
"Astaga non!! Kok masih tidur sih? Udah jam setengah tujuh tau!"
Seketika mata yang tadi terpejam langsung terbelalak, dia memalingkan pandangannya menatap ke jam beker yang nangkring manis di nakas dekat tempat tidurnya.
Matanya membulat melihat jarum jam yang sudah menujukan jam setengah tujuh itu.
Welcome, Joging dadakan batinnya yang langsung melesat ke kamar mandi, mencuci muka, sikat gigi dan langsung ganti baju
Bodo amat! Habis ini juga mandi keringat grutunya masih membatin yang langsung melesat kebawah menuju garasi
"GUE BERANGKAT DULU, MBAK!!!" Serunya yang langsung menyalakan motor trail oranye kesayangannya.
20 menit kemudian..
Motor Trail oranye beserta pengendaranya sudah sampai ketempat tujuannya, SMA VAKKILAU.
Setelah memarkirkan motornya baik baik, dia langsung berjalan cepat bahkan hampir berlari menuju kekelasnya yang berada di lantai dua. Dia terpaksa menaiki tangga daripada harus menunggu lift yang tak kunjung terbuka.
Pintu ruang kelasnya, XII Bahasa sudah tepat didepan mata. Sayangnya pintu itu tertutup menandakan ada guru yang mengajar dikelasnya.
"Numben" gumamnya yang langsung membuka pintu kelas bak rumah sendiri.
Semua penghuni kelas XII Bahasa memandanginnya dan langsung mengeleng-gelengkan kepalanya karna sudah hafal dengan tingkahnya.
__ADS_1
"Morning!" Serunya memasang tampang tanpa tak berdosa.
*****
"Senja. Senja" serunya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu ini! Punya hobby yang bermanfaat sedikit bisa?" Geramnya dengan mata melotot.
Dia Pak Yoga, Wali kelas XII Bahasa.
Senja hanya nyengir kuda yang menampakan gigi gingsul 'nya.
"Kata siapa pak, nggak bermanfaat.? Saya secara nggak sengaja udah olahraga loh pak pagi pagi buta kaya gini" tuturnya santai.
Pak Yoga memijat-mijat pelipisnya harap harap pening dikepalanya menghilangkan
" Langit. Senja." Serunya memberi penekanan disetiap nama Senja
"kamu itu seorang gadis. Tapi kelakuan kamu itu loh.."
"Keren 'kan pak?" Sela Senja terkekeh geli
"Keren gundul mu! Dalam seminggu ini kamu selalu saja telat! Nggak pernah tepat waktu lagi. Dan lagi.." ucapnya menyerahkan selembar kertas data nilai siswa. "Lihat itu!" Titahnya.
__ADS_1
Senja mengambil kertas itu dalam binggung "Nilai kamu semakin lama semakin menurun!" Geram pak Yoga menjelaskan.
"Oh.. mungkin Nilai saya takut ketinggian" ucap Senja sekenanya yang langsung mendapakan jeweran ditelinga nya.
"Kamu ini!!!!! Bisa nggak sih?!!! Hah? Nggak buat saya naik pitam?!!!"
"Aow! Pak!! Ampun!! Sakuit!!" Pekiknya membuat Pak Yoga melepas telinga Senja.
"Saya nggak mau tau! Pokoknya kamu harus segera berubah!"
"Jadi cat momen pak?" Tanya Senja bercanda yang hampir mendapatkan jeweran lagi kalau dia tidak menghindarinya.
Pak Yoga menghela nafasnya sekali lagi "Baik, sekarang om bicara sama kamu selaku wali kamu, bukan lagi Wali kelas.."
"Tapikan om cuma jadi wali saya kalau ada disekolah" sela Senja
"Dengerin dulu!" Geram Pak Yoga "om memang dimintai jadi wali kamu di sekolah, dan om berhak menuntut kamu agar datang tepat waktu, tidak membuat ulah, atau yang lainnya. Bisa?"
Senja hanya bergeming, dia sudah berkali kali ngatakan janji dan nyatanya semua itu sia sia. Tak ada satu pun janjinya yang terlaksana
"Senja nggak bisa janji om" gumam Senja lirih
Pak Yoga menghela nafas untuk sekian kalinya, dia sudah tau masalah Senja memang berat tapi dia juga tidak mungkin membiarkan sekolah Senja berceceran "Om minta usaha kamu"
__ADS_1