What Makes You Strong??

What Makes You Strong??
#0016


__ADS_3

Suara bising menyita perhatian para guru guru yang sedang berkemas untuk pulang kerumah, Banyak siswa yang berlarian ada yang menuju kegerbang dan ada juga yang kembali lagi masuk kedalam.


"Loh! Loh! Loh! Ini ada apa?" Tanya Bu Salwa panik, kepada segerombolan murid yang hendak kembali masuk.


"Anu.. Bu.. ada tawuran" ucapnya yang membuat mata Bu Salwa dan guru guru lainnya yang berada didekat Bu Salwa terbelalak.


"Hah? Tawuran? Sama sekolah mana?" Tanya Bu Salwa kepo


"Aduh Bu, saya nggak tau dari sekolah mananya. Yang jelas ada tawuran" ucap salah satu siswi.


"Ya sudah, kalian kembali masuk kedalam kelas. Dan Pak? Itu anak anak bapak gimana? Kok malah masuk kedalam tawuran?" Ucap Bu Salwa ke Pak Yoga yang kebetulan ada didekatnya.


Pak Yoga mengeleng geleng melihat anak didiknya malah ikut bergabung kedalam tawuran yang cukup berbahaya itu "Benar, benar anak Badung. HEY!!!"


"TAYO!!!"


"TUKANG OJEK!!"


"SAYANG KU!!"


"Ck. Malah nglawan! HEY! BALIK KEKELAS! NGGAK USAH DILADENI!!!" Titah Pak Yoga yang tak di gubris oleh anak didiknya.


"INIKAN UDAH JAM PULANG SEKOLAH PAK!! MASA MASUK KEKELAS LAGI!!" Protes gerombolan siswa


"LAGIAN KALAU NGGAK DILADENI,, KITA KALAH PAK!!" Seru salah satu siswa yang berada didalam tawuran


"BIARIN KITA KALAH!! YANG PENTING KALIAN SELAMAT!!!"


"INI DEMI SMA VAKKILAU!!!!" Seru mereka bersamaan yang tak lagi mengacuhkan peringatan dari Pak Yoga,


Bu Tara yang notabene guru BK seperti sudah menyusun rencana hukuman apa yang diberikan untuk murid muridnya yang sangatlah badung badung itu.


*****


"Ck. Ck. Ck. Nih, Tradisi kapan berhentinya sih?" Gumam Laras melihat ke gerombolan siswa siswa yang sedang tawuran itu.


"Iya, padahal tahun kemarin kak udah enggak lagi" tutur Nala yang berada didekat Laras.


"Jelas aja masih, orang ini lawannya beda sekolah" celetuk Senja ikut nimbrung, yang membuat semua yang mendengarnya ber- oh ria,


"Kali ini sama SMA mana?" Tanya Pika yang mulai penasaran


"Bukan SMA tapi SMK" perjelas Senja, dia menghela nafasnya melihat tawuran yang tak kunjung reda.


Pikirannya hanya satu 'Tawang', biasanya jam segini Senja sudah pulang dan Tawang sudah beralih kedalam pelukannya, yeah.. walau dulu dia harus kerumah sakit dulu tapi sekarang semenjak Angan mengajarnya dia selalu berkunjung dimalam hari.


Angan, entah kenapa bayang bayang Angan kemarin sewaktu mereka sama sama berteduh dihalte selalu mampir dimimpi Senja akhir akhir ini, dan seperti tak ingin lepas atau berpindah ke mimpi lain yang biasanya menghiasi mimpi mimpi Senja dikala dia terlelap. Apa mungkin Senja...


Astaga Senja! Lo harus pegang janji elo ke bunda! Harus! Batin Senja mengingatkan pikirannya yang sudah ngelantur kemana-mana.

__ADS_1


"Pantes lebih ganas" komentar Laras


"Emang lo kira singa, ganas?" Celetuk Senja terkekeh geli "dah, lah.. yuk kantin"


"Boleh juga tuh!" Celetuk Pika setuju


"Yah, masa kita mau kekantin sedangkan teman-teman kita lagi tawuran?" Ucap Nala dengan nada kasian.


"Nggak soli-da-ri-tas." Imbuh Laras, padahal tadi dia juga mengiyakan ajakan Senja.


"Nala maunya gimana? Senja ikut tawuran? Hemm???" Tanya Senja menantang yang membuat mata Nala membulat


"Emm.. nggak gitu Senja, tapi kan kita harus menghargai mereka"


"Hargai? Lo mereka kasih patokan berapa?" Tanya Senja yang membuat Nala memanyukan bibirnya


"Aish! Bukan gitu maksud Nala.." gemas Nala yang malah membuat Senja terkekeh geli.


"Iya, iya.. heeh nggak kekantin deh, " ucap Senja mengalah


CLING!


Angker Killer : Where are you?


Langit Senja : I'am Fine, and you?


Angker Killer : Itu buat jawaban 'How are you?' Tengil!!!


Langit Senja : Ujung ujunganya, lo tanya keadaan gue 😝


Langit Senja : Gue di balkon lantai dua


Angker Killer : Oh, yang lagi cengir cengir itu ya?


