
"Senja!" Serunya dari ambang pintu kelas XII BAHASA, membuat Senja langsung membenamkan wajahnya di atas meja, malas.
Orang yang tadi memanggil nama Senja berjalan mendekati meja Senja, dengan gaya khasnya yang terkesan tebar pesona. "Nanti kita pulang bareng ya?" Ajaknya to the point.
Teman teman Senja mendengus malas, karena sudah hafal dengan sifat orang yang sedang berada didepannya.
"Motor gue ban 'nya masih bulet " kaya tekat gue yang nggak mau terkena bujuk rayu lo!
"Ya kali, Ban motor ada yang kotak, nggak bisa jalan dong Sayang.." geramnya gemas
"Nah! Itu tau.. Jadi gue nggak bisa jalan sama lo" seru Senja menolak
"Yah Senja... ayolah,,. Kenapa kamu tidak bisa meluangkan waktu mu sebennn..tarrr saja, please" pintanya memohon
"Buat apa Senja ngeluangin waktunya buat kelinci berdasi kayak lo" celetuk Laras membela Senja.
"Laras Maheswari" ucapnya lembut yang malah membuat Laras bergidik ngeri,
"Sang Mantan" Lanjutnya membuat Laras melotot garang kearahnya
"Ikhlaskan aku sayang, biarkan aku mengejar Senja sahabat mu" ucapanya seperti meminta persetujuan
"Gue ikhlas! Ikhluuuaaassss banget. Nget. Nget!!!!! Asal lo tau aja ya Radhitya Syahreza, dulu gue khilaf udah nerima cinta lo! Sumpah! Nyeselnya masih berjejak!" Ucap Laras mengebu-ngebu yang malah membuat Radhitya terkekeh geli
"Really?"
"Y to the E to the S. YES!"
"Thanks you, Darling" ucap Radhitya mengedipkan sebelah matanya
"Tuh, Senja aku udah dapet restu dari mantan plus sahabat kamu. Apa iya kamu nggak mau nerima ajakan ku?" Tanyanya memelas
"Nggak ngaruh mbambang" tutur Senja datar
"Tolonglah Senja, hargai salah satu perjuangan ku. Sabtu kemarin aku udah bela belain dateng kerumah kamu, tapi kamunya.."tuturnya menggeleng geleng kecewa
"Radhitya" panggil Nala yang menoel lengan Radhitya ,
Radhitya memandang Nala dengan dahi mengkerut "What?"
"Kenapa Radhitya bisa suka sama Senja?" Tanya Nala to the point,
Radhitya mengembangkan senyumnya "Pertanyaan bagus, baby" ucapnya yang langsung memandang kearah Senja "Karena.. Senja itu... emmm"
"Cantik"
"Ouh!" Seru Rama dan Fintan mendramatisir
"Manis.." lanjut Radhitya
"Uhm! Es dung dung tuh kayaknya" gumam Rama
"Senyum yang menawan"
BRAK!
"Itu mah Irina banget!" Seru Pika mengebrak meja membuat semua orang langsung terperanjat kaget.
"Kaget monyet!" Sungut Senja menonyor kepala Pika
"Iya nih..," saut Nala yang mengusap usap dadanya,
Pika hanya meringis menampilkan sederet giginya yang rapi
"Hemm? Irina ? Hahh! Dia mah bukan selera Radhitya Syahreza" ucap Radhitya menyombongkan dirinya.
"Masak iya?" Tanya Nala tidak percaya
"Yup!"
"Terus ini siapa?" Tanya Pika menyodorkan Handphonenya yang menampilkan sebuah foto Instagram Radhitya dan juga Irina yang sedang bermesraan.
Mata Radhitya membulat melihat postingan Irina tersebut, dia menatap Senja yang mengulum senyum menahan tawa.
"Senja ini.. cuma.. cuma.."
