WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.23 (20 meninjau asrama)


__ADS_3

maap telat euy~


.


.


.


.


pagi harinya, Aarin telah bersiap-siap untuk pergi ke akademi.saat dia keluar dari kamar penginapan, ternyata Ravier yang berada di sebelah kamarnya juga ikut keluar.


terlihatlah Ravier yang memakai seragam akademi berwarna hijau yang di padukan warna putih dan ornamen-ornamen berwarna hitam.


"woahh, kau tampan sekali Vier.pasti banyak gadis yang suka padamu" puji Aarin.


"humph, walau begitu aku tidak peduli" jawab Ravier ketus


setelah perbincangan singkat itu, Aarin dan Ravier turun ke restoran yang tepat berada di bawah penginapan mereka untuk sarapan.


jika kalian bertanya-tanya di mana para pengawal dan pelayan yang ikut dalam rombongan Aarin, mereka sudah kembali ke kediaman Duke Xevinch.karna peraturan akademi yang tidak memperbolehkan membawa pengawal atau pelayan, maka mereka kembali ke kediaman Duke Xevinch.tugas mereka hanya mengantar Nona dan Tuan Muda mereka saja.habis itu pulang


simpel kan


setelah sarapan Ravier mengajak Aarin untuk berangkat ke akademi dengan berjalan kaki karna akademi tidak jauh dari penginapan mereka.


saat berjalan kaki, Aarin dan Ravier berbincang-bincang.


"kakak, apa kamu yakin tidak mau naik kereta??? nanti kalau kakak pingsan karena kelelahan aku tidak mau mengendong kakak yaaa" ejek Ravier


"pfft, tidak perlu Vier.lagi pula aku tidak akan lelah hanya karna berjalan kaki.bukankah kau yang harusnya naik kereta??? aku khawatir nanti kamu akan tumbang di tengah jalan.aku tidak ingin 'menyeret' tubuhmu ke akademi" balas Aarin sarkas.


"ohohoho, kalau begitu bagaimana kalau kita bertanding.siapa yang lebih dulu sampai di akademi dia pemenangnya" tantang Ravier


"hihihi~ baiklah.aku juga ingin melihat sehebat apa Vier setelah beberapa tahun tidak bertemu" Aarin mulai menyiapkan diri.Mill yang dari tadi berada di kepala Aarin, di turunkan dan di peluk Aarin agar saat berlari tidak terjatuh.


"baiklah, bersedia..." {Aarin}


"siap..." {Ravier}


""MULAI!!""


Duash!!

__ADS_1


DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! DRAP!


dan mereka mulai berlari


Aarin memimpin di depan, dia menyalip para pejalan kaki dengan mudahnya.


di belakangnya terlihat Ravier yang beusaha menyusul Aarin.dia menyalip para pejalan kaki lain dengan lihai.


para penduduk yang melihat mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.


akhirnya Ravier mulai menyusul Aarin.


tapi Aarin tidak membiarkan Ravier.


saat berlari di depan mereka ada sebuah pohon, Aarin dengan santuy nya menghindari pohon tersebut, sedangkan Ravier hampir ketabrak.


saat sudah mendekati akademi, Aarin dan Ravier menambah kecepatan lari mereka.dan.....


Aarin pemenangnyaaaa!!!


hahh..hahh...hahh..


Ravier akhirnya berhasil menyusul Aarin.


"hahh..kan kamu kalah Vier hahh.. hah... keknya kamu hahh.. harus latihan hahh.. lagi deh hahh.." sindir Aarin sambil ngos-ngosan.


"hahh..hahh.. kakak saja hahh.. yang tidak hahh..normal" bantah Ravier


"hahh..hehe hahh.. kalo udah kalah hah... ngaku aja"


setelah mereka berdua tenang dan nafasnya teratur, Ravier mengajak Aarin ke dalam Akademi.


sebenarnya Aarin bisa saja mendaftar seperti orang lain yang melalui test, tapi karna dia ingin menyembunyikan elemen miliknya maka Aarin terpaksa masuk lewat jalur bangsawan.


saat sudah masuk ke Akademi, Ravier menuntun Aarin ke pusat administrasi untuk mengurus indentitas dan asramanya.saat sudah selesai, Aarin di berikan kunci kamar asrama miliknya.


"seragam anda sudah ada di dalam kamar asrama anda Nona Aarin" ucap penjaga administrasi


"terimakasih"


Ravier mengantar Aarin menuju asrama nya yang berada di belakang akademi tepat di atas bukit.sedangkan asrama nya Ravier yaitu asrama laki-laki berada di sebelahnya, di pisahkan oleh dinding.


"baiklah, besok pagi aku akan menjemput kakak di sini.ingat jangan terlambat" ucap Ravier

__ADS_1


setelah itu Aarin memasuki asrama.


srama ini memiliki nuansa kuno elegan.sungguh memanjakan mata dengan karangan bunga yang ditaruh sana sini.


Aarin naik ke lantai tiga setelah meninjau lantai 1 dan 2.di lantai tiga akhirnya Aarin menemukan kamarnya.dia pun membuka kuncinya dan masuk ke dalam.di dalam kamarnya Aarin melihat sebuah lasur ukuran Queen Size, meja belajar, meja rias dan sofa serta meja tamu.kamarnya menghadap ke arah kota, sehingga Aarin bisa melihat kota yang ramai dari kamarnya.


"uwaw, sungguh strategis sekali.yakan Mill" ujar Aarin


"Benarr~"


meninjau kamar, Aarin menemukan sebuah kotak di atas meja tamu kamarnya.ia membukanya dan menemukan seragam akademi berwarna hijau yang dipadukan warna putih dengan berhias ornamen-ornamen berwarna hitam.


"uwaww, bagus beut lah"


seharusnya Aarin mencoba seragam itu, tapi karna dia males maka besok saja dia akan memakainya.


"hei Mill, bagaimana kalo kita jalan-jalan di kota?? kemaren kulihat banyak penjual makanan" ajak Aarin


"waaa makanann~ mau mau mauu!" jawab Mill semangat


"apa kita ajak Vier juga yah?? tidak usah deh, keknya dia sibuk nyiapin penerimaan murid baru" dengan keputusan itu, Aarin pergi ke kota bersama Mill untuk mencari makanan.awalnya mereka hanya berjalan-jalan, tidak lama mereka masuk ke perpustakaan kota, lalu ke toko buku, setelah itu ke toko senjata untuk membeli pedang biasa yang kuat dan memiliki daya tahan kuat.gak mungkin kan Aarin memakai sihirnya terus.


mungkin aja sih


setelah dari toko senjata Aarin dan Mil pergi berkeliling kota lalu membeli makanan.bermacam-macam makanan.dari daging bakar, permen, jajanan dan lain-lain.


saat sore Aarin kembali ke asramanya untuk beristirahat.


saat kembali Mill langsung ridur di kasurnya Aarin.


habis makan banyak terus tidur, cocok sekali.


dan Aarin?


dia juga ikut tidur sampai ajal-ehem maksudku pagi datang.


---bersambung---


author time


pass aja lah


aku ngetik ini pas zoom

__ADS_1


babayy~


__ADS_2