm! kalau begitu dengan berkenalan mu Aarin" ucap Sophia sambil mengulurkan tangannya.
"senang berkenalan juga dengan mu Sophia cantik" Aarin pun menjabat tangan Sophia.
"hahaha kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa lagi" lambai Sophia saat sudah memunggungi Aarin, kembali ke ruang dansa.
setelah kepergian Sophia, Aarin kembali merenung sambil memandangi bulan yang indah dan sulit di gapai itu seperti kau yang hanya bisa memandanginya dari jauh dan tidak pernah mendekat.
(author: jan baper nih kalen pada)
"hmm namanya kok kayak familiar gituu" gumamnya pelan dan dia pun kembali ke ruang dansa mendatangi Ravier yang masih di kerumuni gadis-gadis bangsawan
'ckckck kasiannn.makanya muka jangan ganteng-ganteng amat'
\=\=\=bersambung\=\=\=
author timee
yah, padahal aku mau up tadi siang.tapi pas aku lagi buka gugel buat nyari ilustrasi, eh malah buka web trus baca komik deh.gagal rencana up siang hehe:D
__ADS_1