"Editan?" Sebuah suara membantu Radhitya
"Nah iya, editan. Percaya sama aku Senja, Irina bukan siapa siapa aku. Dia cuma... Cuma emm.. temen sekelas aku itu aja nggak lebih"
"Yang dengan kebetulan yang menjijikan, udah mau nerima lo!" Sungutnya tepat dibelakang Radhitya .
"Suaranya kok mirip Irina" gumam Radhitya yang badannya langsung diputar menghadap kebelakang, lebih tepatnya menghadap Irina, dan..
PLAK!
Satu tamparan keras meluncur dipipi Radhitya membuat murid murid yang melihat hal itu, seperti merasakan ngilu yang diderita Radhitya.
"Tega lo ya?!!! Lo anggep gue apaan, dhit ?! Hah? Lo udah bosen sama gue? Ha? Jawab!!! Jawab Radhitya ! Jawab! Kenapa lo tega nyakitin hati gue??!!! Dan kenapa lo milih Senja temen gue sendiri kenapa?!! Apa salah gue Radhitya Syahreza? Apa! Jelasin!" Teriak Irina histeris
"Gimana mau jelasin kalau dia 'nya aja masih nyerocos nggak jelas?" Bisik Rama kepada Fintan
"Diam!" Bentak Irina,
__ADS_1
"Lo tega Radhitya ! Dasar kelinci perdasi brengsek, ********, An..."
"Tiiitttt..."
"Kita putus!" Pungkas Irina yang langsung berlari dengan linangan air mata diwajahnya.
"IRINA!" Seru Radhitya yang langsung mengejar Irina.
"Sukurin tuh!" Celetuk Laras " Dasar kelinci berdasi brengsek, ********, A..."
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ucap Angan memberi salam saat dia baru saja melewati pintu kelas XII BAHASA
"WAALAIKUMSALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH!!" seru seluruh murid serempak
"Dua orang tadi kenapa lari larian?" Tanya Angan penasaran
"Biasa, Masalah rumah tangga " saut Rama
"Lebih tepatnya orang ketiga" imbuh Fintan
Angan hanya mengeleng geleng mendengarnya Dasar ABG batin Angan.
"Sudah Sudah. Hari ini kita ada Ulangan Harian Bahasa Inggris, Jam 'nya Mr. Panji " Ucap Angan yang langsung membuat mulut semua penghuni kelas XII BAHASA mengangga, kecuali Senja..
"KOK BISA!" Pekik mereka bersamaan,
"Loh! Nggak bisa gitu dong Kak! Mr.Panji aja belum mengkonfirmasikan kalau kita hari ini Ulangan!"Seru Tony tidak terima yang disetujui oleh murid murid lainnya.
"Jangan Dadakan atuh Kak! Aku belum siap!" Ujar Rama yang malah membuat geli yang mendengarnya
"Saya hanya menjalankan perintah Mr. Panji" tutur Angan tidak mau kalah
"Emang Perintahnya apa Kak?" Tanya Nala yang duduk tepat dihadapan Angan berdiri.
"Untuk mengantikan beliau hari ini"
"Ada buktinya? Kalau kita hari ini Ulangan?"tanya Laras menantang
"Ada. Chat beliau" Ucap Angan menyerahkan handponenya yang menampilkan sebuah percakapannya dengan Pak Panji kemarin kepada Laras dan juga Nala.
Kayak nggak asing foto wallpaper chat Kak Angan Batin Laras yang malah fokus melihat wallpaper chat Angan.
"Kalau boleh saya jujur, besok hari Rabu sepertinya saya juga berhalangan untuk ME.NGA.JAR di kelas XI IPS 1 dan XII BAHASA, tolong minta bantuannya ya?," Seru Nala membaca pesan Pak Panji
"Tuh! Kak!kita cuma belajar bukan Ulangan!" Seru Rama yang disetujui oleh teman temannya..
