WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.6(3 bendera kehancuran pertama)


__ADS_3

selesai ulangan uhyeahhh


happy reading semuaaa~


.


.


.


.


"Nona.Nona Aarin.bangun Nona" ucap seorang perempuan yang mengenakan baju maid


"hmmm,Anne.5 menit lagiii" ucapku sambil menarik selimut sampai menutupi wajahku


"tapi Nona,Tuan memanggil anda untuk sarapan bersama" ucap anne sambil menarik selimutku


"baiklah baiklah.hoaammm~"


akupun berjalan kekamar mandi yang luasnya seukuran ruang tamu dirumahku dulu.


serrrrr


mandiii~


(aku gak tau suaranya orang mandi kek apa aowkwkw)


setelah mandi aku kemudian dipakaikan gaun oleh Anne.


"kemarilah Nona, biarkan saya menyisir rambut anda" ucapnya


aku pun menuju meja rias dan duduk didepan cermin meja rias tersebut.


"nona, rambutnya ingin di tata seperti apa?" tanya Anne sambil menyisir rambutku


"dikepang saja" ucapku


"baik nona"


setelah beberapa saat, Anne pun selesai menata rambutku dan memilihkan gaun.mau sarapan aja pake gaun ckckck.


.


.


.


krieett


"selamat pagi ayah,ibu" ucapku saat masuk ke ruang makan


"selamat pagi Rin" ucap seorang pria paruh baya


dia ini bapakku gengss,Duke Xevinch.meski bukan bapak beneran sih


"kemarilah sayang" sahut seorang wanita cantik dan anggun


dia adalah ibuku,Duchess Xevinch.ibuku ini penampilannya sungguh menawan dan anggun, tapi jangan tertipu.dibalik kecantikan dan keanggunannya bersemayam iblis kejam yang bisa bangkit kapan saja.bahkan ayahku yang seorang Duke saja tidak bisa melawannya, apalagi aku anaknya.haihhh mengerikan.


back to story


"baik ibuu" ucapku lalu duduk di disamping ibuku


"oh iya Rin, setelah sarapan kamu bersiaplah.kita akan keistana setelah ini" ucap Duke Xevinch


"hm? istana? untuk apa?" tanyaku penasaran


"hehehe, ada sajaa.nanti bersiaplah ya sayangg" jawabnya sambil tersenyum mencurigakan


"hmm, okeh" ucapku


istana? keknya ada.sesuatu deh apa yaa?hmmmm


au ah, mending lanjut makan


.


.


.


.


selesai sarapan aku pun pergi ke kamarku untuk bersiap pergi ke istana.mager banget, mending aku baring baring di halaman belakang dari pada ke istana.tapi karna ini permintaam ayahku jadi gak papa lah.


"Anne, tolong siapkan gaunku.aku akan pergi keistana" ucapku saat masuk ke kamarku


"baik nona"


setelah beberapa saat aku pun siap.aku memakai gaun berwarna pastel dan putih.sangat cocok dengan rambutku yang dikepang dua.jadi gemes deh liat diri sendiri.


setelah mengenakan gaun aku pun turun kebawah untuk menemui ayahku yang ternyata sudah ada di depan pintu rumah ralat ini bukan rumah, maksudku pintu kediaman yang luasnya entah berapa kali lapangan bola di brazil.


"sudah siap sayang?" tanya Duke Xevinch


"sudahhh~" jawabku sambil tersenyum


walau dalam hati aku mengumpat, ngapain coba ke istana pagi-pagi.mager banget dah.apalagi harus naik kereta, pegel euy.masih mending naik angkot yang kalo ngelewatin lobang serasa terbang, kalo kereta kuda ngelewatin lobang serasa badan dihantam ketanah.parah pokoknya, dendam aku sama kereta kuda ini.


