WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.44 (41 lupa waktu)


__ADS_3

yuhuuuu


.


.


.


.


"NONA AARIN XEVINCH!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN?!!" marah guru itu


"saya hanya penasaran bagaimana reaksi mana yang bertabrakan langsung dengan sihir di dalam alat sihir peledak" ucap Aarin pelan sambil memainkan jarinya dan menundukkan kepala.


"hahh....bukankah sudah ada penjelasannya di buku tentang reaksi mana yang bertabrakan dengan sihir di dalam mesin peledak.kau tau?"


"emmm iya pak"


"kalau begiti kenapa malah di praktekkan?"


"abis, pengalaman adalah hal terpenting.jika aku hanya tau dari buku dan tidak pernah mempraktekkannya maka pengetahuanku tidak akan sempurna"


"kamu ini...."


"tapi pak, aku juga penasaran bagaimana jika sihir dan mana nya ada dalam komposisi yang tepat agar tidak meledak.pasti alat itu akan berguna apalagi dengan sihirku yang berelemen es!" ujar Aarin semangat.


"hmmm benar juga sih"

__ADS_1


"boleh yah pak aku membuatnya????" pinta Aarin dengan mata memohonnya.


guru itu pun terdiam, lalu ia menepuk kedua bahu Aarin dan tertawa.


"Hahahahaha baiklah kau boleh membuatnya di sini!! asalkan kau membereskan semuanya setelah selesai, itu tidak masalah bagiku!!" guru itu pun memberikan ijinnya kepada Aarin.


"beneran pak?"


"tentu saja!! anak yang memiliki rasa penasaran seperti mu itu memang menarik!! pakailah ruangan ini sesuka hati mu selama kau tidak merusaknya!!" Aarin yang mendengarnya pun langsung bersorak sorai.


usai membersihkan ruangan itu dan tentu saja dengan bantuan Orin dan Emilia, Aarin pun langsung saja membuat berbagai macam alat sihir peledak di ruangan itu sendirian.


karna untuk pelajaran selanjutnya guru yang mengajar entah hilang kemana, waktunya pun di manfaatkan dengan baik oleh Aarin.


selang beberapa puluh menit, selalu saja ada suara ledakan dengan volume suara yang berbeda-beda.


setelah entah percobaan yang keberapa dan memakan waktu sampai sore, akhirnya...


"JADI!!! MY ORIGINAL MASTERPICE!!" teriak Aarin sambil mengangkat tinggi-tinggi sebuah benda berbentuk bulat sebesar bola kasti berwarna campuran biru dan silver tinggi-tinggi.


saat sudah menjadi normal kembali, Aarin pun turun dari meja yang di naikinya dan keluar ruang praktik setelah membersihkannya tentu saja.


begitu keluar, terlihatlah pakaian Aarin yang sudah acak-acakan karna efek ledakan berkali-kali.


saat sedang berjalan di lorong, Aarin pun merasa aneh.


"hmmm keknya ada yang beda, tapi apa yah???" gumam Aarin berpikir sambil berjalan.

__ADS_1


saat melewati taman, dia pun menoleh.


"waw, memang bunga yang terkena lembutnya sinar matahari senja itu cantik beut" ujarnya mengagumi ciptaan tuhan tersebut.


beberapa detik terlewat, dan akhirnya dia menyadari sesuatu.


"tunggu sebentar.loh, KOK SUDAH SORE AJA?!! BUKANNYA TADI MASIH PAGI?!!!" panik, Aarin pun berlari menuju ruang kelasnya dengan terburu-buru.


dengan kasar, dia membuka- ehem salah deng, maksudku membanting pintu kelas dengan keras.


BRAK!!


"SUDAH PADA PULANG WOY!! TERUS PELAJARAN HARI INI KEK APA?!! ASTAGA DRAGON BALL!!!! DEMI GOKU DAN KURAMA AKU NGELEWATIN SEMUA PELAJARAN HARI INI DONG!!!!" panik Aarin berteriak-teriak seperti orang gila sendirian di kelas yang sepi itu.


dia pun langsung saja mengambil tas miliknya dan pulang kembali ke asrama nya.


\=\=\=bersambung\=\=\=


author timee


huft


aku beneran capeeeeeeek


rasanya pengen terbang ke bulan nungguin Senku di sana.


ulangan harian padahal aku gak tau dan gak belajar sama sekali, tugas ku numpuk, malem gak bisa tidur, rasanya beneran pengen cuma baring aja di kasur aku seharian huft.

__ADS_1



__ADS_2