"Iya Pak!" Seru Senja
"Ehem!"dehem Angan syarat akan ketidak terimaan
Angan tersenyum karna kepatuhan Senja barusan, sedangkan teman temannya menatap Senja heran tapi mereka menyetujui juga ucapannya.
"Iya kak!"
"Bener tuh!"
"Kita nggak Siap!"
"Mending Kak Angan tanya lagi deh sama Mr. Panji, Ulang atau tidaknya" saran Pika yang disetujui oleh Angan.
"Baik, saya tanyakan dulu"
Angan Langit: Maaf Pak, hari ini untuk kelas XII BAHASA pembelajaran atau Ulangan Harian?
"Eh.. tadi gue lihat Wallpaper chat Kak Angan, foto cewek loh" bisik Laras yang menghadap kebelakang
"Mungkin ceweknya" saut Pika menanggapi
"Tapi menurut gue, kok.. kaya nggak asing ya?" Gumam Laras "ya nggak, La"
"Eh.. hem?" Tanya Nala yang seperti orang linglung "oh. Nala nggak tau, Nala cuma lihat Chatingan 'nya Kak Angan. Dingin banget" komentar yang masih berbisik
"Emang lagi musim salju?" Celetuk Senja
"Ish! Bukan itu Senja. Balasannya Kak Angan, dingin banget,eh... emm Cuek. Eh.. tapi ada sih yang lumayan hangat tadi. Yang pas terakhir" bisik Nala
"ya nggak, Ras?"
"Gue nggak tau, gue fokusnya sama wallpaper chat" bisik Laras
KLIK!
Pak Panji : Maaf Saya lupa bilang, untuk kelas XII BAHASA Pembelajaran Karna mereka sudah Ulangan harian minggu kemarin.
"Kemarin kalian udah ulangan?" Tanya Angan memecahkan kebisingan
"SUDAH!"
Sial! Kenapa ni bocah bocah nggak bilang kalau udah ulangan! Batin Angan menggerutu
"Makanya kita nggak terima kalau Ulangan lagi!" Lanjut Fintan yang disetujui yang lain.
Angan menghela nafas kesal, berasa dipermainkan oleh anak anak ABG kemarin sore "Kita hari ini Pembelajaran"tuturnya datar, yang disambut sorak soraian senang
__ADS_1
KLIK
Si Tengil : Makanya kalau orang mau ngomong jangan di sela.
Angan melotot melihat pesan yang baru saja dikirim Senja, dia memandang kearah Senja yang sudah mengulum Senyum menahan tawa.
Tengil Nyebelin!!! Batin Angan kesal.
*****
~Flashback~
"Eh! Ker. Masa iya besok Bahasa Inggris Ulangan?" Tanya Senja dahinya mengkerut binggung
"Udah diem. Lo nggak usah protes, mending belajar" saut Angan santai yang masih sibuk dengan Handphonenya
"Tapi.."
"Udah. Belajar aja! biar besok siap ngerjain soalnya.."
Loh! Bukannya udah ya minggu kemarin Batin Senja binggung.
"Tapi.."
"Sekali lagi lo batah, gue cium lo!" Ancam Angan yang membuat Senja bungkam
"Ish! Ketagihan banget ya? Sama pipi gue? Sampek dibuat Ancaman" dumel Senja memanyunkan bibirnya, membuat Angan segera mengabadikannya dengan kamera handphonenya.
"Satu lagi.. gue nggak mau lo manggil gue Pak. atau Bapak. Kalau sampai itu terjadi..."
"Lo mau cium gue?" Tebak Senja yang dijawab anggukan oleh Angan
"Really? Emang lo berani nyium gue di sekolah?"
"Kenapa enggak?"
" Ish! Amit amit, gue nggak mau jadi bahan gosip 'nya anak anak"
"Hahahaha... Makanya jangan nglawan yah" ucap Angan menepuk nepuk kepala Senja pelan
*****
"KAK!" Serunya membuyarkan lamunan Angan.