"ayo naik" ajak Duke Xevinch sambil mengulurkan tangannya padaku dan aku pun menerima uluran tangannya meskipun benar-benar enggan dan gak mau buat naik kereta kuda


tak tuk tak tuk tak tuk


hiiiikkk


setelah perjalanan selama setengah jam akhirnya kami sampai di gerbang istana.pegel banget, tulangku rasanya udah rontok semua.


setelah mengatakan bahwa kami di undang oleh Raja, kami pun di perbolehkan masuk oleh penjaga gerbang.setelah masuk kedalam kami disuguhkan oleh pemandangan yang uwaw adue indah sekali.halaman istana yang luasnya berkali-kali kediaman ku dan bangunan istana yang menjulang tinggi.bener-bener pemandangan kek di negri dongeng.


tapi aku kok keknya melupakan sesuatu ya?


hmmmm keknya sesuatu yang penting


hmmmm, mmmmmm.au ah lupa

__ADS_1


paling nanti inget lagi


"ayo sayang, kita sudah sampai" ucap Duke Xevinch membuyarkan lamunanku.


setelah turun dari kereta kuda kami pun di datangi oleh seorang laki-laki yang kira-kira berumur 40 tahun-an.


"mari Tuan, yang mulia Raja telah menunggu anda di taman istana" ucap pria itu yang kita panggil saja Rudo.


"hm, baiklah.pimpin jalan" sahut Duke Xevinch


kami berdua pun berjalan mengikuti Pak Rudo.kenapa aku panggil pak? yakarna dia adalah orang tua.


"kita sudah sampai Tuan dan Nona muda" ucap pak Rudo sambil menunduk


"terimakasihh๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š" ucapku sambil tersenyum ceria


kita harus ramah pada orang tua yakan


di taman itu aku melihat ada seorang laki-laki yang seumuran dengan Duke Xevinch yang memiliki wajah tegas dan tampan sedang duduk di kursi yang ada ditaman itu.disebelahnya duduk lah seekor ehem seorang bocah laki-laki yang memiliki rambut pirang seperi pria yang disampingnya.


tunggu...


sepertinya aku kenal sama bocah itu


tapi siapa yaaa??


ohhh, dia itu...


dia....


SIALLLLLLLLL


"ayo Rin" ajak Duke Xevinch sambil menarik tanganku


tidak tidak tidak


tunggu tunggu tunggu


jangan bawa aku kesanaaaaaaa


"salam Yang Mulia" ucap Duke Xevinch memberi hormat ke orang yang di sebut yang mulia itu


"aiya, jangan terlalu formal lah Rey~" ucap orang itu santai.seketika image laki-laki tegasnya hancur dimataku


"tentu hamba tidak bisa melakukan itu Yang Mulia.anda adalah seorang Raja, sudah sepatutnya hamba memberi hormat pada Yang Mulia" balas Dukke Xevinch penuh rasa hormat


"aiss, kamu ini ya.kita itu adalah sahabat loh sebelum aku jadi Raja.santai sama sahabat sendiri apa salahnya" ucap sang Raja


tunggu, Raja?


"tapi Yang Mulia-"


"ayolah Reyyy,lagian tidak ada siapa pun disini kecuali kita berempat" ucap sang Raja meyakinkan Duke Xevinch.


"baiklah baiklah.hahhh, kamu ini memang susah di beri tahu Rudolf" ucap Duke Xevinch mengalah


"kau tau lah diriku"


Raja ini adalah Raja kerajaan Loran, Rudolf Mein Lias von Lohengrame.dia dan Duke Xevinch adalah sahabat sejak dulu.mereka bahkan masuk ke akademi yang sama dan semakin erat tali persahabatan mereka


"baiklah baiklah" balas Duke Xevinch


"oh, apakah ini anakmu? dia mirip sekali dengan Jasmine ahahahaha" ucap Raja Rudolf habis itu tertawa gak jelas


"ahahahaha, benar bukannn" balas Duke Xevinch yang ikut tertawa gak jelas juga


"ohh, ini adalah anak kedua ku, Reinhard" ucapnya sambil menunjuk ke bocah disampingnya


"salam kenal, namaku Reinhard von Lohengrame Tuan Duke" ucap bocah itu sambil setengah menunduk


"hmmm,salam kenal salam kenal.kamu benar benar mirip dengan ayahmu ya pangeran" balas Duke Xevinch


tukannnnnn


itu Reinharddd!!!


kampr*t, gimnaa bisa lupa akuuuu


padahal ciri-cirinya mirip banget


setelah itu Duke Xevinch a.k.a ayahku pun berbincang dengan Raja Rudolf.mereka berbicara tentang politik hingga kehidupan mereka sendiri dan juga sambil mengenang masa lalu.


tapi aku khawatir bangetttt


ini didepanku Reinhard loh Reinharddd


meski dia senyum-senyum terus dari tadi tapi bagi ku senyumnya tu mengerikannnn.


