
happy reading gayss~
.
.
.
jadi pas mau tahun baru, semua murid akademi di perbolehkan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing dan di beri libur selama 2 minggu.
ini adalah hari pertama liburan.
hari itu Vier dan anak-anak lainnya sudah pulang.
hari itu kami sekeluarga bercengkerama dengan Vier selama satu hari penuh.
aku dan Vier pun berlatih tanding untuk melihat sebanyak apa perkembangan kami.
besoknya Lia datang ke mansion ku untuk minum teh dan bermain bersama.
saat kita minum teh aku bertanya padanya...
-flashback on-
"hei Lia, aku ingin bertanya.bagaimana tunanganmu?" tanyaku
"tunanganku? hmmm.Tuan Alan itu cukup anuuu, emmm.ta-tampan.dan dia juga baik.saat itu aku sedang menanam bunga di di halaman belakang.dan tanganku tidak sengaja terluka karena batu yang tajam.dan Tuan Alan bertanya padaku....
'apakah sakit? sini biar ku obati.harusnya kamu tidak usah menanam ini.minta pelayan saja yang melakukannya.nanti kamu terluka lagi' {Alan}
'a-ahh, terima kasih Tuan Alan.tapi saya tidak apa-apa' {Amalia}
.....kyaaa Tuan Alan baik sekali.dia benar-benar lembut dan perhatian" ujar Lia
heeee
jadi seperti ini toh benih-benih cinta itu
"a-ahh, sepertinga Tuan Alan memang orang yang baik sekali yahh.kau beruntung Lia" ucapku
"ehh, tapi Rin juga beruntung bukan.memiliki tunangan Tuan Reinhard.Tuan Reinhard itu orang nya sangat baik hati, lembut dan juga suka tersenyum.kudengar banyak loh gadis bangsawan di luar sana mengincar Tuan Reinhard.Rin harus berhati-hati agar Tuan Reinhard tidak di rebut" ujar Lia
"heh, biarkan saja.apanya yang baik hati.dia itu mengganggu.selalu senyum-senyum sendiri padahal tidak ada hal yang lucu, selalu mengikutiku kemana-mana, mengganggu latihan pedangku.hahhh, sejujurnya aku tidak mau bertunangan.tapi ini adalah keinginan dari yang mulia Raja jadi mau di apakan.aku hanya bisa menerima saja" ucapku
'menerima untuk saat ini' lanjut ku didalam hati
"ehh, tapi kenapa Rin tidak ingin bertunangan?" tanya Lia
"aku ingin hidup bebas Lia.aku tidak ingin di kekang.aku ingin mencari cintaku sendiri.aku ingin menjelajahi dunia ini.melihat dengan mataku sendiri betapa luasnya dunia ini"
"wahhh, ternyata Rin memiliki keinginan yang besar ya.kalau aku tidak mungkin bisa seperti mu Rin"
"yah, itu adalah mimpiku.mungkin nanti Lia bisa menemukan mimpimu sendiri"
"yahh, mungkin kau benar Rin"
"eh iya.Lia, bolehkah besok aku pergi ke kediamanmu? kan Lia selalu datang ke sini, sekali-sekali aku juga ingin ke rumahnya Lia" tanyaku
"tentu saja.tapi sepertinya besok Tuan Alan juga akan datang.apakah tidak apa-apa?"
"tentu saja.sekalian aku ingin melihat seperti apa tunangan temanku ini.jika dia jahat padamu bilang saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"ehehehe, baiklah Rin"
#besoknya
__ADS_1
besoknya aku dan Lia sedang minum teh sambil berbincang-bincang.
minum teh trus apa enaknya coba
aku mah ngikut aja
saat kita sedang minum teh, seorang pelayan datang dan memberitahu kalau Alan ada di ruang tamu.
aku dan Lia pun pergi ke ruang tamu untuk bertemu dengan Alan.
nah, saat kita udah di sana...
"selamat datang Tuan Alan.maaf sudah menunggu" ucap Lia
"tidak apa-apa Amalia.dia siapa?" tanya Alan
"perkenalkan, nama saya adalah Aarin Xevinch.saya adalah teman Amalia" jawabku
"Aarin Xevinch? heh, ternyata kau adalah tunangannya Reinhard ya" ucap Alan
"anda benar Tuan Alan" ujarku
"heh.ternyata selera Reinhard buruk juga.wanita jelek seperti diri mu ini bertunangan dengannya.pfft, lucu sekali" ejek Alan
bocah ini...
"yahh, saya bahkan lebih terkejud Tuan Alan.bagaimana bisa temanku yang pemalu, baik hati dan cantik ini bertunangan dengan orang seperti anda yang tidak memiliki sopan santun terhadap wanita.saya khawatir bagaimana nasib Amalia nanti saat sudah menikah dengan anda nantinya" ejek ku balik
"ka-kamuu..."
"saya apa Tuan Alan? yang saya katakan tadi adalah kebenaran.fufufu"
"awas aja kamuuu..."
ehehehe
"Tu-Tuan Alan, Rin.ja-jangan bertengkar" lerai Lia
"humph.katakan pada temanmu ini untuk menjaga sopan santunnya"
"harusnya saya juga berkata seperti itu untuk Tuan Alan.mohon untuk menjaga sopan santunnya~"
"ka-kamu...."
-flashback off-
yahh
jadi seperti itu lah kejadiannya
Alan itu orangnya emosian
tapi pas di novel, menurutku pribadi yah
dia tu orang nya plin plan
yahh
sepertinya alur novel ini sudah berubah
karna aku kali yah
selama itu bisa membuatku bertahan hidup tidak apa-apalah
semoga saja ini bisa happy ending
__ADS_1
semoga saja....
hahhh
kalau gitu aku mau mandi dulu aja lah
nanti sore Vier akan pulang
aku bakal punya temen main lagiii
aku juga mau latih tanding ama dia
fufufu
kuliat perkembangannya sudah sejauh apa
••¤••Bersambung••¤••
author time
hai semuanyaaa...
kalian pasti merasa kalau perkembangan novel ini lambat kan
yah saya tau
saya juga merasa lambat kok
tapi ini di butuhkan untuk persiapan main story nya
yaitu saat dia udah masuk akademi
jadi kekmana hayooo
apakah Aarin bakal memutuskan peejodohannya?
ataukah Aarin bakal mati?
atau kah protagonisbya bakal ketemu ama Aarin??
aku aja gak tau gimana nanti
wkwkwkwk
jangan marah loh
soalnya cerita novel ini murni dari imajinasi ku sendiri
aku ngehalu malem-malem dan..
jreng!
episode baru novel ini udah ada
dan hebatnya lagi
aku udah tau endingnya kek manaaaa
padahal kisah hidupnya Aarin aja aku belom tau
entahlah seperti apa cara kerja otakku ini
kalau gitu sampai jumpa di episode selanjutnyaa
TAHUN DEPAN!
__ADS_1
babayy~👋👋