WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.59 (56 ajakan Reinhard)


__ADS_3

pengen mi ayammmm😔


.


.


.


.


setelah berhadapan dengan para lelaki itu, Aarin akhirnya serius untuk mencari jalan pulang.


setelah perjuangan panjang yang melelahkan, akhirnya Aarin berhasil keluar dari tempat yang sepi itu dan pergi ke tempat yang ramai.


dia yang tadinya ingin mencari jalan pulang dengan serius, tapi sepertinya tidak jadi.


begitu melihat banyak orang yang berjualan makanan, nafsu Aarin, yaitu nafsu makan tentu saja, melonjak drastis.


baru saja dia ingin mendatangi salah seorang penjual makanan, ada orang yang menepuk pundaknya dan memanggilnya.


puk!


"hai Rin" Aarin menoleh, dan tersuguh di hadapannya seorang berambut pirang dengan mata biru langit cerah.


"kenapa?" tanya Aarin.


"ei, apakah salah jika aku menyapa tunanganku saat kita berpapasan?" tanya orang itu yang ternyata Reinhard.


'oh iya kita tunangan yak'


"gak juga sih" jawab Aarin acuh sambil tetap melihat makanan yang di jual.


"bagaimana jika kita jalan berdua sambil menikmati indahnya kota hm?" ajak Reinhard sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum.

__ADS_1


"GAK!" jawab Aarin tidak peduli.


jika kalian pikir Aarin menjawab kek gitu karena dia cemburu saat menonton adegan uwu Maria-Reinhard, maka kalian salah.


ingat, ini adalah Aarin, bukan yang lain, jika kalian mengenal Aarin, kalian pasti tau alasannya menjawab seperti itu.


'pergilah kau cepat, dah lapar aku ini' yah, karna makanan.


padahal sepertinya dia sudah banyak memakan berbagai macam jajanan, tapi yah, seperti kata orang, wanita mempunyai 4 perut, kek sapi emang perutnya 4.


sedangkan Reinhard yang di tolak Aarin pun, menampilkan senyuman sadboy yang tersakiti.


(author: heleh)


"aku sedih loh Rin tolak" ucap Reinhard sedih.


"emang apa peduliku"


sungguh kasihan, benar-benar kasihan.


tapi gak jadi kasihan karna aku dukung Aarin jomblo ae👍.


(readers: GAK BISA GITU DONG THOR!!)


merasa Reinhard terlalu diam, Aarin pun menoleh menghadap Reinhard.melihat wajah Reinhard yang sedih seperti anak ANJ1NG, Aarin menjadi sedikit kasihan karena dia pecinta binatang, maupun itu najis atau tidak.


"huft, ya udah aku mau" terima Aarin terpaksa.


seperti ada bayangan telinga dan ekor ANJ1NG yang terangkat, wajah Reinhard pun menjadi lebih bersemangat.


"benarkah?!! kalau begitu ayo!!" dan mereka pun pergi.


meanwhile in another place

__ADS_1


jika kita kembali ke Orin dan Emilia, saat ini mereka sedang panik.


tidak, lebih tepatnya Emilia yang panik.


"Orin kekmana ini??? Rin menghilang!! apa yang harus kita lakukan?!! gimana kalo Rin tersesat?!! dia tidak bisa pulang?!! lalu lalu bagaimana jika-"


"shuuut diam diam diam!!" merasa kesal mendengar kepanikan Emilia, Orin segera menyahut.


"tenang saja, separah parahnya Aarin, dia pasti bisa menemukan jalan pulang, bahkan burung saja tau dimana sarangnya di antara ribuan pohon" ujar Orin.


"ta-tapi, bagaimana jika Rin bertemu orang jahat??? jika mereka melukainya bagaimana???" cemas Emilia lagi.


"tenang saja, orang yang bisa membanting lawan yang lebih berat dua kali lipat dari dirinya pasti akan baik-baik saja" ucap Orin membuat dirinya dan Emilia kembali ke saat saat dimana Aarin dengan mudahnya membanting seorang laki-laki bertubuh kekar di pertandingan bebas tadi.


"kau benar juga, kalau begitu kita tidak usah khawatir" ucap Emilia.


"kan sudah kubilang" dan mereka berdua pun menikmati ramainya kota juga tanpa khawatir lagi pada Aarin.


\=\=bersambung\=\=


author timee


kesan pertama kalian padaku apa hayo??


readers: ANDA COWO!!


KENAPA GINI?!!!


readers: ya gitu lah.mau di apain lagi


dahlah serahlah MALES AKU MA KALIAN


BAY

__ADS_1


__ADS_2