mengingat saat dinovel di menyerang Aarin yang asli menggunakan pedang karna mencoba melukai si protagonis.


brrrrr


serem bangettt


ngebayangin aku bakal diserang pake pedang


hadehhh


bendera kehancuran pertamaku lagi duduk tenang di depanku sendiri


hahhh, kalo aku mati dan ketemu sama dewi jodoh lagi bakal ku botakin rambutnya


โ– โ– โ– โ– โ– โ– โ– 


meanwhile in another dimension


"hachuuuu, srettt.haisss, kenapa lagi aku bersin.sakitkah?" ucap seorang wanita cantik berambut pink.dia adalaah dewi jodoh


"lah, kamu kan seorang dewi.yakali sakit" ejek pria tampan berambut hitam panjang tergerai kebawah.yaps, dia ini dewa reinkarnasi


"jangan-jangan ada yang ngomongin aku" tebak dewi jodoh


dewa dewi yang tidak ada kerjaan


โ—โ—โ—โ—โ—โ—โ—

__ADS_1


back to Aarin


setelah berbincang beberapa lama


akhirnya perbincangan yang paling kutakutkan terjadi


"eh Rey.gimana kalo Reinhard ku jodohkan sama anakmu?" ucap Raja Rudolf


"hm? perjodohan? okehlah.dari pada Rin ku jodohkan sama anak bangsawan lain" balas Duke Xevinch menerima tawaran itu


hoi hoi hoi


ayah bodoooohhhh


mati aku mati aku mati aku


"bagaimana Rin? apa kamu setuju" tanya Duke Xevinch padaku


"aku...."


tunggu tunggu


inikan raja duluan yang nawarin


berarti ini permintaan raja kan


terus kalo aku nolak permintaan raja apa yang akan terjadi


apakah.....


Duke Xevinch bakal di usir dari ibukota???


tidak tidak tidak


Duke Xevinch tidak salah apa-apa


meski aku bukan anak aslinya tapi aku udah ada ditubuh anaknya sejak lahir


hahhh


berarti ini tak bisa di hindari


tapi tapi tapiiiiii


"Rin? Aarin?"


"hah?" teguran Duke Xevinch pun membuyarkan lamunanku


"bagaimana? apa kau menerimanya?" tanya nya


"aku..."


Duke Xevinch: ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


kampr*t


kalo udah senyum kek gitu gimana aku bisa nolak


"i-iyaa" ucapku terpaksa


"yosh! kalau kau Reinhard? bagaimana pendapatmu?" tanya Raja Rudolf ke Reinhard


"jika itu permintaan ayahanda maka saya akan menerimanya dengan senang hati" jawab Reinhard sambil tersenyum cerah secerah hatimu pas ditegur doi.


"yoshaaaa, kalau begitu pertunangan ini jadiii.pertunangan kalian akan di umumkan saat debutantenya Reinhard" ucapnya bahagia


eh buset dah


kamu itu raja loh raja


kok kelakuannya kek gini


emang kita ndak bisa ngeliat orang dari sampulnya


"iya iya" jawab Duke Xevinch sudah tak heran lagi dengan kelakuan sahabatnya ini meski sekarang sudah jadi seorang raja.


setelah itu kami pun lanjut berbincang-bincang sambil memakan cemilan dan teh yang ada di meja


aku pun mencoba melirik Reinhard untuk melihat ekpresinya


Reinhard: ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


APAAN MUKAMU ITU HAHHH?!!!!


SENYAM-SENYUM GAK JELAS!


aku disini menderita dan kamu malah senyum senyum gak jelas


au ah nasib udah hidupku gak bisa tenang


dulu gak bisa tenang karna skripsi


sekarang gak bisa tenang karna kalian semua


ARGGGGHHHHHHH!!!


โ—bersambung


ulangan telah selesaiiii


begitu ulangan selesai aku langsung ngetik ini novelll


kebebasan akhirnya datanggg


meski aku yakin maksudku sangat sangattt yakin bakal remedial tapi perasaan senang ini tak bisa kubendung


tinggal remedial dan akhirnya liborrrrr


asekkkkkk


cepatlah datang 2021


aku pengen cepet masuk sekolah


dan banyak anime yg pengen kutontonnn๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2