Langit Senja : 😳


Langit Senja : kok tau?


Langit Senja : Where are you?


Langit Senja : Lah :v


Langit Senja : napa gue ketularan English yak.


Angker Killer : Nggak papa, malah ngelatih kemampuan Bahasa Inggris lo


Angker Killer : BTW, gue lagi ada di bawah.


Angker Killer : Di jalan raya

__ADS_1


Senja melongokkan kepalanya kebawah mencari tahu keberadaan Angan, matanya membulat melihat mobil Angan yang berada tepat dibelakang tawuran, yeah.. emm.. ada jaraknya sih, tapi nggak menuntut kemungkinan 'kan, kalau Angan nggak akan kenapa kenapa,


Senja memandang kearah tawuran memastikan keamanan tawuran yang berlangsung, mata Senja benar benar hampir copot melihat tawuran itu tidak ada aman amannya, ya iyalah, mana ada tawuran aman. Tawuran bayi iya.


Mata Senja lagi lagi membulat, dan tanpa pikir panjang Senja langsung lari kebawah tanpa menghiraukan panggilan dari teman-temannya.


*****


Angan tersenyum setiap melihat ekspresi Senja, matanya yang terus membulat membuat dia terlihat mengemaskan. Angan mengernyit heran saat Senja lari dari Pandangannya, bahkan teman temannya juga kebingungan dibuatnya.


Dan tak beberapa lama Senja sudah ada di pagar samping sekolah, wajahnya sangatlah khawatir. Senja mengucapkan sesuatu yang tak bisa Angan dengar,


Stupid, Jendelanya kan tidak ia turunkan, ditambah suara hiruk pikuk anak anak tawuran. Angan menurunkan jendela mobilnya, yang langsung diserang suara mengelegar Senja.


"TURUN! KER! TURUN!" Titah Senja yang masih membuat Angan binggung,


"Emang kenapa?" Tanya Angan


"Depan lo!" Seru Senja memperingati,


Angan mengarahkan pandangan kedepan seperti kata Senja, seketika itu juga matanya membulat melihat kerumunan siswa tawuran yang sebentar lagi akan mendekati posisinya. Iya sih, didalam mobil aman, nggak ketendak, ketonjok atau apalah itu..


Tapi kalau alat yang mereka gunakan mengenai kaca mobil Angan, pecahan kaca itu malah berbahaya untuk Angan, hohoho.. itu tidak lucu.


Segera saja Angan langsung keluar dari mobilnya dan berdiri tepat dihadapan Senja, "terus gue kemana?" Tanya Angan panik.


"Panjat aja nih, Pager" usul Senja yang disanggupi oleh Angan.


Gerombolan siswa tawuran hampir mendekati Angan yang hendak naik itu, dengan sepenuh tenaga Angan berusaha cepat cepat untuk sampai, paling tidak sampai dipuncak pagar.


Padahal hanya sekitar 1-2 menit tapi rasanya sudah seperti serindu, eh windu, untuk sampai di puncak pagar.


Angan menghembuskan nafas lega, karna keberhasilannya begitu pun Senja juga melakukan hal yang sama.


Namanya juga sial siapa yang tau? Tiba tiba saja sebuah balok berukuran sedang meluncur mengenai Angan yang tengah nangkring maco di atas pagar, membuatnya kehilangan keseimbangan dan juga kesadarannya karna balok tadi menghantam kepalanya. Beruntung Angan limbunya kedalam bukan keluar pagar walau ujung ujungnya Senja yang kena sialnya karena tertimpa tubuh berat Angan.


"Astagfirullah, Angker???! Ker!!" Panggil Senja menepuk nepuk pipi Angan,


Angan hanya bergumam tidak jelas, yang dia mau hanyalah merebahkan kepalanya, yang malah membuat bibir Senja menyentuh dahi Angan yang berdarah, Garis besar mencium. Angan merasakan itu, namun kian lama kesadarannya semakin pudar dan pingsang.


Astaga! Barusan gue.. ya ampun... Batin Senja yang jantungnya sudah berdebar tak karuhan. Dia berusaha bangkit dan menyingkirkan tubuh Angan yang teramat berat itu


"Ini berat dosa, atau berat badan" dumel Senja yang kesusahan memindah tubuh Angan,


Beruntung teman teman Senja langsung datang, karena tadi mereka juga melihat kalau Senja sedang memperingati Angan, dan saat Angan limbung pun mereka juga tau, jadilah mereka langsung kebawah membantu Senja menyingkirkan tubuh Angan dan membantunya untuk dibawa ke UKS agar segera diobati.


"Sejak kapan lo jadi salah satu anggota geng The STAR?" Ujar Laras yang malah membuat Senja binggung


"Hem? Maksud lo?" Tanya Senja kebingungan

__ADS_1


"Itu, bibir Senja. Kenapa merah banget?" Tanya Nala menujuk bibir Senja yang membuat Senja tersadar.


Darah Angker!


__ADS_2