"Ya?" Saut Angan Singkat
"Ijin keluar sebentar ya, please saya mohon, nggak cabut kok beneran" tuturnya meminta ijin.
Angan menimbang nimbang permintaan yang terlontar dari mulut Senja itu, dia mengangguk mengiyakan walau dalam hati Angan lebih suka Senja selalu tertangkap dipenglihatannya.
Senja tersenyum "Thanks you, Sir." Ucap Senja yang langsung ngacir pergi keluar kelas, meninggalkan Angan yang melotot garang kearahnya.
Senja berjalan ke kelas XII IPS 1. Dia melongokkan kepalanya di Jendela mengintip suasana kelas yang sedang melakukan pembelajaran.
Senja menggernyit heran saat sosok yang tengah dicarinya tidak berada ditempat.
Senja mencoba berfikir sebentar, sampai sebuah ingatan berkelebat di otaknya yang langsung membuat Senja lari ketempat yang ia duga bisa menemukan orang yang dicarinya, Pohon mangga belakang sekolah.
Senyum Senja mengembang saat tebakannya benar, jika Irina sedang dibawah Pohon Mangga yang sedang berbuah itu.
"Irina!" Seru Senja yang tidak mendapatkan respon.
"Na?" Panggil Senja yang hampir dekat dengan posisi Irina, tapi lagi lagi dia tidak mendapatkan respon.
" Irina Salsabila Kantrhine Yaffa, huh.. huh... Nama lo, panjang bat dah..Huh.. huh.." Panggil Senja yang ngos ngosan, karena lari lari dadakanya barusan.
Irina tersentak kaget saat samar samar dia mendengar namanya dipanggil, dia melepas Handset yang dikenakan membuat Senja menatap datar ke teman se SMP 'nya itu.
"Ya Kambing lo Na, Pantes gue panggil nggak nyaut" ucap Senja yang langsung duduk disebelah Irina.
"Senja? Lo.. ngapain kesini?"
"Nyamperin si cengeng" saut Senja santai yang langsung membuat Irina cemberut.
"Ck. Lo apaan sih!"
"Manusia bernyawa" jawab Senja
"Ishh!!? Elo tuh.. ih.. pingin gue hikkk! Tau nggak" gemas Irina yang malah membuat Senja tertawa kecil
"Hik aja kalau berani, biar tersebar gosip 'seorang siswi tega membunuh temannya sendiri karena patah hati'" ejek Senja yang malah membuat Irina kesal.
"Ish! Senja..." Rengek Irina yang langsung menangis lagi, Senja membawa Irina kedalam pelukannya menenangkan.
"Ck. Ina.. udah.. Jangan nangis.. Kelinci berdasi alay kaya dia tuh nggak patut lo tangisi, lo juga tau sendirikan konsekuensi lo kalau pacaran sama dia?"
"Siap.. hiks.. di.. hiks.. hiks.. se.. se.. ling.. kuh...hi.." ucap Irina sesenggukan
"Nah, itu tau. Jadi nggak ada guna lo nangisin dia, gue nenangin lo kayak gini bukan bermaksud buat minta persetujuan dari lo.. tapi gue nggak mau kalau hubungan pertemanan kita retak gegara cowok kambing itu " Ujar Senja mengusap punggung temannya.
"Gue tau kok Nja.. Srett!!!! (*Suara Irina yang mengeluarkan ingusnya di baju Senja),, lo tuh nggak bakalan ngerebut pacar temen lo sendiri" ucap Irina kepada Senja yang masih syok dengan kondisi bajunya
"karena yang pertama, lo nggak akan pernah bisa hidup bahagia di atas penderita orang lain apa lagi temen lo sendiri, dan Kedua, lo itu baiknya keterlaluan. Dan yang ketiga.."
__ADS_1
"Banyak banget sampek ketiga" komentar Senja yang tidak diacuhkan oleh Irina
"Lo... udah ada yang punya" lanjut Irina yang dibalas senyum manis Senja.