WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.46 (43 terheran-heran)


__ADS_3

cih


.


.


.


.


hari yang cerah, matahari terlihat seperti memiliki wajah bayi yang sedang tersenyum dan tertawa bahagia layaknya di dunia teletabis.


berbanding terbalik dengan matahari wajah bayi yang sedang tersenyum cerah, hari ini raut wajah Aarin hanya menampilkan ekspresi datar.sejak membuka mata, Mill sungguh terkejud. terkejud si Mill terheran-heran~ lihat wajahnya Aarin yang kok datar~.


yah, Aarin yang biasanya baru buka mata saja langsung ribut, sekarang hanya diam menampilkan wajah datar dan tidak tertariknya.Mill yang benar-benar merasa bahwa ini sangat aneh pun bertanya.


"hei Rin?"


"hm?"


"kau kenapa?"


jawaban Aarin dari pertanyaan yang di lontarkan Mill hanya menaikkan bahu nya sebagai isyarat tak tau.


Mill pun semakin khawatir.dia sangat cemas, apakah Aarin salah makan? keracunan? kesurupan???.


jika kalian bertanya darimana Mill bisa tau kata kesurupan, tanya saja pada Aarin, sang pelaku yang mengajarkannya.


"hei Rin, kau benar-benar tidak apa-apa?" tanya Mill lagi cemas.


"entah" Aarin pun langsung pergi dalam diam menunggalkan Mill di dalam kamar asramanya dan melangkah pergi.


saat di gerbang asrama, ada Ravier yang menunggu Aarin menyambutnya.


"hai kak"


"hm"


Ravier pun bingung mendapat tanggapam seperti itu dari kakaknya.pada dasarnya dia sudah merasa aneh melihat sikap kakaknya yang normal-normal saja saat sedang berjalan, dan sekarang kakaknya hanya menjawab sapaannya singkat.


jika biasanya Aarin menjawab dengan nada ceria diserati candaan dan kata-kata yang menjahili, sekarang tidak.


hanya "hm" yang keluar sebagai jawaban, bukankah ini aneh.


baiklah, sekarang bertambah satu orang yang heran dengan sifat Aarin hari ini.


melihat kakaknya yang berjalan pergi meninggalkannya, Ravier pun segera menyusul.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


akhirnya Aarin sampai di kelasnya.tanpa banyak cakap lagi dia pun langsung saja duduk di bangkunya mengabaikan Orin yang ada di sebelahnya.


Orin yang melihat sikap acuh Aarin pun menaikkan satu alisnya pertanda heran.


dengan inisiatif, dia menyapa Aarin.


"pagi Rin"


"hm"


tambah heran lagi lah dia, mendapat jawaban "hm" dari temannya itu, Orin langsung saja merasa ada yang salah dengan Aarin.Orin hanya menatap Aarin dengan pandangan terheran-heran.


sekarang bertambah satu lagi orang yang terheran-heran.


tidak lama, Emilia datang dan dia pun menyapa Aarin.


"hai Rin, selamat pagi!!" dengan semangat Emilia menyapa Aarin.tapi sama seperti sebelumnya, Aarin hanya menjawab..


"hm"


Emilia pun langsung sama terheran-heran dengan sikap Aarin hari ini.


dan sekarang bertambah lagi orang yang terheran-heran.jika di jumlah sudah ada errr sudah ada 4 orang yang terheran-heran.


Emilia pun melayangkan tatapan ke Orin.tatapan ini seakan bertanya..


'mana ku tau' {Orin}


apakah ini yang di sebut telepati? mungkin iya.


Aarin hanya acuh, menatap lurus kedepan dengan pandangan datar dan muka datar nya.


tidak lama masuk lah guru.guru itu pun melihat Aarin.Aarin yang hari ini menatapnya datar dengan muka datar dan sikap acuhnya, bahkan guru itu pun terheran-heran.jika biasanya Aarin adalah anak paling energik, supel dan absurd di kelas, hari ini menjadi datar, datar dan cuek.guru itu pun heran dan khawatir.dia bertanya kepada Aarin


"Nona Aarin, apakah anda baik-baik saja?"


"hm"


mendapat jawaban Aarin, guru itu pun sedikit syok?


yah bisa di lihat dari wajahnya yang terkejud mendengar jawaban Aarin.dia pun menetralkan rasa terkejudnya dan pelajaran pun di mulai.


\=\=\=\=\=


waktu istirahat pun telah tiba.

__ADS_1


langsung saja Emilia bertanya kepada Aarin.


"hei Rin, ayo kita ke kantin" ajaknya


tapi tidak di sangka Aarin memberikan jawaban yang menghebohkan.


"gak"


Emilia pun heran lagi.dia pun memberikan tawaran lain yang gak mungkin bisa di tolak oleh seorang Aarin.


"nanti di kantin aku akan mentraktir Rin kok.Rin bisa bebas mau makan apa aja dan sebanyak apa, aku yang bayar" tawar Emilia.ini sih benar-benar tawaran yang menggiurkan, tapi tidak di sangka Aarin malah...


"gak" menolak, dengan suara datarnya dan mukanya yang juga datar.


untuk kali ini, Orin dan Emilia benar-benaf syok.


Aarin, yang tidak pernah menolak makanan apalagi gratis, bisa dengan cepat dan mudahnya menolak traktiran, ini benar-benar membuat Orin dan Emilia shok.


"Orin, sepetinya Rin sakit, ayo kita bawa ke ruang kesehatan"


"ya sepertinya kau benar, ayo kita ke ruang kesehatan"


Aarin yang melihat kelakuan dua temannya itu hanya mendecih.


"cih"


lagi-lagi, Orin dan Emilia terkejud, shok, dan terheran-heran.


"hei Rin, kau ini kenapa sih hari ini? kok lebih normal dari biasanya?" sepertinya ini adalah pertanyaan yang salah tapi tetap Orin lontarkan.


"entah.tiba-tiba aja aku kek gini"


oke, ini aneh


sepertinya Aarin benar-benar sakit


\=\=\=\=\=bersambung\=\=\=\=\=


author time


mamam tuh.baik kan aku ngasih kalean dobel up pas mood lagi tengkurep.kurang baek apa aku


"cieeee ngasih dobel up nih"


di-diem lu!


"cieee author nih marah tapi sayang kannnn.cihuy, apa namanya tu? ah iya tsundere"

__ADS_1


woi diamlah kau biawak! gak usah banyak cakap lah kau! kutenggelemin di sungai mahakam kau nanti! inget sungai mahakam masih dalem, mau ketemu buaya muara di sana? kapok kau


"ya maap"


__ADS_2